Hanya Puisi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Hanya Puisi

Selasa, 29 April 2008


Oleh: Adenia (santriBuntet)




Maunya itu ….Maunya itu ….



Kenapa sih, begitu lama kau selesaikan kebiasaanmu itu. Mengapa juga aku dilarang menikmati harumnya wangi syurga saat-saat begini. Aku begitu ingin bisa bermandi sekedar di clobekan kali anyar di samping rumah kita. Aku cemburu, alirannya begitu santer sementara bendungan yang kau buat pada sungai senyaman itu tak kuat ku tembus.





Kenapa sih, kau masih saja rela mebanting pintu-pintu saat malaikat
datang. Apakah sudah merasa mampu menerbangkan sayap-sayapmu setinggi
langit tujuh. Atau mampu menembus bumi sebatas angkara. Wangi yang kau
tebar, harumnya sirna sejuknyapun hambar.

Kau, yang telah lama
bermandi dalam sungai itu, basah kuyupmu masih terasa tetasannya. Hutan
pelindung yang membatas dunia luar pun kini sudah gundul, lantas
binatang mana yang akan bisa mendatangi lagi. Sementara penjaganya kau
usir-usir tanpa peduli. Maunya itu kah kamu?