Yenni Wahid: Hemat Anggaran lebih Baik daripada Menaikkan BBM

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Yenni Wahid: Hemat Anggaran lebih Baik daripada Menaikkan BBM

Senin, 12 Mei 2008
Pemerintah sebaiknya lebih serius dalam menghemat anggaran ketimbang menaikkan BBM. Dampak dari kenaikan BBM ini adalah daya beli rakyat menurun dan semakin memiskinkan rakyat.
"Contohnya pada kasus pembangunan gedung koperasi harusnya dana itu untuk membangun sistem perkoperasian sehingga ekonomi rakyat dapat tumbuh kembang sehingga apabila ada shock economy masyaerakat tidak labih." Ujar putri KH. Abdurrahman Wahid di Jakarta seperti dikutip detik.com

Dalam rapat yang diikuti pengurus DPP PKB menyatakan akan mengerahkan seluruh kekuatan baik di parlemen maupun turun ke jalan untuk mencegah kenaikan harga BBM.

"Lewat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa kami akan melakukan penolakan sesuai sistem parlementer seperti hak interpelasi, sedangkan untuk non parlemen kami akan turun jalan bergabung bersama rakyat dan mahasiswa menolak kenaikan BBM," ujar Ketua Fraksi PKB Effendy Chorie, di kantor DPP PKB, Jalan Kalibata, Jakarta, Minggu (11/5/2008).

Dengan adanya kenaikan BBM maka, rakyat bawah akan semakin miskin sedangkan dari aspek politik ini menunjukkan pemerintah sudah tidak sanggup lagi mencari solusi bagi rakyat. "Pemerintah kan diberi daulat untuk mencari solusi bukan membebani rakyat," ujarnya.

Menurut Ketua Umum PKB Gus Dur Ali Masykur Musa, kenaikan BBM ini merupakan langkah pragmatis pemerintah yang mengakibatkan daya beli masyarakat menghilang.

Menurut data PKB dengan adanya kenaikan BBM maka 99 persen pendapatan masyarakat kecil hanya digunakan untuk membeli bahan makanan pokok.

"Terlebih langkah ini bertentangan atau mengkhianati amanat UUD 45 yaitu negara kesejahteraan, pengurangan subsidi ini kan seperti pada kasus Washington Consensus yaitu kesepakatan untuk mengurangi subsidi oleh negara," ujarnya.