DKI Jakarta Juara Umum MTQ Nasional XXII

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

DKI Jakarta Juara Umum MTQ Nasional XXII

Rabu, 25 Juni 2008


Lomba
UTUSAN DKI Jakarta berhasil meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXII di Serang, Banten. 



 



Kafilah DKI Jakarta berhasil mempertahankan
kemenangan yang diraih dua tahun lalu pada MTQ Nasional di Kendari,
Sulawesi Tenggara, dengan mendapatkan nilai tertinggi di enam cabang
dan 16 golongan yang dilombakan. Pemenang MTQ Nasional diumumkan pada
akhir perhelatan 33 provinsi, yang ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla
(JK).






Pemenang umum kedua dan ketiga diraih
Banten dan Jawa Barat (Jabar). Posisi keempat direbut Jawa Timur,
disusul Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Barat,
Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua Barat. ”Musabaqah ini yang telah
memberi kita suatu hal, yakni keindahan membaca, pemahaman, tafsir, dan
penulisan Alquran yang merupakan rahmat dari Allah SWT,” ungkap
WapresJKsaat menutup MTQ Nasional XXII tadi malam.






Wapres
berharap hasil akhir MTQ tidak hanya diukur dari berapa banyak peserta
yang menang. Namun, MTQ ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat
dan bangsa. ”Dengan memahami semua itu, ukuran keberhasilan kita pada
akhirnya adalah keimanan kita sendiri,” jelas Wapres yang mengenakan
batik biru. JK menilai MTQ mengalami perubahan signifikan sejak awal
diselenggarakan.






Saat ini MTQ tumbuh menjadi
perlombaan dengan kategori yang lebih luas. ”MTQ telah berkembang dari
perlombaan yang sangat sederhana menjadi perlombaan yang memperebutkan
puluhan piala,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Golkar ini. Menteri Agama
(Menag) M Maftuh Basyuni berharap MTQ mampu memberikan sentuhan syiar
dan dakwah bagi masyarakat.






Salah satunya
adalah membentuk masyarakat yang berakhlak karimah. ”Kita harus
mengupayakan nilai dan etika yang bersumber dari Alquran mewarnai
perilaku masyarakat,”jelas Maftuh. (SND)