Biaya Pendidikan SD s/d SMU Gratis

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Biaya Pendidikan SD s/d SMU Gratis

Sabtu, 24 Mei 2008


Pendidikan Gratis bukan utopiaOleh: Fitri Kamalia



Ada
berita menarik yang datang dari dinas permerintah DKI Jakarta. Guberbur
terpilih, H. Fauzi Bowo memberikan kebijakan pendidikan gratis untuk SD
dan SMP negeri. Bahkan untuk tahun 2008 ini diberlakukan juga bagi
siswa SMU. Pelaksanaanya itu akan ditanggung oleh Pemprov DKI.
Namun sayangnya, program yang akan dimulai pada tahun 2008 ini hanya
siswa yang tidak mampu, namun memiliki prestasi, yang akan mendapat
beasiswa.



 



Hal
itu diungkapkan oleh H. Fauzi Bowo atas komitmentnya untuk
menggratiskan pendidikan kepada pelajar miskin dari SD hingga SMU.
Meskipun hanya untuk anak-anak berprestasi, namun kabar ini sangat
menggembirakan. Sebab di tengah krisis yang masih mendera bangsa ini,
kebijakan pemerintah untuk menggratiskan pendidikan ini sangat
ditunggu-tunggu.






"Kita
berusaha untuk melanjutkan kebijakan sekolah gratis untuk SD dan SMP
negeri. Jadi, kalau ada kepala sekolah dan guru yang melakukan pungutan
uang pangkal, ya akan kita usut," kata Fauzi seperti ditulis dalam
situs Dikmenti DKI Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela acara melepas parade jalan
sehat yang diikuti lebih kurang 10.000 warga Jakarta dalam rangka
parade untuk kebangkitan pendidikan nasional, di Silang Monas, Minggu
kemarin.






Sebuah
konsekwensi yang patut diacungi jempol meskipun masih terbatas untuk
mereka yang berprestasi. sebab tidak jarang orang-orang miskin yang
memiliki anak-anaknya yang cerdas masih terbengkalai pendidikanya.
Alasanya adalah karena di setiap sekolah pungutan biaya pendidikan
cukup mahal. Misalnya di salah satu SMU di wilayah Kebayoran berkisar
antara 100-200 ribu perbulan. Kebijakan ini tidak membatas si miskin
atau si kaya.



Dengan
adanya kabar ini, semoga saja para pelajar cerdas dari kalangan orang
tidak mampu bisa bersaing dalam dunia global dan pada akhirnya
pendidikan merata untuk semua pelajar.






Namun
dalam pelaksanaanya kita berharap jangan sampai kebijakan dari Gubernur
ini memble di tingkat pelaksana pendidikan. Sebab boleh jadi, meskipun
di tingkat pusat kebijakan menggratiskan pendidikan ini diberlakukan,
maka di tingkat bawah si pelajar ini justru dibebani dengan biaya-biaya
di luar pendidikan misalnya biaya keterampilan, kurusus atau biaya
ekstra kurikuler yang bermacam-macam.






Karena
itu, kita mengharapkan agar memperoleh kejelasan dan kemudahan dari
dinas pendidikan itu untuk melayani mereka yang haus pendidikan namun
tak berbiaya. Dengan adanya kesiapan para pelaksana pendidikan untuk
menerima mereka dan tidak membeda-bedakan di anatar mereka, maka semoga
saja pendidikan bagi kaum miskin bukan menjadi kendala tetapi justru
pelaung yang sama dengan para pelajar dari kalangan yang mampu. Semoga saja kebijakan itu bukan sebuah utopi (kebohongan) seperti janji-janji politik. Terima
Kasih pak Fauzi.




Bagaimana dengan Jawa Barat atau Cirebon, bisakah kebijakan ini diberlakukan. Di musim isu (eh bukan isu dingWink ) naiknya BBM yang bakal diberlakukan akhir bulan ini, maka kebijakan seperti ini sangat diharapakan. Dan sebaiknya BLT itu disalurkan kepada pendidikan gratis. Semoga saja. 



 



Fitri Kamalia, anake wong Buntet tinggal ning  Jakarta.