Gus Mus: Jangan Gunakan Kekerasan pada Ahmadiyah

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Gus Mus: Jangan Gunakan Kekerasan pada Ahmadiyah

Rabu, 04 Juni 2008

ANCAMAN kekerasan yang dilontarkan segelintir oknum tokoh ormas Islam terhadap Ahmadiyah membuat Gus Mus prihatin.  Gus Mus meminta kepada semua pihak agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan pada Ahmadiyah. Menurutnya, lebih baik menunjukkan jalan yang benar jika Ahmadiyah disebut menyimpang dari ajaran Islam.

 

Gus Mus menjelaskan, hal itulah yang dilakukan kalangan NU selama ini. "Kalau ada orang tersesat itu, orang NU pasti akan menunjukkan jalan yang benar, bukan justru menyalahkan atau menamparnya. Kalau pakai kekerasan itu bukan cara NU," katanya saat berbicara dalam acara ‘Khadijah Bersholawat’ di SMA Khadijah, Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini.

Namun, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, itu memilih bersikap berbeda dengan keputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) terkait Ahmadiyah. Menurutnya, masyarakat harus lebih bijaksana menyikapi hal itu.

"Saya tidak membela, tapi orang NU itu memang harus bersikap tawassuth (tidak memihak), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang)," ucap Gus Mus.

Ia menceritakan, sikap moderat NU yang sudah ada sejak dulu dilihat pemimpin Jepang sebagai "harapan" untuk dunia.

"Para pemimpin Jepang melihat ada dua pola kepemimpinan yang ekstrim, yakni kepemimpinan George W. Bush dan kepemimpinan Osama Bin Laden yang sama-sama ekstrim dan mengancam masa depan dunia," tuturnya.

Namun, kata Gus Mus, harapan Jepang kepada NU itu harus disikapi dengan introspeksi, mengingat banyak kekerasan yang "memperalat" agama telah melanda Indonesia. (Gusmus.net)