Pentingnya Ber-IPNU

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Pentingnya Ber-IPNU

Senin, 06 Agustus 2018


Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PK IPNU) Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Putra 1 Buntet Pesantren baru saja melakukan pemilihan pemimpinnya yang baru. Kepala MTs NU Putra 1 menyampaikan bahwa IPNU merupakan organisasi yang menyiapkan pemimpin masa depan.

"Inna fi yadisy syubbani amrol ummah (sungguh dalam genggaman pemuda terdapat perkara umat)," katanya mengutip sebuah pepatah Arab kepada Media Buntet Pesantren saat pemilihan berlangsung pada Senin (6/8).

Artinya, lanjutnya, pelajar NU disiapkan untuk menjadi pemimpin di tengah masyarakat dan negaranya. "Barangkali bisa menjadi presiden," ujarnya sembari tertawa.

Dengan mengikuti organisasi IPNU, Pak Ubed, sapan akrabnya, berharap agar para siswanya itu tidak hanya menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan di kelas saja, tetapi juga dapat mengaktualisasikan keilmuannya di bidang organisasi.

Hal itu, kata pria yang puluhan tahu menjadi guru itu, bisa mereka buktikan saat berada di tengah masyarakat kelak.

"Bermanfaat bagi mereka di mana saja, kapan saja, di masyarakatnya juga," harapnya.

Di samping itu, di awal kepemimpinannya sebagai kepala madrasah pada tahun 2007 silam, Pak Ubed membuat gebrakan dengan mengganti OSIS menjadi IPNU. Hal ini ia lakukan mengingat saat ia bersekolah dulu, orang Muhammadiyah begitu bangga dengan organisasinya, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

"Terus terang, jika saya melihat pada waktu saya sekolah di SMP Negeri dan SMA Negeri, kelihatan anak-anak dari sekolah lain itu bukan main bangganya dengan IPM dan sebagainya," kenangnya.

Sementara itu, saat ia duduk di madrasah, belum ada yang mengenalkan organisasi kepelajaran NU tersebut. "Makanya kita galakkan dengan lencana," ujarnya.

Bahkan, ia mengklaim bahwa madrasah yang ia pimpin merupakan satu sekolah yang kali pertama di Buntet Pesantren yang mewajibkan siswanya mengganti lencana OSIS dengan IPNU di saku baju seragamnya.

(Jamaluddin Husein/Syakir NF)