Tahun Depan Kab. Cirebon Memiliki Universitas

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Tahun Depan Kab. Cirebon Memiliki Universitas

Kamis, 03 Juli 2008

ptn_cirebon.jpg.pngOleh: Redaksi
KABAR menggembirakan datang dari Bupati Cirebon, Dedi Supardi pada tahun 2009 nanti berencana
mendirikan perguruan tinggi negeri bernama Universitas Cakrabuana di
Kabupaten Cirebon. Sebuah terobosan bagi santri yang ingin terus mondok.



Kabar menggembirakan datang dari Bupati Cirebon, Dedi Supardi pada tahun 2009 nanti berencana
mendirikan perguruan tinggi negeri bernama Universitas Cakrabuana di
Kabupaten Cirebon. Sebuah trik atau terobosan?



Hal itu mengemuka dalam
sebuah workshop Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Bidang Pendidikan
Tinggi di Hotel Patrajasa, Rabu (2/7) siang tadi, Bupati dengan bangga
memaparkan perkembangan pendidikan yang telah dibangun selama
kepemimpinannya.



"Anggaran untuk pendidikan sebelum saya jadi
Bupati hanya 14% dari total APBD, sekarang mencapai 20%. Saat ini APBD
Kabupaten Cirebon adalah 1,1 Triliun ditambah Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Kabupaten Cirebon mencapai 129 Milliar," kata Dedi.

Untuk
mewujudkan PTN di Kabupaten Cirebon, lanjut Dedi,  pihaknya sudah
menyiapkan anggaran Rp900 Juta untuk studi kelayakan, dan lahan sekitar
18 hektare di depan asrama haji Watu Belah.

Rencananya, Universitas Cakrabuana nanti akan mempunyai empat fakultas, ekonomi, sospol, pertanian dan teknik informatika.

"Kita menyediakan fakultas yang akan mendukung perkembangan pembangunan Kabupaten Cirebon," Lanjutnya.

Workshop
yang dihadiri ratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, pakar pendidkan
dan kepala sekolah dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Cirebon juga
menghadirkan narasumber Abdullah Ali, dosen STAIN Cirebon.

Kalau memang wakil rakyat mendukung semua upaya tersebut maka bisa jadi nantinya, bagi para santri di wilayah Cirebon apakah di Buntet Pesantren, Kempek, Ciwaringin, Gedongan ataupun di pesantren manasaja bisa meneruskan mondok dengan terus mengikuti pendidikan ke perguruan tinggi.

Sayangnya, santri sekarang belum banyak yang mau bertahan lama untuk menekuni dunia santri. Mereka rata-rata setelah MTs kemudian ke Aliyah lalu pulang kampung. Padahal di Cirebon sendiri sudah ada IAIN, STAIN dan perguruan tinggi lainnya.

Apakah para santri sudah enggan atau tidak mau lagi mondok lebih lama hingga ke universitas smbil juga terus ikut mondok di pesantrennya masing-masing. Jawabanya ana ning atine dewek-dewek beli sih kang? (zal)