Ikut Indonesian Idol atau "Politisi Idol"

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Ikut Indonesian Idol atau "Politisi Idol"

Senin, 16 Juni 2008
IdolOleh: Redaksi


INDONESIAN IDOL adalah ajang unjuk kemampuan menyanyi di pentas televisi untuk mencari calon penyanyi Indonesia yang bagus-bagus. Nah, sekarang ini, sedang dibuka pendaftaran untuk menjadi kandidat politisi dari Partai Persatuan Pembangunan PPP. Tertarikkah?



Menurut keterangan petugas bagian data dan informasi LP2L, Abdi Munih,
pendaftaran dilaksanakan secara serentak di DPW dan DPC partai seluruh
Indonesia. "Tahapan seleksi ada tujuh yang harus dilewati," katanya.

Bagi yang pernah berurusan dengan pendaftaran PNS,  mungkin ini tidak
berbeda, sebab nantinya ada seleksi:, pengumuman pendaftaran, seleksi
administrasi, seleksi khusus. Namn khusus untuk partai ini, ada
rekomendasi dan penugasan partai, katanya.

Seperti juga seleksi pada pentas penyanyi di Indonesian Idol, dalam
seleksi partai ini juga menggandeng pihak ketiga untuk menyeleksi
berbagai kemampuan. Mungkin dari sisi psikologi, penampilan, gaya
berbicara, publik speaking dan lain-lain.

Bagi yang tertarik untuk masuk menjadi kandidat politisi, partai ini membuka lebar bagi seluruh warga dan dipersilahkan menghubungi Lembaga Pemenangan Pemilu Legislatif  (LP2L) PPP yagn secara resmi mengumumkan
pembukaan pendaftaran bakal calon legislatif di markasnya di  Jalan Tebet
Timur Raya Dalam 64 A, Jakarta Selatan, pada hari ini Minggu (15/6/2008) seperti dikutip Okezone.com


***

MENCARI kandidat politisi dengan membuka pendaftaran bagi masyarakat
luas dan konon diselenggarakan di seluruh Indonesia ini memang
terbilang baru. Setidaknya ini ini bisa memberikan ruang lingkup
politik sebagai wahana yang bisa ditembus oleh siapa saja. Menjadi
kandidat partai politisi di partai ini setidaknya bisa menerima
kadernya dari mana saja.

Mengurusi organisasi bernama negara yang kini tengah menghadapi
berbagai macam tantangan baik regional maupun internasional, sudah
semestinya pengurus partai harus memberikan kepercayaan kepada calon pemilihnya nanti dengan menyediakan politisi yang handal.

juri_idol.jpg
Salah satunya, kita bisa belajar dari pentas Indonesian Idol yang kini masuk babak Spektakuler.  Tiga orang juri dengan
jeli melihat bagaimana seorang penyanyi itu mampu memukau penonoton.
Menyanyi menurut Titi DJ, adalah bukan saja menampilkan
karakter vokal yang prima, namun juga ia bisa memberikan sajian
penampilan dan gaya yang enak dilihat dan mengasikkan. Demikian juga Anang berpendapat, menyanyi itu harus enjoy dan bisa mengatur emosi.

Itulah menyanyi, lalu bagaimana dengan politisi setidaknya tidaklah
berbeda. Kemampuan politisi mesti juga ada yang bisa harus dipelajari
dalam dunia tarik suara. Seperti yang diteliti oleh juri
Indonesian Idol mereka tidak jauh dari upaya mengukur dengan teliti: bagaimana
si penyanyi mengontorol emosi, mengeluarkan suara dengan tidak
ragu-ragu, mengeluarkan suara dengan fasih dan jelas juga tidak sengau.
Mampu beraudiense, mampu memberikan karakter vokalnya yang khas
kemudian yang tidak bisa ditawar lagi adalah bagaima bisa berharmoni
antara suara instrumen dengan vokalnya. Harus Pas!

Jika para politisi itu mampu meniru ilmu para penyanyi pasti di senangi
oleh berbagai kalangan. Kita lihat, seorang penyanyi tidak membedakan
latar belakang dan segala macam kultur audiennya. Tidak mengenal
madzhab dan sekte-sekte. Karenanya, menyanyi adalah universal namun ada
satu titik yang harus diperhatikan penyanyi, seperti kata pencipta
lagu, Melly Goeslow, yaitu enak dan mengasikkan di dengarnya.

airin.jpgSayanganya kendala dalam dunia politik itu tidak seasik dalam dunia
nyanyi. Adanya hal-hal yang serius. Lihat saja istilah siapa kawan
siapa lawan. Atau istilah yang lebih populer, dalam politik tidak ada
kawan abadi yang ada kepentingan abadi. Atau yang lebih sangar istilah
"politik itu kejam" dan seterusnya.

Padahal sebetulnya dunia menyanyi adalah dunia diri dan masyarakat.
Kemampuan diri yang teraplikasi ke masyarakat kemudian diterima akan
tanpa ada ikatan dan juga represi. Hal inilah barangkali kenapa dunia
seni begitu mudah diterima masyarakat.

 
Sementara dunia politik (juga agama) saat ini masih menjadi "bahan kecurigaan".
Setidaknya tidak dengan serta merta mudah diterima oleh semua kalangan. Padahal jika saja
dunia politik dan agama mampu memberikan ruang yang luas seluas angkasa
untuk menerima dan memberikan hal-hal terbaik bagi dunia luar, pasti
akan diterima oleh semua pihak. Keasikan, kenikmatan kesyahduan dan
segala macam nada-nada suara indah baik dalam kata-kata, perbuatan dan
contoh dari para politisi setidaknya akan mampu merubah wajah
perpolitikan Indonesia.

rano karnoKarenanya, biasanya selama ini partai politik agar bisa diterima publik dengan memasang para selebriti atau politisi yang cantik.  Harapannya barangkali bisa diteirma publik dan dengan memasang politisi yang sudah akrab di mata pemirsa setidaknya bisa memberikan suara yang besar.

Namun PPP rupanya memberikan terobosan baru dalam moment menjelang 2009 ini. Tetapi jika PPP hanya sebagai ajang menjaring
calon politisi ini sekedar memberikan stimulasi dan perhatian publik, tentu
saja tidak berbeda dengan ajang Indonesian Idol yang hanya mencari popularitas via SMS
dan tayangan spektakuler tv yang menjaring iklan besar.

Tapi setidaknya upaya parpol untuk bisa membuka peluang ini patut dihargai. Karenanya, lembaga pesantren atau para alumni  yang tertarik bisa mengikuti ajang "politisi idol" yang digagas PPP ini. Apalagi jika acara politisi idol ini juga ditampilkan di televisi sehingga bisa menjadi perhatian publik yang lebih besar.  Jadi bagaimana nih, para alumni, kalau tidak bisa masuk nominasi Indonesian Idol karena latar belakang santri sangat sulitlah, maka mengikuti "Politisi  Idol" sangat memungkinkan. Iya boten sih? Cool (Kurt)