Santri Buntet, Juarai Lomba Storry Telling Sampoerna

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Santri Buntet, Juarai Lomba Storry Telling Sampoerna

Liburan Cirebon
Kamis, 14 Desember 2017
Buntet Pesantren :  Santri perwakilan dari Pondok Buntet Pesantren, menjuarai lomba Storry Telling yang diselenggarakan oleh Sampoerna. Lomba yang dilaksanakan di Pondok Pesantren KHAS Kempek ini, menapilkan perwakilan dari lima pondok pesantren di Cirebon, yaitu Pondok Pesantren Al-Sighor Gedongan, Kebon Jambu Babakan Ciwaringin, Kempek, Arjawinangun dan Buntet.

Dalam perlombaan tersebut, dua perwakilan dari Pondok Buntet Pesantren, memenangkan dua juara. Yaitu Juara 1 yang diraih oleh Nur Aeni dan juara harapan II yang diraih oleh A. Faris Zamakhsyari. Kang Zidni, selaku pendamping dan Direktur LKP Piramida Course Center Buntet Pesantren mengatakan, dua perwakilan yang berhasil menjuarai perlombaan ini, merupakan utusan dari Buntet melalui LKP Piramida Course Center yang dimiliki oleh YLPI Buntet Pesantren.

“ Keduanya merupakan perwakilan dari Buntet, melalui LKP Piramida Course Center,” kata Kang Zidni, Kamis 14 Desember 2017.

Kang Zidni menambahkan, bahwa selain membuka kursus bahasa, LKP juga memberikan pelatihan multimedia, computer dan menjahit. Dengan berhasilnya perwakilan LKP menjuarai Storry Telling Sampoerna ini, diharapkan memotivasi santri Buntet lainnya untuk mengembangkan bakal dalam segi bahasa dan bisa bersaing secara global.

“ Semoga kemenangan ini, bisa memotivasi santri yang lainnya,” kata Kang Zidni.

Sementara itu Head Of West Java Zone, Sampoerna, Yohan Lesmana menuturkan, pihakny memiliki program literasi bahasa inggris, yang diikuti oleh enam pesantren di Jawa Barat dari tiga wilayah, yaitu Cirebon, Cianjur dan Sukabumi. Literasi bahasa inggris ini, nantinya akan melatih sebanyak 240 santri terpiliha dari sejumlah pesantren, untuk mengikuti pelatihan selama enam bulan.

Menurutnya, santri harus bisa bersaing secara global, salah satunya dengan menguasai bahasa asing. Dengan menguasai bahasa asing, para santri nantinya dapat bersaing secara global dengan masyarakat lainnya di dunia. Program yang didukung dari program CSR Sampoerna ini, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi santri.

“ Saya berharap, dengan menguasai bahas, maka santri nantinya bisa bersaing secara global,” ujar Yohan