Wong Buntet Pesantren ning London - Buntet Pesantren Wong Buntet Pesantren ning London - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Wednesday, January 22, 2014

    Wong Buntet Pesantren ning London

    Assalamualaikum War, Wab,

    Hi adik - adik semua,
     
    Sebelumnya, meskipun sudah lama dan terlambat, perkenankanlah saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014, mudah-mudahan tahun 2014 akan membawa apa-apa yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, Amin. Tidak tahu kenapa, kalau udara dingin sekali itu, bikin saya malas sekali untuk menulis dan sekedar berfikir, untuk dikirimkan ke BuntetPesantren.org. Tapi, memang juga karena saya disable, maka mengetik saja hanya bisa dengan satu jari dan itupun sering salah, yang mungkin sering adik-adik temui kesalahan di tulisan saya ini, dan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya.
     
    Sudah dua tahun ini, di London tidak turun salju yang tebal, seperti di tahun-tahun yang sebelumnya. Tapi meskipun demikian, udara sih tetap dingin, cuacanya ya hanya sampai 1 drajat celcius, tapi tidak sampai minus kalau siang sih, tapi kalau malam sih bisa sampai minus 3 drajat celcius. Meskipun cuacanya di siang hari tidak sampai minus drajat, tapi kalau ditambah dengan angin, rasanya dingin sekali serasa cuacanya itu minus 3 atau sampai minus 5 drajat celcius.
     
    Pada awal bulan Desember yang baru silam, di Buntet Pesantren kena musibah, dengan wafatnya dua orang yang berpengaruh di Buntet Pesantren, K H Akhmad Tijani dan kang Hajjah Ghumaesoh Abbas. Mudah-mudahan amal dan kebaikan mereka diterima oleh Allah s w t, dan segala kehilafan mereka, dapat diampuni juga oleh Allah s w t, Amin ya robbal 'alamin.  Seperti diketahui, juga pada minggu itu, Nelson Mandela meninggal. Di London acara penghormatan kepada Mandela, beberapa hari sebelum acara penguburannya, di tunjukkan secara langsung di BBC TV, SKY TV dan semua News TV. yang datang di acara itupun, dari Inggris saja, Perdana Menterinya, ketua dari partai buruh yang sekarang, bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Gordon Brown, presiden Amerika Barack Obama,  bekas presiden Amerika George Bush, Bill Clinton bersama istrinya Hilary Clinton yang bekas Menteri Luar Negeri Amerika, juga bekas presiden Ameerika Jimmy Carter.
     
    Disamping mereka itu, juga datang hampir semua presiden dan Perdana Menteri dari negara-negara Eropa dan juga raja-raja dari beberapa negara, terutama dari negara-negara Afrika Asia dan Amerika Latin, malah Presiden Raul Castro dari Cuba, juga datang disitu. Itu menujukkan berapa besar dan dihormatinya Nelson Mandela itu,yang padahal Nelson Mandela itu hanya bekas Presiden South Africa. Sebelum penguburan jenazah Nelson Mandela, jenazahnya disemayamkan dulu selama dua hari di gedung Pemerintah, untuk semua rakyat baik dari South Africa sendiri, maupun dari mana saja untuk melihat jenazahnya dan memberikan penghormatan kepada Nelson Mandela terakhir. Antri mau masuk melihat jenazah Nelson Mandela itu panjang sekali, sampai katanya banyak yang tidak masuk saking banyaknya.
     
    Pada hari penguburannya, banyak juga orang-orang international yang datang, dari Raja, Ratu, Presiden dan Perdana Menteri juga orang-orang dari pengusaha-pengusaha Internasional, super model, penyanyi-pnyanyi terkenal seluruh dunia. serta orang-orang  dari International sport, seperti FIFA. Dari Inggris yang datang pada hari penguburannya ialah Prince Charles dan istrinya, sebagai wakil Ratu Elizabeth yang tidak bisa hadir karena sudah tua sekali, juga datang pengusaha besar Sir Richard Branson, yang punya antara lain Virgin Airline dan Virgin Media, penyanyi Bono dari band U2, dan super model Naomi Cambel.
     
