Melepas Rindu, Insan BPC Gelar Ngaji Sejarah, Lomba, dan Sosialisasi Kampus

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Melepas Rindu, Insan BPC Gelar Ngaji Sejarah, Lomba, dan Sosialisasi Kampus

Kamis, 25 Januari 2018
Pemenang lomba menerima piala

Ikatan Silaturrahim Alumni Buntet Pesantren Daerah Istimewa Yogyakarta (Insan BPC) setiap tahun menggelar Anjangsono. Seperti yang didefinisikan KBBI, kegiatan Anjangsono menjadi agenda melepas rindu Insaners (sebutan anggota Insan BPC) kepada tempat di mana mereka belajar dan mengaji, yakni Buntet Pesantren, dengan bersilaturahim kepada para kiai dan guru.

Selain bersilaturrahim kepada para guru, Insan BPC juga menjalin temu dengan para santri dan pelajar Buntet. Insan menggelar sosialisasi kampus dan beberapa lomba berbasis daring di Buntet Pesantren.

Hal tersebut sesuai dengan tema yang Insan BPC angkat, yakni “Menciptakan Insan Kreatif di Era Millenial”.

“Kami berharap kepada santri Buntet Pesantren agar dapat berkarya dan melahirkan ide brilian tanpa menanggalkan identitas kesantrian yang sudah terbentuk di era yang serba digital ini,” ujar Fahmi, Ketua Umum Insan BPC masa khidmat 2018-2019.

Lembaga Semi Otonom Media Komunikasi dan Informasi (LSO Medkominfo) Insan BPC membagikan buletin edisi Desember 2017 – Januari 2018 kepada para santri. Buletin tersebut mengusung tema “Citra Buntet Pesantren di Yogyakarta”.

“Buletin yang kami terbitkan diharapkan dapat memberikan gambaran secuil kreatifitas alumni Buntet Pesantren yang ada di Yogyakarta serta memberikan gambaran kepada santri pada bidang tulis menulis,” kata Fahmi.

Selain sosialisasi dan lomba, Insan BPC juga mengadakan Ngaji Sejarah sebagai acara puncak Anjangsana XV. Kegiatan dengan tema “Mengulas Sejarah Buntet Pesantren Cirebon” ini menghadirkan Ketua III YLPI K.H. Ade Nasihul Umam, Lc.

Kegiatan yang digelar pada Senin (22/1/2018), di Aula MANU Putra, itu bertujuan agar para santri memahami bagaimana sejarah pondoknya. Sejarah merupakan gambaran masa lalu yang penting untuk diketahui guna menghadapi masa depan.