Penetapan Ongkos Haji Alami Keterlambatan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Penetapan Ongkos Haji Alami Keterlambatan

Sabtu, 31 Mei 2008
KBIH Buntet Pesantren



Jakarta(MCH)--Menteri Agama, M. Maftuh Basyuni mengakui penetapan ongkos haji musim haji 1429 H atau 2008 mengalami keterlambatan karena berbagai hal, salah satunya kenaikan harga bahan bakar (BBM) sebagai salah satu komponen bagi penerbangan maskapai Garuda dan Arab Saudi.



"Maunya ingin secepatnya, namun belum juga dapat diputuskan karena
harga BBM berupa avtur untuk pesawat -- hingga kini masih fluktuatif -
sehingga pemerintah masih harus menunggu waktu yang tepat, kata Maftuh
di Jakarta, Selasa.

Menurut menteri, komponen biaya haji secara keseluruhan tak naik. Hanya
biaya transportasinya saja yang kemungkinan naik sebagai dampak
"membumbungnya" harga minyak dunia. Biaya pemondokan di tanah suci saja
tak dinaikkan. Demikian pula biaya lain selama berada di tanah suci.

Jadi, besaran kenaikan itu yang belum diketahui sehingga pemerintah
belum dapat menetapkan ongkos haji pada tahun ini. Kendati demikian ia
berharap maskapai penerbangan tak seenaknya menaikkan harga tiket
penerbangan haji.

Sebelumnya dalam rapat kerja Februari 2008 lalu antara Menteri Agama
dan DPR-RI disetujui bahwa ONH 1429 H naik, menyusul naiknya komponen
biaya haji. Berapa kenaikannya, dewan belum dapat menetapkan besarannya
karena harus dibahas lebih rinci.

"Pada prinsipnya dewan setuju naik dan dapat memahaminya," kata Hasrul
Azwar, Ketua Komisi VIII yang memimpin sidang pada saat itu.

Menag mengusulkan biaya ONH naik mengingat sejumlah komponen biaya ikut
naik seperti transportasi penerbangan dari tanah air ke Saudi Arabia
yang menggunakan pesawat Garuda dan maskapai Saudi Arabia.

Termasuk transportasi darat di tanah suci, katering dan pungutan air
port tax. Termasuk rencana pemberian makan gratis di Mekkah.

Tentang pemberian makan gratis ini, Menag mengatakan, sebetulnya tak
diambil dari ONH. "Biayanya diambil dari tabungan haji. Jika dewan
setuju, hal itu bisa saja dilakukan".

Mengenai pemondokan di tanah suci yang belakangan ini sulit berkaitan
dengan adanya perluasan Masjidil Haram, ia mengatakan, hal ini masih
terus dilakukan negosiasi sehingga pada saatnya bisa terpenuhi bagi
seluruh jemaah Indonesia.

Sesuai kuota, jemaah haji Indonesia yang akan pergi haji sekitar 210
ribu orang. Sekitar 40 persen jemaah haji untuk pemondokannya sudah
beres. "Sekitar 40 persen sudah beres," kata Maftuh (ant/ts)