Peringati 10 Muharam, MANU Putri Gelar Bazar Pakaian Murah

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Peringati 10 Muharam, MANU Putri Gelar Bazar Pakaian Murah

Kamis, 13 Oktober 2016


Pembeli sibuk memilih pakaian

Memperingati 10 Muharam, MANU Putri Buntet Pesantren menggelar bazar pakaian murah di halaman sekolahnya, Kamis (13/10). Para siswi menyerahkan pakaian yang masih layak guna kepada KM masing-masing. Lalu KM mengumpulkannya ke pengurus OSIS. Setelah terkumpul, pengurus OSIS menjualnya ke khalayak dengan harga Rp 1000 – Rp 5000.

“Tidak hanya baju, ada juga tas, sepatu dan lain-lain,” tulis Titim, Pembina OSIS MANU Putri Buntet Pesantren, saat dihubungi tim media Buntet Pesantren.

Rencananya, hasil penjualan ini akan disumbangkan kepada anak yatim pada pekan depan, Kamis (20/10). Dana hasil penjualannya akan digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan.

“Kalau dana yang terkumpul melebihi target, akan kita belanjakan barang-barang yang mereka butuhkan ditambah dengan uang jajan,” tulis guru bahasa Inggris itu pada kolom komentar unggahannya.
Panitia sibuk melayani

10 Muharam diperingati sebagai hari rayanya anak yatim itu berdasarkan hadis Nabi, "barang siapa yang mengusap rambut anak yatim di hari asyuro' (10 muharrom) maka Allah SWT. Akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yg diusap satu derajat."

“Yang saya tahu motivasi utama 10 Muharrom disebut hari raya anak yatim adalah sebuah hadits (telah disebutkan di atas) dlm kitab Tanbihul Ghofilin,” jawab K.H. Faris El Haq saat ditanya oleh tim media Buntet Pesantren.

Selain itu beliau juga menjabarkan bahwa setidaknya ada 12 Nabi yang mendapat anugerah di hari yang mulia itu, yakni Nabi Adam As., Nabi Idris As., Nabi Musa As., Nabi Ibrahim AS., Nabi Nuh As., Nabi Yusuf As., Nabi Yakub As., Nabi Yunus As., Nabi Sulaiman As., Nabi Daud As., Nabi Isa As. dan Nabi Muhammad Saw.

Karena banyaknya anugrah yang diterima para Nabi, maka umat Islam disunnahkan untuk berpuasa dan banyak bertafakkur serta melaksanakan ibadah lainnya.

“... bagi umat Islam disunnahkan (diutamakan) untuk menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak tafakur serta menambah amal ibadah lainnya,” lanjut Kiai Faris.