• Latest News

    Sunday, March 27, 2016

    Haul Buntet Pesantren ; Sebuah Potret Pesantren Masyarakat dan Masyarakat Pesantren

    Suasana Tahlil Umum Haul Buntet Pesantren
    Saat saya (Mas Abdullah Syukri Kriyani) berdiskusi dengan KH Wawan Arwani Amin Siraj MA, beliau memaparkan beberapa jenis pesantren ditinjau dari sejarah pendirian dan hubungannya dengan masyarakat. Ada pesantren yang dibangun setelah di daerah tersebut ada masyarakatnya, biasanya pesantren dengan model demikian kurang menyatu dengan masyarakatnya dan pengaruh terhadap masyarakatnya kecil; ada pesantren yang didirikan di suatu daerah yang  belum ada masyarakatnya dan hingga kini tetap "mengisolasikan diri" terhadap masyarakat dengan beberapa alasan tertentu yang bertujuan baik; ada pula pesantren yang dirintis pada suatu daerah yang belum ada masyarakatnya dan para santri yang telah lulus memilih bermukim di sekitaran pesantren sehingga akhirnya dalam kurun waktu yang lama membentuk sebuah masyarakat dari generasi ke generasi,disebabkan hal itu pengaruh pesantren akan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat dan berpengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan jika ada masalah di masyaraktnya.

    Mas Abdullah Syukri Kriyani,
    Setelah menjelaskan konsep ini beliau mencontohkan pesantren A, B, C, dst mulai jawa barat, tengah, dan timur. Nah, Buntet Pesantren adalah pesantren yang berjenis terakhir tadi. Sehingga membuat Buntet Pesantren tergolong pesantren yang berbasis masyarakat dan masyarakatnya beridentitas pesantren.

    Hal demikian terlihat dari corak kehidupan pesantren di Buntet yang bercampur dengan masyarakat. Blok perumahan kyai juga berdampingan dengan perumahan masyarakat "biasa", komplek pesantrennya tanpa gerbang dan bentuknya seperti rumah-rumah biasa. Padahal jumlah santri yang bernaung dibawah Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren sekitar 5000-an.  Hal tersebut terkadang membuat tamu yang datang bingung dan memunculkan pertanyaan "mana bangunan pesantrennya?". Justru inilah keunikan sistem pendidikan pesantren di Buntet, santri diajarkan bermasyarakat sejak dini.

    Dalam kaitannya dengan gelaran haul dengan tema "Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren", identitas Buntet sebagai Pesantren Masyarakat sangat terlihat jelas. Jika biasanya Haul sebuah pesantren dinisbatkan kepada satu kiai atau satu keluarga kiai tertentu saja namun di Buntet tidak demikian, dalam haul Buntet semua Kiai didoakan dan semua warga Buntet pula turut didoakan.

    Dalam kepanitiaan pun, seluruh unsur keluarga Kyai, Santri dan Masyarakat dilibatkan, tentunya dengan mekanisme organisasi yang telah disepakati dan profesional. Seluruh elemen pesantren menyambut gelaran ini dengan sukacita dan semangat bersama untuk mensukseskan acara ini. Rangkaian haulnya sangat banyak dan sudah di mulai H-10 biasanya, dari mulai macam-macam halaqoh, bahtsul masail diniyah, khitanan masal, nikah massal, pagelaran seni rakyat, beberapa khotmil qur'an di pondok-pondok, perlombaan santri, donor darah hingga acara puncak yakni tahlil dan pengajian akbar. Bahkan pasar rakyat kerap sudah mulai ramai semenjak H-30.

    Haul di Buntet sudah layaknya lebaran kedua bagi masyarakat,santri dan keluarga. Yang berada di perantauan berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu untuk pulang, alumni dan orangtua santri juga berdatangan, belum lagi beberapa tamu yang datang secara rombongan menggunakan bus atau angkutan lainnya. Sehingga puluhan ribu orang tumpah ruah pada acara puncak nanti. Tidak hanya keluarga Kyai yang kedatangan tamu, semua warga memiliki tamu yang berkunjung ke rumahnya.

    Oleh karena itu, seperti biasanya, Keluarga Besar Buntet Pesantren secara terbuka mengundang siapapun untuk datang dalam Haul tahun ini yang akan digelar pada 9 April nanti.

    Rong Minggu maning, aja klalen ya!
    #HaulBuntet2016
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Haul Buntet Pesantren ; Sebuah Potret Pesantren Masyarakat dan Masyarakat Pesantren Rating: 5 Reviewed By: AriezQ ALq
    Scroll to Top