WAHABI RAMBAH DESA-DESA CIREBON

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

WAHABI RAMBAH DESA-DESA CIREBON

Sabtu, 17 Oktober 2009
Rakyat Miskin Jadi Sasaran, Bikin Program ‘Halau Wahabi’


Langkah Ansor tersebut ternyata bukan tanpa alasan, ternyata daerah
yang dinilai paling miskin itu menjadi sasaran utama gerakan Wahabi
yang dipelopori anak muda dari organisasi Islam tertentu dan partai
politik yang konon dananya disokong oleh donator Arab Saudi.



Sebagaimana diungkapkan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kapetakan, Ahmad
Junaidi SAg mengungkapkan, berdasarkan kajian dan investigasi pihaknya,
kini pemahaman Wahabi yang diusung oleh kelompok Islam fundamental dan
radikal mulai merongrong warga NU di desa-desa, terutama yang terpencil
dan banyak warganya tergolong miskin, seperti Desa Dukuh, Kecamatan
Kapetakan.

Dari sisi strategi, perangkat, dan analisa, kelompok pengusung Wahabi
dianggap sistematis. Mula-mula hadir dengan tawaran bantuan, droping
juru dakwah, pengajian-pengajian, tampilan formal yang meyakinkan, dan
hal persuasif lainnya yang memikat pengikutnya, yang kebanyakan
anak-anak muda.

Setelah jumlahnya banyak, mereka mulai mengikatnya dengan pembangunan
fasilitas dan tawaran ekonomi. “Di dukuh ternyata sudah agak jauh
melangkah. Tapi insya Allah kami bersama Ranting GP Ansor Desa Dukuh
akan berusaha semaksimal mungkin untuk membendungnya,” ujar Junaidi
seraya mengatakan, Desa Dukuh adalah cikal bakal lahirnya NU di
Kapetakan.

Setelah berkoordinasi dengan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon,
Nuruzzaman MSi dan jajaran pengurusnya, ujar Junaidi, maka Desa Dukuh
akan menjadi wilayah garapan utama di Kecamatan Kapetakan dalam program
“Halau Wahabi”. Beberapa program telah dijalankan seperti pembangunan
dan pengembangan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk idiologisasi kader NU,
pembagian beras bagi warga pengonsumsi nasi aking oleh PC GP Ansor, dan
lainnya.

Hal senada disampaikan tokoh NU Desa Dukuh, Abdul Mutholib. Menurut
pelopor berdirinya MI NU di desa yang berbatasan dengan Desa Pegagan
Lor dan Karangkendal itu mengaku kecolongan terhadap masuknya kelompok
Wahabi yang awalnya cenderung diam-diam.

“Karena itu kami minta langkah-langkah dari pengurus NU, terutama PC GP
Ansor Kabupaten Cirebon. Dan alhamdulillah saat pembagian sembako
disepakati kerjasama, PC GP Ansor menyiapkan perangkat dakwah dan kami
memfasilitasi tempatnya,” kata pria yang mengaku selalu berkoordinasi
intens dengan tokoh-tokoh NU baik tingkat desa maupun kecamatan
itu.(lil)