Hamba Allah dari Jawa Barat

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Hamba Allah dari Jawa Barat

Minggu, 29 November 2015

Salah seorang santri beliau bercerita, beliau tidak pernah marah... Meskipun atap kamarnya hampir selalu berbunyi "gedebag-gedebug" karena kamar santri tepat berada di atas kamar beliau.
Alfaaatihah...

Beliau pernah tiarap tiga hari tiga malam saat dibombardir pasukan Belanda dari atas pesawat tempur dan tank baja, cannon, dan lain-lain di daerah Maneungteung... Kuningan. 

Beliau juga sudah mengalami berjalan kaki Surabaya - Cirebon pasca perang 10 November dan berjalan 17 hari naik turun Gunung ketika serangan ke Jogjakarta...

Ketika ramai terjadi teror ninja pada masa Orde Baru hingga sudah pada taraf meresahkan umat, beliau mengeluarkan pernyataan mengancam akan mengerahkan 5000 santri dari bangsa jin untuk menghentikan teror tersebut.., dan tidak lama kemudian teror pun meredup.., wallahu a'lam. Ini karena, Beliau  tak lain merupakan Mursyid Thariqah Syathariyah.

Beliau merupakan sosok pejuang lima zaman mulai zaman penjajahan, zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan orde reformasi.

Beliau cenderung mengajarkan kitab-kitab yang sederhana dan simpel, seperti Kitab Safinah Annajah, Sulam Annajah, Sulam Attaufiq, Uquduljain dan kitab-kitab yang relatif tipis dengan penyampaian sederhana namun begitu luas dan mendalam. Hal itu karena ia mengikuti pola pendidikan Mbah Muqoyyim yang populis, “Ajarkan Kitab Safinah (dengan bahasa yang sederhana) dengan wawasan Ihya Ulumuddin (Penjelasan yang Komprehensif).”

Salah satu santrinya menuturkan bahwa beiau adalah seorang ulama yg sangat sangat tawadhu, beliau tdk pernah membeda bedakan orang, Beliau sangat bersahaja, dan tidak pernah menunjukkan bahwa beliau seorang ulama besar, sampai sampai beliau memakai sorbanpun merasa malu, beliau pernah ndawuh, "surban itu pakaian para malaikat, apakah  maqom kita sudah menyamai para malaikat?"

Kiai Said Aqil Siradj, Ketua Umum Tanfidzyah PBNU pernah berkata bahwa beliau adalah salah satu Kiai yang tidak pernah membicarakan (keburukan) orang lain.

Kemarin, beliau mendapat penghargaan ddari PCNU Kabupaten Cirebon atas pengabdian dan dedikasinya. Salah satu putrinya mengomentari penghargaan ini dengan, ndawuh beliau "belum tentu solatmu yang membuatmu masuk surga, belum tentu puasamu, hajimu yang membuatmu masuk surga, mungkin karena ngeladeni wong cilik yang membuatmu masuk surga". Bapak itu orang sepuh yg berfikirnya ke depan, egaliter, bahkan jauh sekali dari "kolot", tambah putrinya.


Banyak yang menyebut beliau hamba Allah (Abdullah), sang penyangga pulau jawa bersama Almarhum almaghfurlah Kiai Abdullah Faqih (langitan, jawa Timur) dan Almarhum almaghfurlah Kiai Abdullah Salam (Kajen Pati, Jawa Tengah) yang termasuk ke 5 Kiai Sepuh yang sering disebut Gus Dur mendorongnya untuk maju sebagai Presiden.

Satu hari sebelum beliau bertemu kekasihnya, di Cirebon terjadi gempa berkekuatan 7 koma sekian skala richter. 

Tak dinyana, Jum’at subuh jam 4.10 wib seorang “paku bumi” telah tiada.

Beliau adalah KH. Abdullah Abbas bin KH. Abbas bin KH. Abdul Jamil bin KH. Muta'ad bin Raden Muridin, sesepuh Kita, sesepuh Pondok Buntet Pesantren, seorang ulama yang didengar oleh kalangan siapa pun. Dari presiden hingga tukang becak. Lahu Alfaatihah.

(Disadur dari berbagai sumber)

Foto yang tampak merupakan lukisan, karya salah satu santri beliau, aryo