• Latest News

    Friday, October 16, 2009

    Alnor: Cahaya Islam di Puncak Bola Dunia

    AlnorKota Tromsø merupakan kota terbesar di wilayah paling utara Norwegia. Kota ini terkenal sebagai salah satu kota pariwisata di Norwegia karena mempunyai beberapa daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, khususnya karena letak geografisnya yang berada di Arctic Circle atau sekitar 2000 km dari kutub utara. Di musim dingin kota Tromsø merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengamati Aurora Borealis (Northern Light), sementara di puncak musim panas khususnya di bulan Juli, ia dibanjiri wisatawan mancanegara yang ingin menikmati indahnya Midnight Sun, saat matahari bersinar 24 jam sehari di wilayah ini.







    Per 1 Januari 2009 tercatat penduduk kota Tromsø
    berjumlah 66.513 jiwa dan sekitar 800 orang dari jumlah tersebut adalah
    umat muslim. Dengan jumlah penduduk muslim yang terus bertambah,
    keberadaan masjid tidak hanya sebatas sebagai rumah ibadah, tapi juga
    pusat kegiatan dakwah keislaman di kota yang mayoritas penduduknya
    adalah umat kristiani ini. ”Alnor Senter ” kiranya menjadi jawaban akan kebutuhan ini.





    Alnor Senter memang tidak menggunakan kata “masjid” sebagai
    identitasnya. Namun demikian bangunan pusat kegiatan keislaman di kota
    Tromso ini sejatinya adalah sebuah masjid. Sejak tahun 2006 Tromsø
    Islamske Senter (Pusat Keislaman Tromsø) atau Masjid Al-Noor resmi
    berada dalam pengelolaan badan berbentuk yayasan dengan nama ”Alnor”.





    Keistimewaan Alnor tidak hanya karena lokasinya yang berada di wilayah
    paling utara Norwegia. Yang lebih istimewa Alnor sangat aktif dalam
    dakwah, rutin mengadakan kajian keislaman dan kegiatan sosial untuk
    mendekatkan Islam dengan masyarakat setempat. Satu hal lagi yang
    membuat penulis takjub atas kekuasaan Allah adalah bahwa sebagian dari
    aktivis dan penggerak Alnor adalah para mualaf, yang baru kembali ke
    fitrah Islam beberapa tahun terakhir. Namun semangat dan jihad mereka
    sungguh membuat penulis salut.



     




    Sholat Jamaah di Alnor Senter


    Selama
    kunjungan dua hari di kota Tromsø di akhir bulan Juni lalu,
    alhamdulillah penulis dapat bersilaturrahim dengan para muslimah
    aktivis “Alnor Senter”. Pada kesempatan pertama, penulis diundang untuk
    hadir di forum kajian rutin yang diselenggarakan oleh para muslimah
    mualaf. Di forum yang penuh rasa kekeluargaan dan keakraban ini kami
    membahas tentang bahaya ghibah yang menjadi topik utama pada hari itu.
    Sebagai pengantar, tuan rumah (seorang ibu muda yang baru dua tahun
    menjadi muslimah) memberikan ulasan dan dalil-dalil tentang ghibah,
    lalu dilanjutkan dengan diskusi, diselingi contoh-contoh kasus yang
    ditemui sehari-hari dan bagaimana Islam menuntun muslimah untuk
    menghadapinya.


    Sungguh diskusi yang menarik, apalagi
    dipandang dari pengalaman para mualaf yang di satu sisi berjuang
    menghidupkan Islam secara kaffah dalam keseharian mereka dan di sisi
    lain juga berhadapan dengan lingkungan masa lalu yang belum bisa
    seratus persen menerima perobahan tersebut.





    Polisi berjilbab pemandangan yang biasa terlihat di Inggris & Swedia


    Sore
    hari setelah pertemuan itu, dengan petunjuk peta penulis berjalan kaki
    dari hotel tempat penulis menginap menuju masjid yang juga berlokasi di
    pusat kota. Tak lebih sepuluh menit penulis telah berada di alamat yang
    dituju. Karena memang belum masuk waktu shalat Maghrib, pintu masuk
    masjid masih terkunci. Bukan hal yang ganjil bagi penulis bahwa di
    kota-kota Norwegia masjid tidak terbuka 24 jam, namun hanya pada jadwal
    tertentu, terutama saat waktu salat saja. Namun begitu di pintu masuk
    penulis melihat terpampang nama dan nomor telepon yang dapat dihubungi
    jika diperlukan.


    Pusat kegiatan keislaman “Alnor Senter”
    bukanlah satu bangunan megah, bahkan minus kubah seperti lazimnya
    bangunan masjid. Dari luar bangunannya terlihat sangat sederhana,
    merupakan bagian dari satu kompleks bangunan yang diantaranya merupakan
    toko dan rumah tinggal. Letaknya pun tidak persis di pinggir jalan
    utama, namun masuk sedikit ke dalam gang, di area pusat kota Tromsø. Di
    dekat pintu masuk terpancang tiang yang menyangga lampu boks
    bertuliskan “Alnor Senter”. Rupanya pintu di bagian depan itu khusus
    untuk wanita. Dengan sebuah penunjuk arah, diinformasikan bahwa pintu
    masuk untuk laki-laki berada di bagian samping bangunan.


