400 Ribu Mahasiswa Diberikan Beasiswa

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

400 Ribu Mahasiswa Diberikan Beasiswa

Rabu, 28 Mei 2008

Sebanyak 400 Ribu
Mahasiswa akan mendaptkan beasiswa secara langsung. Namun program ini
dikhususkan kepada para mahasiswa yang tidak mampu. Masing-masing akan
memperoleh Rp. 500 ribu per semester. Beasiswa ini merupakan kompensasi
kenaikan harga BBM.






''Beasiswa akan diberikan mulai semester
ganjil 2008 atau sekitar
Juli. Untuk dua semester selanjutnya akan diusulkan ke DPR,'' Ungkap
Menko Kesra, Aburizal Bakrie, usai rapat kabinet di Kantor Presiden di
Jakarta, Selasa (27/5) kepada media. Sedangkan Mendiknas, Bambang
Sudibyo, menjelaskan,
beasiswa ini diberikan karena Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono melihat adanya asimetri dalam subsidi pendidikan. Untuk wajib
belajar sembilan tahun sudah ada biaya operasional sekolah (BOS) dan
sekolah menengah ada bantuan khusus murid. ''Tapi, mahasiswa tidak
ada.''  Padahal, kenaikan harga BBM turut memengaruhi biaya hidup
mahasiswa.





''Presiden meminta Menkeu memindahkan dana dari pos subsidi BBM ke
beasiswa atau BKM ini,'' kata Bambang. Jumlah 400 ribu mahasiswa itu,
lanjutnya, mewakili 8-11 persen mahasiswa aktif di Indonesia. ''Saat
ini total ada 83 perguruan tinggi negeri dan 2.700-an swasta.'' Kutip beberapa media Nasional.





 


Persenan Buruh Dinaikkan



Kabar lain di berbagai koran menulis bahwa Presidenpun tidak saja memberikan beasiswa kepada mahasiswa, Presiden juga meminta
uang transpor dan uang makan buruh dinaikkan. Menurut Menakertrans,
Erman Suparno, hasil koordinasi antara Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo) dan serikat pekerja di tingkat nasional menyepakati hal itu.
Besaran kenaikannya, tergantung kemampuan perusahaan masing-masing.
Pengusaha, kata Erman, berupaya agar jangan ada lagi PHK sebagai
akibat kenaikan harga BBM.





Tak hanya mahasiswa dan buruh, pengusaha juga akan memperoleh
insentif fiskal maupun nonfiskal. Insentif fiskal berupa harmonisasi
tarif pajak pertambahan nilai dan barang mewah (PPNBM) di sektor riil.




 





 



''Ini komitmen tripartit. Pemerintah mendorong dan memonitor
realisasinya. Apindo juga menyadari pekerja bagian dari produksi,''
kata Erman dalam kesempatan lain ia pun berujar bahwa ''Semua ini untuk memerhatikan buruh yang kena dampak BBM.''  (Kurt)