Peringati Tahun Baru Hijriyah, FORSILA BPC Jakarta Raya Gelar Diskusi Pendidikan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Peringati Tahun Baru Hijriyah, FORSILA BPC Jakarta Raya Gelar Diskusi Pendidikan

Rabu, 14 Oktober 2015
Ahmad Dasuki (tengah) sedang memaparkan makalahnya (13/10)
di Sekretariat FORSILA BPC Jakarta Raya, Ciputat, Tangerang Selatan.
Memperingati tahun baru Hijriyah 1437 H, FORSILA BPC Jakarta Raya mengadakan diskusi dengan mengangkat tema “Potret Pendidikan Masa Kini” yang dinarasumberi oleh kepala sekolah termuda Kota Depok, Ahmad Dasuki (Selasa, 13/10).
Setidaknya, ada enam masalah pendidikan, menurut Dasuki dalam makalahnya, tenaga pengajar yang tidak berkompeten, kurang kreatifnya guru dalam menstimulasi bakat anak didiknya di kelas, lebih mengedepankan gengsi daripada dekat dengan anak didiknya, sekolah lebih memfokuskan kuantitas anak didik daripada kualitasnya, kurangnya akses jalan menuju sekolah dengan baik, dan kurangnya peran, kepedulian dan kepekaan pemuda terhadap generasi bangsa.
“Wadah plastik, wadah alumunium, dan wadah besi jika diisi dengan minyak panas yang sama, tentu akan memberikan efek yang berbeda”, begitulah alumni MANU Putra Buntet Pesantren 2006/2007 itu menganalogikan pendidikan saat ini.
Dalam diskusi setelah pemaparan materi, Forsilawan Syakir menjelaskan bahwa dulu, semenjak SMP, anak didik sudah menjurus ke peminatan. Terbukti dengan adanya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP). Saat ini tidak lagi menerapkan pendidikan demikian. Oleh karena itu, imbasnya peserta didik kita labil, berubah atau berganti jurusan. Awalnya di SMA mengambil jurusan IPA namun saat kuliah mengambil jurusan di luar IPA.
Flyer diskusi
Menanggapi hal tersebut, Dasuki berharap bahwa semenjak dini, anak didik sudah diberi arahan untuk pengambilan minat dan difokuskan peminatannya sejak dini juga sehingga cita-cita saat kecil dulu tidak sebatas foto dengan menggunakan seragam yang dicita-citakannya, misal cita-citanya polisi, maka cita-cita itu tercapai sebatas menggunakan seragam polisi. Atau bahkan lebih buruk dari itu, angan belaka.
Dalam fanspagenya, FORSILA BPC Jakarta Raya menyelenggarakan diskusi dengan tema “Potret Pendidikan Masa Kini” adalah sebagai refleksi terhadap puisi K.H. Mustofa Bisri tentang tahun baru, yakni memandang diri sendiri.

Seusai diskusi, anggota FORSILA BPC Jakarta Raya melanjutkan agendanya dengan bakar-bakar ayam dan makan bersama sebagai langkah mengobarkan semangat berorganisasi sekaligus perwujudan rasa syukur telah sampai lagi pada tahun baru.