    Hari kedua dan juga hari terakhir kunjungan penulis di Tromsø
    bertepatan dengan hari Jumat. Karena itu penulis mengambil kesempatan
    untuk dapat melakukan ibadah berjamaah di masjid. Rupanya sebelum
    shalat Jumat ada pula forum belajar bahasa Arab bagi muslimah yang
    dijadwalkan rutin setiap minggu. Shalat Jumat juga diikuti oleh banyak
    jemaah wanita. Subhanallah! Bagian dalam “Alnor Senter” rupanya cukup
    luas dan tertata rapi. Muslimin dan muslimah beraktifitas di ruang yang
    terpisah. Di dekat pintu masuk wanita, selain ada tempat berwudhu juga
    ada dapur yang bersih.


    Ruang shalat wanita berada di area
    paling dalam. Di depannya ada satu ruang yang berfungsi sebagai ruang
    serbaguna, lengkap dengan kid’s corner yang ditata dengan selera khas
    anak-anak. Manfaat kid’s corner ini agar anak-anak yang belum mengerti
    ibadah dapat asyik bermain atau menggambar sementara orang tuanya
    beribadah. Meja, kursi dan papan tulis besar melengkapi fungsi ruang
    ini sebagai ruang belajar yang nyaman.


    Meskipun terpisah
    ruang shalat muslimin dan muslimah dihubungkan dengan jendela kecil
    berhijab. Di sudut depan ruang shalat muslimah tergantung televisi
    layar datar, sehingga jemaah dapat melihat dan mendengar imam dengan
    jelas dengan bantuan pengeras suara. Al Quran dan buku-buku bacaan
    serta perlengkapan shalat juga tersedia dalam jumlah yang memadai.
    Seluruh lantai dilapisi karpet tebal yang bersih dan berwarna cerah.
    Sungguh masjid yang dirawat dan ditata dengan sangat baik.





    Langit diatas Kota Tromso, Alnor. Membentuk Aurora yg indah


    Banyak
    kegiatan lain yang diangkat oleh “Alnor Senter”. Tidak hanya kajian
    keislaman dan belajar ilmu Al Quran, kelas keterampilan seperti kelas
    menjahit bagi muslimah juga dikelola secara gratis oleh relawan Alnor.
    Sebuah situs internet juga dibuat untuk mensosialisasikan tentang Alnor
    kepada publik. Tak kalah penting pendidikan Islam bagi anak juga
    menjadi agenda. Memang, tidak seperti kondisi di tanah air atau di
    negara-negara muslim pada umumnya, pendidikan keislaman bagi anak-anak
    adalah kebutuhan yang lebih primer di Norwegia ini, mengingat
    sehari-hari anak-anak muslim bersekolah di sekolah umum dengan
    lingkungan yang tidak Islami.


    Kegiatan lain yang
    diorganisir muslimah Alnor dan menurut penulis sangat layak untuk
    dicontoh adalah suatu forum yang diberi nama Nettverkskafe (Network
    Cafe). Forum ini dirancang sebagai forum pertemuan dan diskusi terbuka
    bagi para wanita di kota Tromsø. Nettverkskafe tak hanya dibuka untuk
    muslimah, namun yang tak kalah penting adalah untuk kalangan
    non-muslim, agar semua dapat berinteraksi dan saling mengenal.


    alam pertemuan yang diadakan sebulan sekali ini dihadirkan pembicara
    utama yang merupakan nara sumber ahli sesuai dengan topik yang
    diangkat. Dengan adanya forum ini diharapkan akan terjalin saling
    pengertian dan pengenalan masyarakat akan Islam, sehingga hubungan baik
    antara muslimah dan masyarakat luar dapat dibangun.


    Pada
    bulan Juni lalu “Alnor Senter” berhasil mengangkat satu even besar
    dengan mendatangkan ulama asal Amerika: Syeikh Yusuf Estes ke daratan
    Skandinavia. Selama beberapa minggu Syeikh Yusuf Estes memberikan
    tausiyah-tausiyah keIslaman di kota-kota besar di Norwegia, Swedia dan
    beberapa negara lain di Eropa. Subhanallah, dengan izin Allah tak
    sedikit warga Norwegia yang melafazkan kalimat syahadat dalam forum
    dakwah ini.


    Masih banyak ide dakwah yang terus di rancang
    oleh saudara-saudari kita, muslim dan muslimah di “Alnor Senter”.
    Ide-ide yang dijiwai semangat jihad fii sabiilillah dan berlomba-lomba
    dalam kebaikan demi menegakkan Islam. Semoga semangat yang sama juga
    hidup dalam jiwa setiap muslim dimana pun berada.

    Sesuai
    namanya, semoga “Alnor Senter” menjadi cahaya yang bersinar semakin
    cemerlang di puncak bola dunia. Insya Allah!I (www.swaramuslim.com)




    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Alnor: Cahaya Islam di Puncak Bola Dunia Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top