Lima Juta untuk Rizieq Shihab

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Lima Juta untuk Rizieq Shihab

Sabtu, 07 Juni 2008
Antara yang Membela Rizieq Shihab dan yang Menolak ditahannya habib ini terus berkembang. Tadi siang, saat ikut shalat Jum'at di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru Jakarta, Forum Umat Islam menggalang dana dalam acara takbir akbar seusai shalat Jum'at. Tak tanggung-tanggung dana terkumpul 5.005.500,- untuk selanjutnya diserahkan kepada angota FPI dan ketuanya yang tengah dipenjara.
 
Jika demo anti FPi marak dilakukan simpatisan dari organisasi NU dimana-mana, maka simpati terhadap FPI juga tidak kalah gencarnya. Namun berbeda dengan warga di daerah, pergerakan yang mengatasnamakan Umat Islam di kota Jakarta itu menggunakan sarana Masjid sebagai basisnya. Al Azhar seringkali digunakan sebagai ajang menggalan umat untuk organisasi keislaman di Jakarta seperti dalam moment pilihan umum tahun lalu.

Dalam takbir akbar yang dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH.Cholil Ridwan itu dilaksanakan usai shalat. Beliau menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam terutama untuk anggota FPI yang ditahan.

"Mari kita rogoh kocek untuk saudara-saudara FPI yang ditahan di Polda Metro Jaya," kata Rasyid. Ajakan itu dibarengi dengan sambutan puluhan peserta tabligh untuk menyumbang dengan di atas kain hijau yang terletak di tengah masjid yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh panitia. Setelah dihitung hasilnya sebesar Rp5.005.500,- lalu dimasukkan ke dalam amplop putih.

Uang tersebut kata Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) untuk diserahkan kepada Ketua FPI Habib Rieziq dan enam anggota FPI lainnya yang kini ditahan di Polda Metro Jaya.

Sekjen FUI Moh Al Khaththath usai tablik akbar tersinggung dengan istilah preman berjubah. Ia cerita katanya ada spanduk di daerah Cililitan, Jakarta Timur, yang berisi pembubaran preman berjubah. "Ini bentuk provokasi, spanduk itu harus diturunkan," katanya.

Menurut dia, kata berjubah itu sangat menyinggung umat Islam terutama tokoh agama.

Ia tetap ngotot agar  upaya untuk membubarkan Ahmadiyah tidak surut pasca insiden di Monas.

"Kita tidak gentar dan akan terus berjuang sampai Ahmadiyah dibubarkan," katanya.(Zal)