Warga NU Suka Meniru

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Warga NU Suka Meniru

Rabu, 28 Mei 2008





KH Ahmad
Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin dalam pengajian bareng beliau memberi tausiah agar warga NU introspeksi dalam banyak hal. karena Warga NU itu suka meniru.




“Bangsa ini, kan bangsa timik-timik, jadi sedang suka
meniru. Jangan sampai yang ditiru itu tidak cocok dengan diri kita,”
ujarnya di hadapan ribuan jamaah warga NU yang hadir di Alun-Alun Kota
Blora, Jawa Tengah, akhir pekan lalu seperti dikutip oleh NU online.

Salah satu yang ditiru menurut Gus Mus adalah warga NU itu sudah ketularan membuat partai politik. Padahal, banyak warga NU yang
tidak mengerti politik. Karena itu, dia minta warga NU yang tidak
mengerti politik tidak usah terjun ke politik.

Gus Mus yang juga Mustasyar (Penasihat) Pengurus Besar NU itu
mengibaratkan NU adalah sebuah rumah besar yang komplit. Ada sawahnya,
tegal, tambak dan lain sebagainya. Kemudian, parpol di dalam bus
diibaratkan pelebaran bisnis transportasi yang kemudian menjadi sangat
laris.

“Lha, saking (terlalu) larisnya bisnis ini, yang semula
menggarap sawah, ladang tambak jadi ikut-ikutan ke garasi mengurus
kendaraan. Padahal, rupane (bentuk) busi saja dia tidak tahu. Ini, kan repot,” katanya.

Namun, lanjutnya, warga NU yang paham politik disilakan terjun ke
politik. Hanya, pesan Gus Mus, wawasan dan gagasan berpikirnya harus
luas, harus memikirkan kebangsaan. “Kalau terjun ke politik hanya
pengin jadi anggota DPR, itu politik kere (tidak ada gunanya),” tandasnya.