Kejujuran dalam Ujian Nasional

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Kejujuran dalam Ujian Nasional

Selasa, 22 April 2008

Menteri
Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menekankan, hal yang
paling penting untuk diprioritaskan oleh peserta ujian nasional (UN)
bukanlah angka kelulusan, namun nilai kejujuran. Mendiknas menyatakan,
tidak pernah membebani dalam memberikan target kelulusan.



 





"Yang paling penting bagi saya  untuk Ujian Nasional
ini adalah kejujuran. Itu yang betul-betul saya tuntut, tapi kalau
nilai saya tidak pernah menuntut. Saya tidak pernah memaksakan
kelulusan seluruh peserta ujian. Namun jika mengenai kejujuran, saya
sangat straight," kata Mendiknas.






Hal tersebut disampaikan Mendiknas saat memberikan
tanggapannya mengenai Ujian Nasional (UN) tahun 2007/2008 di
tengah-tengah pertemuannya dengan para pimpinan media massa se-Kalimantan Barat, di Hotel Grand Mustika,


Pontianak,
Kalimantan Barat, Senin (14/04/2008) . Pada pertemuan tersebut,
Mendiknas didampingi para pejabat eselon I dan II Depdiknas.






Menurut Mendiknas, bila terjadi kejenuhan terhadap
para peserta ujian, seharusnya dinas kabupaten setempat yang harus
lebih memberi toleransi dan jangan terlalu memberi tekanan. "Kalau
urusan tidak lulus, saya tidak pernah menekankan seperti itu, memang
ujian itu hasilnya adalah antara lulus atau tidak lulus," paparnya.






Sementara untuk masalah seberapa besar pencapaian
nilai UN bagi para siswa SMP, SMA dan sederajat,  Mendiknas sepenuhnya
menyerahkan kepada masing-masing sekolah agar dapat mengerahkan segala
upayanya untuk mendapatkan hasil yang terbaik. "Untuk urusan nilai,
silakan upaya masing-masing sekolah karena memang sudah ada otonomi
yang diberikan untuk sekolah di seluruh daerah. Bila ada permasalahan,
sekolah juga harus bisa mengatasi solusinya," lanjut Bambang.






Mendiknas mengatakan, otonomi yang diberikan kepada
seluruh sekolah di Indonesia akan membuat sekolah menjadi lebih dewasa
dalam menghadapi Ujian Nasional di tahun mendatang. Menurut Bambang,
peran serta orang tua dan sekolah  dalam ujian nasional ini sangat 
penting. "Oleh karena itu, dalam menghadapi Ujian Nasional, orang tua
dan sekolah  tetap memberikan dukungan kepada anak-anak didiknya,"
ujarnya.***