Keprihatinan SMU N 9 Bandung Menyikapi Krisis Minyak

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Keprihatinan SMU N 9 Bandung Menyikapi Krisis Minyak

Jumat, 30 Mei 2008

Oleh: Redaksi
Krisis ekonomi akibat naiknya harga BBM mengundang kalangan pelajar ikut prihatin. Jika di Jakarta rawan tawuran dari anak SMP hingga Mahasiswa, maka cara SMAN 9 Bandung lain lagi. Mereka justru menggelar istighosah atau berdoa bersama agar diberi kekuatan dalam menghadapi himpitan hidup karena dampak kenaikan harga BBM.





Agus Suderajat guru agama SMAN 9 Bandung itu sebagai pemimpin acara.
Peserta Istighosah diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2 berjumlah sekitar 700-an siswa yang dimulai pada
pukul 8.00 hingga 11.00 kemarin. Tulis Koran SINDO hari ini, Kamis, 29
Mei 2008.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat Iwan Hermawan,
mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM juga berimbas pada dunia
pendidikan. Salah satunya biaya SPP yang diperkirakan akan naik 20%.
”Belum lagi kenaikan harga buku mata pelajaran.Kenaikan harga BBM bagi
kami adalah ‘tsunami kedua’. Kutip SINDO.

"Istigasah ini kami laksanakan sebagai bentuk keprihatinan atas musibah
nasional yang menimpa masyarakat Indonesia setelah pemerintah menaikkan
harga BBM sebesar 28%,” katanya. Iwan pun menambahkan, tidak banyak
yang bisa dilakukan menyusul kenaikan harga BBM,kecuali berserah diri
kepada Sang Khalik.

Bahkan ia pun prihatin bahwa melakukan aksi demonstrasi, saat ini nyaris tak
bermanfaat karena tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. ”Kami
berharap kenaikan harga BBM diiringi dengan kenaikan bantuan
operasional sekolah (BOS) dan bantuan khusus murid (BKM) sehingga para
siswa tidak terlalu terbebani oleh kenaikan harga BBM,”ujar Iwan.

Meskipun masih pelajar, mereka begitu khusu memanjatkan doa dalam
mengikuti rangkaian acara tersebut. Bahkan, beberapa siswi terlihat
haru sampai menitikkan air mata.Seorang siswa kelas 2 SMAN 9 Faiz Urvan
berharap melalui istigasah ini dirinya diberikan kekuatan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa. ”Impitan ekonomi akan semakin memberatkan kami sebagai
anak didik,”kata Faiz. (SND)