Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik

Jumat, 18 April 2008
KHUTBAH JUM'AT



الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره
على الدين كله  -  أشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له واشهد
ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده - اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد ابن عبدالله
القائم بحقوق الله ماضاقت الا وفرج الله وعلى اله وصحبه وسلم، أمابعد.


فياعباد الله اصيكم وإياي بتقوالله وطاعته لعلكم
تفلحون. واعلموا ان الله قد قال فى القرآن الكريم وهو اصدق القائلين أعوذ بالله من
الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم


إن الذين يتلون كتاب الله واقامواالصلوة وانفقوا
مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور. ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله انه
غفور  شكور. صدق الله العظيم


وقال رسول الله صلى  الله عليه وسلم إنما الأعمال بالنيـات وإنما
لكل إمرء ما نوى. صدق رسول الله ونحن على ذلك من الشاهدين.





معاشر المؤمنين رحمكم الله




arilah kita
bersyukur.  Mensyukuri kenikmatan yang
kita rasakan adalah dimana kita masih tetap menjadi muslim  dan mukmin. Untuk mempertahankan predikat mukmin
dan muslim adalah dengan cara takwa... la'allakum tattaquun. Mudah-mudahan
menjadi pemenang. 


Shalawat dan
salam semoga Allah curahkan untuk Nabi Muhammad saw, keluarganya, sahabat dan
pengikuktnya. 


Ma'aasyirol
muslimina rohimakumullooh.


Alhamdulillah suara-suara
Al-Qur'an masih dapat kita dengar; tausiah-tausiah Rasul masih kita dengar.
Kedua hal ini  merupakan bekal kita untuk
mencapai dunia akhirat. 


Iman hanyalah
urusan dirinya dengan Allah.  Islam
urusan dirinya dengan orang lain. Karena itulah kita sebagai mukmin adalah
urusan pribadi tetapi sebagai muslim adalah tanggung jawab bersama. 


Karena itulah
sewaktu Nabi Musa as ditegur mana pengabdianmu untuk-Ku kata Allah?  "Ibadahku, puasaku, sedekahku lillaah.
" Bukan! Itu semua kembali kepadamu.  "Fadallanii ya Allah", tunjukilah
kepadaku pinta Nabi Musa. Maka yang Allah perintah cuma satu: Kamu ada rasa tertarik
pada-Ku. 


Itulah wahyu
Allah kepada Nabi Musa as. Sangat relevan sekali untuk kita kaji tentang makna
mahabbah kepada Allah.


Jika tak ada
rasa tertarik kepada Allah bagaimana mungkin akan mengerti ......


المحبة اساس المعرفة         Ketertarikan
adalah dasar ngerti


Kalau tidak
ada rasa tertarik sama sekali tak akan pernah mengerti. 


Itulah dalam
awal khutbah tadi
surat Fatir ayat
29-30 mengisyaratkan:


1.     إن الذين يتلون كتاب الله

"Orang yang selalu membaca kitab-kitab
Allah"


2.     واقاموا الصلوة

"Orang yang menegakkan shalat"

3.     وانفقوا مما رزقناهم سرا
وعلانية


"Orang yang menginfakkan sebagian rezeki."


يرجون تجارة لن تبور


"tiada lain harapan yang dia kerjakan merupakan
perdagangan yang tiada merugi."



Y      Status kita terhadap Allah adalah
sebagai pedagang, status Allah terhadap kita adalah pembeli. Karena itu jika
perdagangannya baik, pasti akan dibeli oleh Allah. Jika segala-galanya karena
Allah pasti dibeli oleh Allah. 


1.     Membaca Al Qur'an 

Kalau
seseorang itu membaca Al Qur'an dan merupakan sebuah kebutuhan, setiap hari
dibaca pasti akan meningkat.  Merupakan  kelezatan membaca Al Qur'an; merupakan
kesenangan membaca Al Qur'an. Akhirnya benar kata mufassir:



يؤثر كلام الله على كلام الخلق


"Mengutamakan kalam Allah ketimbang kalam
makhluq."


