Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Berawal dari Kongres ke-7, FORSILA BPC Jakarta Raya Bakal Menusantara

Senin, 11 Mei 2015
Pemaparan LPJ kepengurusan 2014-2015
Forsilawan Ade Syamsul Falah berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan ketua umum FORSILA BPC Jakarta Raya Masa Khidmat 2015-2016 mengungguli tiga kandidat lainnya yakni Forsilawan Arif Rofiuddin, Forsilawan Khozin, dan Forsilawan Muhammad Syakir Niamillah (10/5) pada puncak acara Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya di Yayasan Nuril Ula, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketua Umum IKLAB tengah memberikan sambutan
Kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya yang diketuai oleh Forsilawan Arif Fadilah ini mengusung tema, Reaktualisasi Nilai-nilai Kesantrian untuk FORSILA Menusantara. Harapan besarnya, kepemimpinan baru ini dapat membawa FORSILA ke ranah nasional. Arti menusantara bukan cuma itu, tetapi juga terus menjaga tradisi keindonesiaan dalam FORSILA dengan kegiatan-kegiatannya.
Selain memilih ketua umum baru, kongres ini juga membahas kembali anggaran dasar, anggaran rumah tangga, garis-garis besar haluan organisasi, dan garis-garis besar haluan program kerja. Sebelum pembahasan semua itu dalam sidang komisi dan sidang paripurna, kongres membahas dan mengevaluasi kinerja kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 dengan laporan pertanggungjawabannya (LPJ).
Makan Bersama "ala santri"
di sela-sela Kongres
Dalam LPJ ini, pembahasan begitu alot. Ada beberapa peserta sidang yang memberi nilai “merah” pada aspek-aspek tertentu sehingga suasana sidang sempat “memanas”. Pada akhirnya, pandangan umum peserta sidang menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban kepengurusan FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015 yang dipimpin oleh Forsilawan Ahmad Fabi Kriyan Ardani ini diterima dengan syarat untuk membagikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh anggota dan mengevaluasi aspek-aspek yang diberi tanda merah.
“Sebelum saya mengakhiri laporan ini, saya mengutip ungkapan yang cukup menarik sebagai landasan kinerja kepengurusan selanjutnya, Tangan terulur ikhlas tanpa sekalipun mengharap balas / Mengabdi pada kiai, mengabdi pada negeri.”, ucap Forsilawan Fabi mengakhiri laporannya sebelum dilanjutkan oleh pengurus lain.
Kongres ini dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Buntet Pesantren Cirebon (IKLAB), K.H. Masrur Ainun Najih beserta beberapa jajaran pengurus lainnya dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cirebon Jakarta Raya (HIMA-CITA). Kiai Masrur memberikan sambutan pada acara kongres ke-7 FORSILA BPC Jakarta Raya sesaat sebelum laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh pengurus FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2014-2015. Kiai yang juga sebagai pengurus pusat Rabithah Maahid Islamiyah ini berharap agar semua organisasi alumni Buntet Pesantren dapat bersinergi dengan baik. FORSILA menusantara yang diusung sebagai tema kongres kali ini sangat didukung oleh kiai yang sangat terkesan santunnya ini.

Para peserta Kongres ke-7 FORSILA BPC Raya
Forsilawan Ade Syamsul Falah yang terpilih sebagai nahkoda baru FORSILA BPC Jakarta Raya masa khidmat 2015-2016 dalam visi dan misinya akan membawa FORSILA menusantara dan menusantarakan FORSILA.