Obama Membuat Sejarah?

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Obama Membuat Sejarah?

Kamis, 22 Mei 2008

Barrack "Hussein" Obama mengukur sejarah?Oleh: Jajang Jahroni
Obama memang luar biasa. Banyak orang tersihir dengan retorikanya.
Sangat memukau. Politisi muda yang pernah beberapa tahun menghabiskan
masa kecilnya di Jakarta ini luar biasa. Padahal dia adalah orang kulit
hitam. Tidak hitam-hitam amat, sebab ibunya orang kulit putih. Namun
dalam realitas sosial orang Amerika ia dianggap orang kulit hitam. Dan
dalam sejarah Amerika belum pernah ada orang kulit hitam, jangankan
jadi presiden, jadi menteri pun mungkin baru beberapa orang saja. Namun
memang sejarah harus dibuat. Dan dalam beberapa bulan ke depan Obama
mungkin membuat sejarah.


 



Tak usah jauh2 mencari penggemar
Obama. Istri saya berharap betul Obama menang melawan Hillary Clinton,
mantan ibu negara dan politisi kawakan, pengalamannya 40 tahun. Itu
pula yang senantiasa diucapkan dalam pidato-pidatonya, bahwa ia pernah
ini, pernah itu. Sementara Obama, baru lima tahun jadi sanator. Meski
miskin pengalaman, banyak orang percaya bahwa Obama mampu menjadi
pemimpin Amerika yang handal.

Setelah dua periode dipimpin Presiden
Bush, orang Amerika menginginkan betul agar presiden terpilih nanti
membawa perubahan. Mereka muak dengan kebijakan Bush yang sok jago,
petantang-petenteng, sementara ekonomi Amerika morat-marit.

Obama
muncul membangkitkan kembali mimpi orang Amerika yang nyaris terenggut.
Memang mimpi tidak boleh terenggut. Apalagi kalo mimpinya indah. Dalam
hidup orang harus punya mimpi. Mimpi menjadi orang besar, mimpi menjadi
orang kaya. Dan mimpi orang Amerika adalah mereka ingin menjadi bangsa
besar, maju, berkuasa. Bush nyaris merenggut mimpi indah ini.

Dalam
kampanye-kampanyenya, Obama meneriakkan perubahan. Tema inilah yang
banyak menarik perhatian kaum muda Amerika. Sementara bagi kaum tua,
Clinton masih menarik. Karena itu kelompok besar pendukungnya berumur
50 ke atas. Dan dalam primari di West Virginia, Clinton menang telak.
Tapi kita pun harus tahu, demografi macam apa di negara bagian
tersebut. 95 persen kulit putih, memiliki wilayah perkotaan yang kecil,
dan termasuk negara bagian yang termiskin. Tambahan pula, negara ini
memiliki sejarah yang relatif berbeda dengan negara-negara bagian yang
di sebelah utara. Bukankah negara ini yang mengompori selatan untuk
melawan utara? Konon demokrat tidak pernah menang di sana melawan
republik.

Di West Virginia Obama kalah. Tapi ia masih unggul
jauh di atas Clinton. Masih ada 4 negara yang belum menyelesaikan
primary. Di beberapa negara, Obama tampaknya akan menang. Dan itu
artinya ia semakin dekat untuk mengukit sejarah. Mungkin saja, dalam
beberapa bulan ke depan, Obama benar-benar membuat sejarah. Paling
tidak dia benar-benar menjadi unggulan partai demokrat.

Jadi
presiden? Nanti dulu. Ia harus bertarung dengan McCain, calon dari
partai republik. Kedua orang ini hampir kebalikan satu sama lain. Obama
muda, McCain tua. Obama pintar ngomong, McCain ngomongnya membosankan.
Ujian yang sebenarnya tengah menanti Obama. Ia membuat sejarah baru?
Kita lihat saja.

Jajang Jahroni
Department of Anthropology
Boston University
Boston Massachusetts USA
Alumni MANU Buntet Pesantren