• Latest News

    Tuesday, September 22, 2015

    Balapan Lari Keong dan Kancil

    Budaya memiliki makna yang sangat luas. Namun kita memaknainya dengan sempit. Sampai-sampai, negara yang sudah 70 tahun merdeka ini belum memiliki undang-undang tentang kebudayaan. Padahal negeri kita terkenal kaya akan budayanya.
    “Sudah 70 tahun merdeka, belum memiliki undang-undang budaya”, ujar Kiai Said Aqil dalam sambutannya saat pelantikan pengurus lembaga PBNU di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat (16/7).
    Islam Nusantara sebagai brand Nahdlatul Ulama harus menjadi karakteristik khas yang dimiliki setiap muslim Indonesia. Salah satu karakter Islam Nusantara adalah gotong royong. Seperti keong mengalahkan kancil, NU adalah keong yang berjalan dengan kebersamaannya.
    “Siapa yang berani melawan NU, saya ibaratkan seperti balapan kancil dan keong. NU berjalan dengan jamiyyahnya”, ucap Ki Enthus Susmono saat menyampaikan orasi kebudayaannya.

    Acara itu juga diisi dengan peluncuran aplikasi amaliah Nahdlatul Ulama oleh Rais Am PBNU, K.H. Ma’ruf Amin, dan peluncuran televisi Nahdlatul Ulama oleh Ketua Umum PBNU, K.H. Said Aqil Siradj.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Balapan Lari Keong dan Kancil Rating: 5 Reviewed By: Tim Redaksi Web Buntet Pesantren
    Scroll to Top