Pentingnya Persatuan Sunnah-Syiah demi Kejayaan Islam

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Pentingnya Persatuan Sunnah-Syiah demi Kejayaan Islam

Selasa, 06 Mei 2008

Bersatunya dua golongan syiah dan Sunni sangat potensial untuk prasyarat kejayaan umat Islam. Demikain disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.




"Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut," kata Din, dalam siaran persnya hari ini, di Jakarta, Senin.

"Kejayaan umat Islam pada abad-abad pertengahan juga didukung persatuan dan peran serta kedua kelompok umat Islam tersebut," kata Din Syamsuddin dalam siaran persnya hari ini.

Dalam kesempatan ini, Din Syamsuddin masih mengikuti Konperensi Islam Sedunia yang sedang berlangsung di Teheran, 4-6 Mei.

Konperensi dihadiri sekitar 400 ulama, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah dari berbagai belahan dunia.

Din yang berbicara pada sesi pertama bersama enam tokoh Islam lainnya menegaskan bahwa antara Sunni dan Syiah ada perbedaan, tetapi hanya pada wilayah cabang (furu`iyat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah).

Keduanya berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap Ali bin Abi Thalib.

Oleh karena itu, kata dia, kedua kelompok harus terus melakukan dialog dan pendekatan. Seandai tidak dicapai titik temu maka perlu dikembangkan tasamuh atau toleransi.

"Seluruh elemen umat Islam, dalam kemajemukannya, perlu menemukan 'kalimat sama' dalam merealisasikan misi kekhalifahan di muka bumi," katanya.

Kemudian dalam menghadapi tantangan dewasa ini, kata Din, umat Islam perlu menemukan dalam dirinya "musuh bersama".

"Dua hal ini, 'kalimatun sawa' (kalimat sama) dan 'aduwwun sawa' (musuh bersama) adalah faktor kemajuan umat," kata Din.

"Musuh bersama" itu, kata Din, terdapat di dalam diri umat Islam, yaitu kemiskinan dan keterbelakangan. (ant/kurt)