Lembaga Falakiyyah Buntet Pesantren Gelar Observasi Gerhana Bulan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Lembaga Falakiyyah Buntet Pesantren Gelar Observasi Gerhana Bulan

Selasa, 08 Agustus 2017
Ketua Hisab dan Rukyat Lembaga Falakiyyah Buntet Pesantren M. Abudzar Al-Ghiffari sedang memberikan penjelasan fonomena gerhana bulan secara ilmiah, Selasa (8/8/2017), di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren Cirebon.


Lembaga Falakiyyah Buntet Pesantren melaksanakan observasi gerhana bulan parsial, Senin-Selasa (7-8/8/2017) di halaman Masjid Agung Buntet Pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan santri Buntet Pesantren dari berbagai pondok dan sekolah.

Pengamatan terhadap fenomena alam tersebut dibimbing langsung oleh Ketua Bidang Hisab dan Rukyat Lembaga Falakiyyah Buntet Pesantren Muhammad Abudzar Al-Ghiffari. Menurutnya, gerhana bulan ini bukan seperti yang dimitoska, bahwa sebagiannya dimakan oleh makhluk halus. Tetapi, gerhana merupakan peristiwa alamiah karena kesejajaran antara matahari, bumi, dan bulan.

“Ini fenomena alam, di mana posisi bulan, bumi, dan matahari itu sejajar,” terangnya kepada para santri.

Guru Ilmu Falak MANU Putra Buntet Pesantren itu juga memberikan gambaran posisi ketiganya dengan menggunakan globe. Posisi bumi berada di tengah-tengah matahari dan bulan. Karena posisi bulan terhalang sebagiannya oleh bumi dari cahaya matahari, maka bagian tersebut gelap, tidak terkena cahaya matahari.

Meski gerhana ini terjadi pada tengah malam, para santri terlihat antusias mengikuti jalannya observasi ini. Beberapa di antaranya aktif bertanya dan . Para santri juga bergantian menikmati peristiwa tersebut dengan menggunakan teleskop.

Ditanya opininya tentang kegiatan tersebut, Yusuf Mulyadi sangat mengapresiasi. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bagus karena siswa butuh observasi sebagai praktik atas ilmu yang telah dipelajari.

“Kegiatan ini sangat bagus. Siswa itu butuhlah yang namanya observasi dalam mengamati sesuatu. Karena setiap keilmuan juga harus dipraktikkan.,” ujar siswa kelas XII Syariah MA NU Putra.

Kegiatan ini sangat berkesan bagi Ibnu Muzakki. Siswa MANU Putra asal Sumatera Selatan itu baru pertama kali melihat gerhana bulan.

Usai observasi, para peserta kegiatan tersebut juga mengikuti kegiatan salat gerhana bulan (khusuf al-qamar) di Masjid Agung Buntet Pesantren yang diimami oleh Ust. Bahrul.

(Syakirnf)