Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain

Kamis, 17 April 2008
خطبة جمعة


 


بسم الله الرحمن الرحيم | السلام عليكم ورحمة الله
وبركاته


الحمد لله رب العاليمن وبه نستعين على امور الدنيا
والدين ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم


اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ولا نعبد
الا ايه مخلصين له الدين ولو كره المشركون


واشهد ان محمدا عبده ورسوله لانبي بعده

اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحبه
ومن تبعه ووالاه. اما بعد.


 

وياعباد الله اصيكم اياي بتقوالله فقد فاز المتقون



إعلموا ان الله قد قال في القرآن الكريم وهو اصدق القائلين

تعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على
الإثم والعدوان


صدق الله العظيم

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

خير الناس انفعهم للناس

صدق الله العظيم وصدق رسوله النبي الكريم ونحن على
ذلك من الشاهدين والشاكرين والحمد لله رب العالمين


معاشر المؤمنين


 




Jamaah Jum'at yang berbahagia, terlebih dahulu saya berwasiat untuk
diri saya sendiri sekaligus juga untuk hadirin sekalian marilah kita semua
bertaqwa kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya taqwa juga jangan sampai kita
meninggalkan dunia kecuali keadaan kita tetap menjaga rel Islam yang
sesungguhnya.


 

Ma'aasyirol muslimina rahimakumullaah...

Allah telah berfirman dalam quran almaidah-2 yang terbaca dalam
muqaddimah tadi:
تعاونوا على
البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان 
| صدق الله العظيم     


Artinya: tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan
taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwwalah
kamu kepada Allah sungguhnya Allah amat berat siksanya.


 

Mari kita fahami firman Allah ini.  Kita bersama-sama  tadi menyimak ada kata-kata ta'awanu,
artinya saling tolong-menlong. Sikap tolong-menolong diantara sesama kita
adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu. Karena kita ini
semuanya, bukan hanya sebagai makhluq pribadi saja tetapi juga sebagai makhluk
sosial. Makhluk yang butuh bermasyarakat. Setiap individu yang ada di
masyaratkat, pasti mempunyai kelebihan yang ada dalam diri masing-masing. Potensi
itulah yang harus didayagunakan dan dimanfaatkan utuk menolong sesama kit lebih-lebih
yang membutuhkan. Kelebihan dan kekurangan yang ada dalam individu
masing-masing seyogyanyalah saling mengisi. Untuk memenuhi kebtuhan yang ada di
dalam masyarkat itu sendiri. Seharusnyalah adanya kerjasama yang baik dan masing-masing
mesti bersama-sama merasa bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat itu
sendiri. Dan untuk melihat contoh-contoh kerjasama yang baik ini sangat banyak.
Tapi coba dalam kesempatan ini mengetengahkan salah satu makhluq Allah yang
bisa dijadikan contoh adalah binatang yang bernama lebah.


 

LEBAH itu mempunyai dedikasi yang sangat tinggi terhadap masyarakatnya.
Kerjsama yang haromois membangun sarangnya secara bersama-sama. Setelah jadi sarangpun
untuk menjaganya pun dikerjakan secara bersama-sama kalau coba-coba ada yang
ingin mengusik tempat tinggalnya binatang itu, maka  mesti berpikir seribu kali. Itulah yang kami
lihat pada masyarakat lebah.


 

Kerjasama yang baik itu disamping menjaga apa yang diproduksi,
ternyata apa yang diproduksi dari lebah itu luar biasa. Disamping untuk memenuhui
kebutuhannya sendiri,  iapun bisa
ekspansi kepada masyarakat di luar dirinya, yaitu manusia.


 

Karenanya, kerjsama lebah harus kita tiru. Ternayta, adapula contoh
yang tidak boleh ditiru oleh manusia yaitu suatu binatang yang hanya memikirkan
diri sendiri. Membangun rumah senidri. Untuk masyarakatnyapun  ia tidak mau peduli apalagi untuk masyarakat
lain. Ia adalah sarnag laba-laba.


 

Marilah kita amati. Ia membangun sendirian bahkan merasa aman, sebagai
tempat perlindungan; iapun berbangga diri. Hasil karyanya tanpa bantuan pihak
lain; Ia merasa kokoh. Itulah sang laba-laba. Padahal kenyataanya, karya itu
tidak sesuai apa yang diperkirakan oleh dirinya. Justru sebaliknya, selain dia
akan menilai rumah itu sangat rapuh, tidak ada kekuatan, baru diterjang oleh
burung kecil saja langsung berantakan. Itulah hasil dari berbangga diri, hasil
mandiri, hasil dari menyendiri. Itulah yang disebut  ta'ajjub namanya. Siapapun orangnya yang berbangga
diri, lemah, tidak ada kekuatan. Ini contoh yang nyata di alam ini.


 

Hadirin yang berbahagia .....

