Gus Dur Mengaku Jadi Sasaran Tembak

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Gus Dur Mengaku Jadi Sasaran Tembak

Senin, 05 Mei 2008

Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengakui dirinya telah menjadi sasaran tembak yang dilakukan orang tak dikenal dengan menembak rumahnya.

Hal itu diungkapkan Gus Dur dalam sebuah sambutan perkenalan Pasangan Cagub-Cawagub Jatim Dr. H. Achmady-Brigjed TNI (Purn) Suhartono, SH seperti dilaporkan Antara Surabaya.

 

"Doakan saya selamat, karena saya ditembak. Untung, kaca rumah di Ciganjur yang kena, tapi berlobang, nanti sasarannya ke saya juga, sehingga banyak tentara dan polisi yang datang ke rumah," katanya di hadapan pengurus PKB, NU, dan beberapa ulama di Surabaya, Minggu petang.

 



"Negara kita penuh dengan kebohongan dan PKB yang berani mengatasinya. Rumah saya pun ditembak agar saya takut. Di Kudus itu tiap pemilih dibayar Rp5.000 per-kepala, tapi KPU diam saja, karena itu saya minta diproses ke pengadilan," katanya.

Hal yang sama, katanya, juga terjadi dalam Pilkada di Jabar dan Sumut. "Di Jabar ada 900.000 pemilih tak didaftar KPU, karena itu golput di Jabar mencapai 55,5 persen lebih," katanya.

Menurut mantan presiden itu, Indonesia tidak bisa dibangun dengan ketidakjujuran dan kebohongan, karena sikap seperti itu sudah terbukti membuat Indonesia mengalami krisis berkepanjangan, terutama krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah.

"Tapi, saya juga membenahi PKB, karena itu ada 40 DPC yang sudah saya bekukan, karena PKB nggak boleh dibangun dengan kebohongan. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ada perbaikan secara perlahan," katanya. (diolah dari Antara)