Amien : Firaun Baru Itu Neoliberalisme

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Amien : Firaun Baru Itu Neoliberalisme

Sabtu, 31 Mei 2008

Oleh: Redaksi
Firaun adalah salah satu simbol pemimpin yang masih dikenang sebagai sosok penindas di zamannya. Begitupula Namrudz dan Abu Jahal serta Abu Lahab. Di zaman Neoliberalisme saat ini pun muncul semacam  itu seperti Geoge Bush yang menjajah
Irak. Sama saja sebagai penindas hanya dalam manifestasinya yang  berbeda beda.



“Para Rasul adalah bagian Partai Allah dan  musuhya adalah
Partai Setan” Katanya dalam Dialog Publik rangkaian acara Muktamar
IMM XIII yang digelas di  Wisma Bandar  Lampung, Jumat malam (30/05/2008).

Lebih jauh, seperti diberitakan oleh situs resmi Muhammadiyah penasehat PP Muhammadiyah Prof. Dr. Amien Rais juga mengingatkan 
para kader muda muhammadiyah seluruh Indonesia itu bahwa peseteruan abadi yang tercantum melalui kisah-kisah para
Nabi dalam sepertiga Al Quran adalah antara yang Haq dan yang batil.



“Ini harus dibaca sebagai haq lawan batil, nahi mungkar lawan nahi
ma’ruf, amar mungkar lawan amar ma’ruf, hisbullah lawan hisbul syaitan”
paparnya kemudian. Menurut
Ketua Majelis Wali Amanah Univ. Gadjah Mada tersebut, bila dahulu kita
mengenal penindasan dan ketidak adilan yang dilakukan Firaun.


Dalam  konteks
Indonesia saat ini Amien menyatakan  walaupun  Agustus 2008 nanti
Indonesia memperingati 63 tahun kemerdekaannya, pada hakekatnya bangsa
kita ini belum merdeka .“Saat ini ada kekuatan bernama 
neokolonialisme, neoimperialisme  yang ternyata masih mengangkangi
kehidupan indonesia” paparnya. (Kurt)