Tolong-menolong yang termaktub dalam quran adalah ta'aawanuu. Kemudian
jika diteruskan setelah  ta'awanu
ada kalimat  'alal birri wattaqwaa. Maksudnya
adalah kita bertolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Kalau kita pahami apa
kata albirri. Ia berarti kebajikan setiap orang yang melakukan kebaikan.
Kemudian apa ukurannya? Ia memiliki  manfaat untuk dirinya. Sebagai contoh manusia memiliki
manfat untuk manusia lainnya. Sebuah karya terlihat bagus hasilnya, dikerjakan secara
bersama-sama. Misalnya membuat karya untuk kepentingan umum seperti masjid,
jalan raya, lapangan olah raga, selokan lingkungan dll. Kemudian karya-karya
tersebut diperindah dengan nilai estetika seni yang baik, itu disebut albirru.
Nah di situlah manusia akan menyatakan keridoannya.


 

Sebab kalimaah riddonnas lakal birru,  bahwa kerindoan manusia itu hanya terbatas
pada yang indah-indah tampilnya. Maka kalau tidak bagus walaupun bermanfat,
maka manusia tidak meridoi. Itulah keridoan manusia. Pokoknya batasannya adalah
yang indah dan bagus.


 

Karena itu ayat ini meneruskan dengan ungkapan wattaqwa... sedangkan
arti wattaqwa adalah ridonnas. Keridoan Allah tidak hanya sebatas
melihat yang indah saja tapi justru ada fondasi yang penting yaitu taqwa.. Misalnya,
kita milihat suatu bangunan sangat indah sekali, kemudian manusia meridoi dan
menjadi senang. Ditambah lagi bangunan itu berasal dari rezki yang halal. Maka
langsung Allah pun meridoi. Di sini berarti keriodan itu memiliki dua arah: keriodan
manusia diperoleh, begitu pula keridoan Allah. Oleh karena itu kewajiban bagi
setiap individu, setiap kali beramal ibadah harus dilakukan menuju dua arah.
Rido manusai juga rido Allah. Jangan dikerjakan dengan saparo. Kalau hanya
mengerjar rido manusia maka akan tersiksa di dunia dan akherat; namun jika hanya
karena rido Allah saja dijamin pribadinya, dunia akhterat;  Jika mencari rido manusia dan Allah ini berarti
keindahan untuk manusia tapi ketaqwaannya menuju kepada Allah.  Itu sangat bagus sekali. Artinya keridoan di sini
adalah memberikan kesenangan kepada manusia.


 

Lalu kenapa kita harus mencari rido manusia dan menyengkan manusia? Hal
ini karena kita sebagai mankhluq sosial.  Mengapa kita mencari rido Allah, karena kita
adalah mkhluq pribadi. Adapun cara untuk mencari rido Allah dengan niat. Setiap
kali kita bermal ibadah, harus disertai nilai ikhlas. Yang dimaksud dengan ikhlas
adalah mengarahkan segala amal ibadah kepada Allah. Dalam bahasa lain,
menitipkan segala sesuatu di sisi Allah. Jika segala sesuatu dititpkan kepada Allah,
pasti segala sesuatu itu akan dijaga-Nya. Shalat karena Allah menyembah Allah
karena Allah. Jika dilakukan dengan ikhlas, maka itu yang disebut menitpkan kepada
Allah; dalam bersedekah, kita memberikan sesuatu bukan karena siapa-siap  namun demi karena Allah itu pun berarti menitipkan
sedekahnya  di sisi Allah.


 

Jika suatu waktu kita merasa membutuhkan karena terdesak keadaan,
kemudian kita bermohon kepada Allah, bermunajat kepada dan berdoa kepadaNya,
maka  Allah pun akan melihat adakah yang
ia dititpkan di sisi-Ku.  Jikalau ada
pasti akan dikembalikannya. Bahkan tidak akan berkurang sedikitpun. Karena jika
menitipkanya  kepada Allah maka akan
dikembalikan 10 kali lipat. Nah, dengan demikian jelaslah bahwa  keuntungan kita jika beramal karaena Allah kita
bebas melakukan rentenir dengan Allah. Bayangkan 1 jadi 10, kadang  70 100, 200 dst. Silakan menjadi profesi rentenir
namun hanya kepada Allah sebebas-bebasnya dan sebanyak-banyaknya.


 

Namun janganlah menjadi rentenir sesama mansia karena menurut hukum
syariat terlarang keras. Haram hukumnya.


 

Hardirin yang berbahagia... Marilah kita saling mengerti bahwa anjuran
quran yang berisi tolong-menlong dan diperkokoh oleh hadis Nabi tolong-menolong
antara si kuat dan lemah kaya dan si miskin adalah merupakan suatu masyarkat
yang indah. Masyarkat yang sejahtera.


