Aforisme Kematian

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Aforisme Kematian

Minggu, 09 November 2008
Agus Iswanto 

"Jangan bersedih…duhai kekasih

Daku pahami hatimu yg perih

Hadapilah dengan jernih

Berhentilah merintih-rintih

Pandangilah luasnya bumi

Serta cerahnya matahari

Tuhan selalu merahmati

Burung pun turut menari-menari"

 "La tahzanu ya habibiInii syahidu fimatiiAjaluna mahdudatiWaliqouna fil jannati" 

Sudah jangan bersedih kasih

Aku syahid  dalam kematian

Ajal telah membatasiku

Dan pertemuan kita di surga

 

Itu mungkin sebuah requiem Sahid

Ah…begitu dekatnya kematian hari-hari ini.

Tak ada sekat bahkan tak menakuti

Tak seperti dulu kata sang guru

Betapa ngerinya kematian itu…gelap pakat

Kematian tak bisa dijemput atau ditunda

 

Tapi…hari ini kematian itu seakan bisa ditunda dan dijemput

Seakan Tuhan tak lagi berbuat untuk kematian manusia

 

Bagi sebagian orang, kematian memang dekat

Bahkan kedatangannya harus dirayakan

Jenazah layaknya pengantin disalami

 

Ada banyak cara untuk mati

Pun juga ada alasan berbeda untuk mencintai kematian

Bagi sebagian orang mati lebih indah ketimbang hidup

Tapi…toh tak harus dengan cara membuat mati orang….?

 

Jogjakarta, 9 November 08