Benar-benar
disiapkan waktunya setiap hari.
Ada waktu untuk
membaca Al Qur'an. Itu namanya mahabbah kepada Allah.


Setiap hari
membaca Al Qur'an bukan saja kebutuhan tapi merupakan kesenangan, kelezatan,
kecintaan baru nanti lama-lama akan mengerti bahwa ketertarikan itu sendiri
merupakan dasar untuk mencapai pengertian-pengertian  apa yang ia baca. 


2.     Mendirikan Shalat

"Dirikanlah
shalat"


Makna shalat
di sini adalah :



يؤثر لقاء الله على لقاء الخلق


"Mengutamakan pertamuannya dengan Allah
ketimbang peretemuannya dengan makhluq."


Untuk mencapai
tujuan tersebut apalagi kalau bukan dengan shalat. Karena shalat adalah mi'raajul
mukminin. Shalat adalah mir'ajnya orang-orang mukmin.


Setiap hari
kita shalat di sana da makna pertemuan antara hamba dengan khaliqnya
lebih-lebih ketika kita mengucapkan: 



ألتحيات المباركات الصلوات الطيبات لله


Berarti
bersalam kepada Allah. 


Apalabila
seseorang sudah bisa melakukan shalat bukan saja yang wajib apalagi yang sunah, berarti orang itu mengutamakan
pertemuan antara dirinya  dengan Allah,
ketimbang perte­muannya dengan makhluq. 


Ulama salaf
dahulu menjelaskan di dalam beberapa kitab, mereka sangat hobi sekali, sangat
suka sekali dan sangat cinta sekali melakukan pertemuan dengan Allah lebih-lebih
ketika manusia  pada tidur di malam hari. 


Ma'aasyirol
muslimina rohimakumullooh. 


Wajib adalah
modal, sedangkan sunah adalah keuntungan. Makin banyak sunah-sunah dilakukan
berarti makin banyak keuntungan yang diperolehnya. Jika demikian maka inilah
yang disebut derajatnya makin dekat dengan Allah. 


Kehebatan dan
keistimewaan ulama-ulama salaf  adalah
karena banyaknya melakukan sunah-sunah sehingga apa yang ia ucapakan langsung
didengar oleh Allah. Karena semakin banyak melakukan sunah, semakin banyak
memperoleh keuntungan. 



'Makin banyak sunah-sunah dilakukan makin banyak
memperoleh keutamaan yang dia peroleh."


3.     Menafkahkan Sebagian Rizki


وانفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور



"Orang yang menginfakkan sebagian rezeki. Mereka mengharapkan suatu perdagangan yang tidak
merugi. 


Paling tidak perdagangan itu ada
dua: modal dan management. Iman adalah modal sedangkan ibadah adalah
managementnya. Semakin rajin ibadah semakin hebat imannya. Semakin malas
ibadahnya semakin dikhawatirkan akan keimanannya. Itulah makna yarjuuna
tijarotan lan tabuur. 


Dari
ketiga hal tersebut di atas: membaca  Al
Qur'an, shalat dan menafkahkan sebagian rizki, ditafsirkan sangat luas,
antara lain dari sekian banyak mufassir.



العبادة على خدمة الخلق


 Ibadahnya
ia selalu menjadi pelayan masyarakat. Ibadahnya selalu mengutamakan menjadi
pelayan umat, baru benar-benar cinta Allah. 


Nabi
Musa as bertemu dengan seseorang lalu bertanya: " sudah berapa lama kamu
beribadah", "sudah 40 tahun ya nabi Allah, tapi kenapa doa saya tidak
dikabulkan?" Jawab Nabi Musa: "Kamu pelit! Kamu hanya berdoa untuk
diri sendiri, tidak pernah menjadi pelayan umat, tidak mau menjadi pelayan
masyarakat." 


Karena
itulah ibadah adalah:



أفضل العبادة إدخال السرور على المؤمنين


"Sebaik-baik ibadah adalah memberi kesenangan kepada
orang-orang mukmin."


