KNPI Menerima, IMM Menolak Kenaikan BBM

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

KNPI Menerima, IMM Menolak Kenaikan BBM

Minggu, 25 Mei 2008

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dapat memahami
dan mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar
minyak (BBM) sebagai keputusan yang terbaik dari beberapa pilihan
terbur. Sedangkn DPP IMM menolak kenaikan BBM.




"Kami menyadari pilihan dan keputusan yang diambil pemerintah adalah
keputusan terbaik dari yang terburuk. Kami juga menyadari presiden
telah mengambil keputusan yang tidak populis satu tahun menjelang
pemilu, " kata Ketua Umum DPP KNPI Hasanuddin Yusuf di Jakarta, Sabtu.

Hasanuddin Yusuf mengatakan hal tersebut usai bersama sejumlah
organisasi kepemudaan melakukan dialog dengan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono di Wisma Negara Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menegaskan, berdasarkan penjelasan presiden, KNPI bisa memahami dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah tersebut.

Dikatakannya, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM memang membuat
tidak senang sebagian masyarakat, namun dengan penjelasan Presiden
dalam pertemuan tersebut, pihaknya bisa mengerti alasan keputusan itu
diambil.

KNPI juga bersedia membantu pemerintah untuk menyosialisasikan
keputusan kenaikan harga BBM itu kepada masyarakat di 13 kota di
seluruh Indonesia.

"Keputusan menaikkan BBM, menunjukkan Presiden lebih mengedepankan
menyelesaikan persoalan bangsa ini dengan baik dan benar meski
taruhannya adalah jabatan beliau. Kami mendukung keputusan beliau ini
dan berharap bagi teman pemuda dan mahasiswa yang belum sepaham untuk
berdialog dengan kami," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Amiruddin mengatakan pihaknya tidak serta merta menyetujui keputusan
presiden menaikkan harga BBM karena pemerintah seharusnya bisa
mengurangi konsumsi BBM dengan mendorong produksi bahan bakar
alternatif.

"Kami tidak bisa menerima kebijakan itu 100 persen dan berharap
produksi bahan bakar alternatif bisa terus didorong. Itu aspirasi
kami," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng mengatakan dalam
pertemuan tertutup itu Presiden Yudhoyono sangat menghargai