Bangkit itu Apa?

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Bangkit itu Apa?

Rabu, 21 Mei 2008


Oleh: Fitri Kamalia
Bangkit itu susah?Kata "Bangkit" tidak setiap orang mampu mengungkapkan maknanya. Bahkan bisa jadi makna kebangkitan nasional yang diperingati sekarang inipun berbeda arti di setiap kita. Namun bagi H. Deddy Mizwar, sutradara asli Betawi ini kita dibawa kepada sebuah pemaknaan yang konstruktif.   Bagaimana yang lain memaknainya?



Seperti yang sering ditayangkan oleh Stasiun Televisi, akhir-akhir ini,  gambar wajah Deddy
Mizwar close-up dengan mimiknya yang khas. Meskipun munculnya tidak sesering tayangan Ketua PAN, Sutrisno Bachir yang
tengah gencar dalam iklan pribadinya, namun bagi saya, ungkapan Deddy
Mizwar ini begitu menggoda. Tidak kalah dengan tayangan iklan
kecantikan semacam Miss Indonesia atau Indoensian Idol yang lagi spektakuler.Laughing









Kalimat bijak dari Bang Deddy Mizwar itu selengkapnya sebagai berikut:



 



Bangkit Itu… Susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang













Bangkit itu… Takut
Takut Korupsi






Takut makan yang bukan haknya











Bangkit Itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan Prestasi











Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan











Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu











Bangkit itu… Tidak Ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa











Bangkit itu… Aku
Aku…untuk Indonesiaku











***


 






Iklan Sampoerna tidak kalah serunya dalam sebuah tayangan iklannya memaknai kebangkitan nasional dengan ide tayangan kartu domino. Di dalamnya ada gambar tokoh-tokoh nasional seperti Budi Oetomo dan Soekarno. Juga muncul tokoh perfileman (mungkin) sebagai ajakan atau memberikan gambaran bangkitnya "film" nasional.




Garin Nugroho
Bagi Garin Nugroho
, seperti dalam tayangan di MetroTV, kira-kira dia berbicara tentang kebangkitan Nasional itu dengan sebuah ungkapan yang mendefinisikan empat hal utama permasalahan bangsa.



 



"Ada empat hal yang menjadi masalah bangsa ini harus dibuat pemecahannya oleh pemerintah." Ungkap Garin



 



Singkatnya, menurut sutradara terkenal ini, masalah multikultural,
pendidikan, pangan dan energi. Pemerintah tidak cukup membuat
slogan 100 tahun Indonesia bangkit namun harus mau membuat sebuah strategi
untuk 4 masalah tadi.  Sebuah strategi manajemen pemerintah dari yang jangka pendek  seperti 5 tahunan), jangka menengah 25 tahunan dan jangka panjang 50 tahunan kemudian menjalankannya secara fokus, saya yakin bangsa besar ini bisa
bangkit.





 





"Indonesia rakyatnya tahan uji. Bukankah  itu merupakan sebuah potensi, jadi bukan alasan untuk selalu disia-siakan dan dibuat menderita. Maka
ujilah rakyat dengan sebuah strategi yang terfokus tadi, beritahukan
strateginya, paparkan resikonya, pahamkan berapa lama rakyat harus
menderita dan setelah itu baru bisa sejahtera". lanjutnya. 





 





Peristiwa kebangkitan Nasional sekarang ini juga ditandai dengan pergantian hidup-matinya  generasi pejuang yang masih tertinggal. Misalnya kemarin, seorang tokoh wartawan saksi dari Proklamasi Kemberdekaan RI yaitu SK Trimurti meninggal dunia dalam usia 80 tahun, juga Bapak Ali Sadikin, Mantan Gubernur DKI Jakarta meninggal di Singapura. (*)





 



Fitri Kamalia, anake wong Buntet tinggal di Jakarta.