Jika kita sudah bisa menjadi
pelayan umat, menjadi pelayan manusia, menjadi pelayan masyarakat apapun
profesinya, berarti ketiga unsur di atas telah dimiliki. Yaitu baca Al
Qur'annya, shalatnya dan menjadi pelayan masyarakatnya.  Dan jika ketiga unsur tersebut ada, maka berarti
bahwa  Al Mahabbah asaasul ma'rifah, telah
sampai kepada ketertarikan Islam sehingga pasti ia menjadi manusia yang arif
dan bijaksana. 


Ma'aasyirol mukminiina
rohimakumullooh. 


Ibadah dengan menjadi pelayan
masyarakat itu paling utama. Karena itulah diatur dengan Islam. Sebab Islam itu
untuk kehidupan, sedangkan iman untuk mati. 



الإسلام للحيات والإيمان للممات


Islam adalah untuk mengatur tatanan
kehidupan sedangkan iman untuk  mengatur
persiapan setelah wafat. Karena itulah islam perlu ilmu pengetahuan dan
tekhnologi, islam perlu maju dan berani menata masyarakat.


 Ma'aasyirol mukminiina
rohimakumullooh.


Akhirnya,
mari kita introspeksi apa yang disabdakan Rasulullah saw:


خيركم انفعم للناس

Sebaik-baik kamu adalah yang  paling bermanfaat bagi manusia. 


Hari
ini sudah berapa persen melek saya bagi mansusia. Semenitkah manfaatnya bagi
manusia,  lima menitkah manfaat saya atau
10 menitkah. Sebab nilai manusia dilihat dari kemanfaatannya terhadap manusia
lainya. Jika hari ini saya tidak bermanfaat maka nilai manusianya nol!

Karena
itu mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: sampai jam segini,
berapa nilai manfaat saya bagi manusia, itulah nilai manusianya.


Akhirnya
benar apa yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali bahwa kriteria manusia itu ada
tiga:


1. Apabila kita punya sikap saya
harus bermanfaat di tengah-tengah masyarakat berarti di sana dominan sifat malaikatnya. Karena malaikat ini selalu
menjadi khidmat tbagi makhluq Allah. Mereka siap 24 jam.  Sifat malaikat yang ada di diri manusia adalah
hatinya, jiwawnya, ruhnya, akalnya selalu bertanya bagaimana ingin berkhidmat kepada
manusia; bagaimana ingin selalu menjadi pelayan manusia, bukan hanya memikirkan
dirinya sendiri dari mulai melek hingga tidur hanya dirinya yang dipikirkan.
Itulah apa yang disampaikan oleh nabi Musa dalam riwayatnya.    



2.  Adat manusia itu seperti binatang
ternak dan zaman. Manfaatnya untuk dirinya. Kebaikannya tidak pernah mencapai
selain dirinya. Segala sesuatunya hanya untuk dirinya.



3.   Kriteria ketiga, nauzu
billah
, persis seperti binatang buas. Sifat buasnya ini adalah selalu memikirkan
bagaimana mencari mangsa dan bila dapat langsung dilaahap tanpa memperhatikan
nilai kerugiannya.


Karena
itulah ukuran penghambaan kita kepada Allah adalah setelah mencapai mahabbah
kepada Allah.





اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بسم الله الرحمن الرحيم

والعصر إن الإنسان لفي خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر  



1.  Demi masa.

2.  Sesungguhnya
manusia itu benar-benar dalam kerugian,


3.  Kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.




بارك الله لى ولكم فى القرآن الكريم ونفعنى وإياكم
بمافيه من الآيات والذكر الحيم وتقبل منى ومنكم تلاوته فاستغفروه انه هو الغفور
الرحيم

-------------


Mohon diteliti ayat dan hadits serta cara penulisannya.
Khutbah ini disampaikan oleh Alumni Buntet Pesantren di Masjid Habib Ali Kwitang, Jakarta Pusat.