 

Sebagaimana Allah berfirman dalam hadits qudsi  al aghniyaaul wukalaai, artinya orang-orang
kaya itu wakil. Namanya wakil, ya wajar kalau jumlahnya sedikit. Sebagai
perbandingan: rakyat Indoneia berjumlah ratusan juta tapi wakilnya hanya 1000
di DPR/MPR. Betul-betul  contoh ini
menunjukkan bahwa wakil itu sangat sedikit. Artinya orang kaya jumlahnya sangat
sedikit. Tapi ingat kalau wakil-wakil tersebut tidak dapat dipercaya lagi
jangan salahkan siapa-siap  kalau ada
demo. Ingatlah bagaimana demo di Gedung DPR/MPR luar biasa besarnya. Hal itu karena
 para wakil rakyat itu sudah tidak
dipercaya. Begitu juga sama saja jika orang kaya sudah tidak percaya lagi oleh Allah
maka jangan heran jika Allah memerintahkan kepada para trentaranya untuk demo
kepada orang-orang kaya. Sebagaimana firman Allah :


وما يعلم جنود
ربك الا هو


Artinya: "tidak mengetahui tentara Allah kecuali Dia".

 

Tentara Allah itu terdiri dari Air, api, angin dan Hama. Air kalau
sudah mengamuk rumah mewahpun tenggelam. Tapi Allahpun adil kalau orang kaya
sebagai anggota masyarakat, sebagai parternya orang lemah. Orang lemahpun punya
kewajiban kalau orang kaya itu punya kewajiban: apa kewajibannya sebagaimana
hadis Rasulullah saw:


 

فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا
بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ


 

Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah menolong umat ini
karena kelemahannya para kaum du'afa yang terus-menerus berdoa, shalat dan
tetap dalam ikhlas."


 

Jika kaum duafanya tidak pernah berdoa, tidak pernah sujud, tidak pernah
ikhlas. Jika mereka tidak dimikian berati sudah tidak dipercaya lagi. Ini
berarti dalam kasus di negara manapun jika dua wakil yang ada di dunia ini
sudah tidak dipercaya lagi oleh Allah. Maka wajar kalau Allah itu demo. Bala
itu akan datang baik dari langit turun ke Bumi, atau  dari dalam Bumi keluar ke permukaan, gempa di
mana-mana, angin bertiup sangat kencang, perut bumi mulai  keluar dan lain-lain.


 

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia.....

Kita sebagai anggota masyarakat mempunyai porsi masing-masing. Apakah
porsi kita sebagai orang lemah atau porsinya sebagai orang kaya. Ingatlah terus
akan kewajiban orang kaya, Ia mesti beribadah dengan cara orang kaya, misalnya jangan
disimpan 100 % harta kekayannya tetapi keluarkanlah. Kepada kaum du'afa, janganlah
terus-terusan menikmati pulasnya tidur! Perbanyaklah berdoa. Jika dua tugas
oleh yang dikerjakan sesuai porsinya masing-masing baru terjadi dua kelompok masyarakat
yang bermanfaat. Maka dari sinilah nilai manusianya meningkat. Karena nabi
bersabda : "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia
lainnya."


 

Hadits tersebut menjelaskan bahwa nilai manusia itu dilihat dari kemanfaatnya.
Jika hartanya banyak, dan bermanfaat bagi orang lain, berarti ada nilai buat
manusia. Begitu pula sebagai duaafa jika rajin berdoa, rajin dalam mengerjakan shalatnya
kemdian  ikhlas dalam segala hal, maka nilai
kaum duafa ini kemanusiaanya naik. Kalau dua-duanya terlaksana maka menjadilah
masyarakat yang adil makmur sejahtera, loh jinawi.


 

Akhirnya cobalah kita masing-masing harus punya motor. Tiada hari
tanpa menyenanggkan orang lain. Itu adalah sifat motor. Tiada hari tanpa menyenangkan
orang lain. Jadi, kita harus berkpkir setiap hari.. sudahkah bermanfaat hari
ini untuk orang lain?


 

Demikianlah khutbah hari ini semoga bisa membangunkan orang yang
tengah tidur sehingga siap terjun di  arena
perjuangan, di tengah-tengah masyarakat.  Karenanya harus selalu memiliki motto :
"Aku harus bermanfat di tengah masyarakat" Semoga.


 



أعوذ بالله من
الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم


والعصر ان الأنسان
لفى خسر الا الذين امنوا وعملوا الصلحات وتواصوابالحق وتواصوا بالصبر.


بارك الله لى
ولكم فى القرآن الكريم ونغعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم
تلاوته انه هو الغفور الرحيم، رب اغفر  وارحم
وانت خير الراحمين ويانجات التائبين.

Mohon dicek kembali ayat dan tulisan hadits atau lainnya. Khutbah disampaikan oleh Alumni Buntet di Masjid Baiturrahim Jakarta.