Alissa Wahid Dampingi Calon Fasilitator LKKNU

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Alissa Wahid Dampingi Calon Fasilitator LKKNU

Sabtu, 24 Maret 2018
Alissa Wahid saat tiba di Buntet Pesantren pada Jumat (23/3)


Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) menggelar Training for Facilitator di Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat sampai Minggu (23-25/3/2018).

Acara dengan Tema “Perencanaan Keuangan Keluarga” ini langsung diisi oleh Sekretaris LKKNU Alissa Wahid. Putri sulung Presiden Ke-4 Indonesia KH Abdurrahman Wahid itu menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mencetak fasilitator dan pendamping program perencanaan keuangan keluarga maslahah NU yang akan bertugas di wilayah atau cabangnya masing-masing.

"Kita berusaha melakukan pendidikan kepada warga NU untuk bisa melakukan penataan keuangan keluarga terkait investasi. Kita ingin keluarga NU punya perencanaan financial untuk masa depan," ungkap Alisa saat ditemui usai sesi materi dasar-dasar perencanaan keuangan keluarga untuk melek finansial, Jumat (23/3/2018).

Ketua Jaringan Gusdurian itu mengungkapkan caranya, yakni dengan merencanakan  kebutuhan di masa depan sejak dini dengan perhitungan yang tepat.

Wakil Ketua LKKNU H Farid Wajdi dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya membangun paradigma melek finansial dan investasi demi terwujudnya keluarga NU yang mampu merancang sistem keuangan keluarga.

Hal itu, menurutnya, sangat signifikan dalam menekan angka keluarga ekonomi kelas menengah yang rentan jatuh kedalam level ekonomi bawah. 

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat beragam, diantaranya adalah Dasar-Dasar Perencanaan Keuangan Keluarga, Instrumen Investasi dan Menghitung Dana-Dana.

Selain menerima materi tersebut, para peserta juga diajak untuk melakukan simulasi menyusun Financial Timeline, Financial Check Up dan Resiko Investasi.

Kegiatan yang diikuti 45 peserta dari LKKNU se-Jawa Barat itu diadakan atas kerjasama Pegadaian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


(AS Muhammad/Syakir NF)