    Nelson Mandela adalah satu-satunya orang international yang bukan orang Indonesia, yang justru mengadvertensikan produksi Indonesia. kemana-mana Nelson Mandela pergi. Nelson Mandela, selalu pakai baju batik produksi Indonesia kemana saja dia pergi. Malah menurut berita, Nelson Mandela itu dikubur dengan memakai baju kesayangannya batik bikinan Indonesia. Untuk itu, wajarlah kiranya, jika orang Indonesia juga ikut sedih dengan meninggalnya Nelson Mandela itu.
     
    Di Ingris sendiri, sebetulnya beberapa bulan yang lalu, Margaret Thatcher, bekas Perdana Menteri Inggris, waktu zaman Inggris perang melawan Argentina merebutkan kembali kepulauan Malvinas, atau kalau orang Inggris bilang Falkland Island, meninggal mendadak pada tanggal 8 April 2013, dengan berumur 87 tahun, waktu sedang minap di hotel Ritz. Acara waktu penguburannya, meskipun memang ditunnjukkan juga secara langsung oleh BBC TV dan TV News lainnya, tapi tidak sebesar dari acara Penghormatan dan penguburan Nelson Mandela.
     
    Nelson Mandela, adalah satu-satunya Presiden di Dunia, yang benar-benar menjalankannya demi kepentingan rakyatnya, dengan tidak mementingkan diri sendiri. Terbukti waktu dia habis masa jabatannya sebagai Presiden, dia tidak bersedia untuk dipilih lagi, meskipun waktu itu, rakyat South Africa sendiri masih mengharapkan untuk Nelson Mandela bersedia di pilih lagi jadi Presiden South Africa. Berapa banyaknya sekarang, orang-orang yang menjadi Presiden, yang oleh rakyatnya tidak disenangi lagi, tetap duduk jadi presiden dengan segala daya upayanya, malah kalau perlu, rakyat yang tidak senang kepadanya dibunuh, seperti di Syria. Sayangnya Nelson Mandela itu bukan orang Islam.
     
    Seperti apa yang sudah saya beritakan, di Scotland akan diadakan pemilihan untuk rakyatnya, apakah mau tetap jadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan sendiri, menjadi merdeka, menjadi negara sendiri. Pemilihan itu rencananya akan di adakan pada tanggal 18 September 2014, dimana rakyat Scotland akan memilih, apakah masih tetap menjadi bagian dari United Kingdom, atau memisahkan diri, menjadi negara sendiri. Seperti diketahui, United Kingdom itu terdiri dari Inggris, Scotland dengan ibu kotanya Edinburgh, Wales dengan ibu kotanya Cardiff dan Irlandia Utara dengan ibu kotanya Belfast. Meskipun seandainya nanti kalau rakyat Scotland memilih memisahkan diri dari United Kingdom, kepala negaranya sih masih tetap Ratu Elizabeth II, dan uangnya masih tetap mengunakan Pound-sterling. Jadi kira-kira kurang lebih sama dengan Australia dan Canada yang kepala negaranya juga masih Ratu Elizabeth II, hanya kalau Australia dan Canada mereka mempunyai mata uang sendiri.
     
    Itupun, kalau menurut opini kebanyakan orang sih, kebanyakan orang Scotland akan memilih tetap menjadi bagian dari United Kingdom. Banyak orang-orang Scotland yang dulu dan sekarangpun, menjadi Menteri dalam Pemerintahan United Kingdom. Bahkan menjadi Perdana Menteri United Kingdom, seperti Gordon Brown, dan Menteri Keuangannya Alistair Darling, yang juga sekarang jadi ketua panitia supaya rakyat Scotland memilih Scotland tetap menjadi bagian dari United Kingdom.
     
    Cukuplah sekian dulu, entar lain kali saya ajak adik - adik, untuk berjalan - jalan sekitar London.
     
    Wassalamualaikum War, Wab.

    Ghozy Mudjahid
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Wong Buntet Pesantren ning London Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top