Wong Buntet Pesantren Ning London - Buntet Pesantren Wong Buntet Pesantren Ning London - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Tuesday, July 8, 2008

    Wong Buntet Pesantren Ning London

    ilustrasiAssalamualaikum War, Wab.

    Hi Adik-adik semua,



    Maaf saya sudah lama kirim berita ke BuntetPesantren.org, soalnya sih, disamping penyakit Buntet, malas, juga memang akhir-akhir ini tangan saya tidak bisa mengetik lama-lama. Kalau terlalu lama, bisa-bisa tangan saya gemetaran. Maklum lah saya kan disable dan sudah tua, meskipun sekarang ini cuaca di London, cukup panas. Memang, cukup panas untuk kita yang sudah lama tinggal di London sih, tapi bagi orang yang baru datang dari Indonesia sih, mungkin udara sekarang ini, dingin juga.



    Sebetulnya, tanggal 23/24 Juni adalah hari yang terpanjang bagi negara-negara yang dekat kutub utara. Artinya, harinya, lebih panjang dari malamnya, jadi kalau bulan puasa itu jatuh pada bulan Juni, puasanya panjang sekali, biasanya saya, sahurnya, karena jam 3 pagi sudah imsak, sedang maghribnya jam 9.30 malam, asal makan saja, corn flakes dengan susu dingin saja, tidak lama setelah buka. Sebaliknya, kalau bulan puasa itu jatuh pada bulan Desember, puasa di London enak, kaya tidak puasa saja, jam 6.30 pagi masih bias sahur, sedang jam 4 sore sudah buka. Tanggal 23/24 Desemnber adalah hari yang paling pendek.


     



    Pada akhir bulan Maret lalu, di putuskan hasil penyelidikan meninggalnya Princess Diana, yang disebabkan karena Mohammad Al Fayed tidak menerima keputusan polisi Paris, bahwa Princess Diana meninggal karena kecelakaan saja, dimana supir mobilnya itu, mabok, habis kebanyakan minum alcohol. Keputusannya, yang sudah di selidiki dengan menghabiskan ongkos yang berjutaan poundsterlings, memang bahwa sopirnya terbukti habis minum alcohol kebanyakan, juga ada beberapa paparazzi yang mengejar mereka.



     



    Muhammad Al Fayed selalu menuduh, bahwa pemerintah, melalui detectivenya dan keluarga kerajaan, terlibat dalam meninggalnya Princess Diana. Setelah ber-bulan2 diselidiki di high court (court tertinggi di Inggris), dengan mendatangkan beberapa saksi, baik dari Inggris, Perancis, sampai Amerika, ternyata tidak ada bukti, bahwa baik pemerintah Inggris maupun keluarga kerajaan yang terlibat atas meninggalnya Princess Diana.



     



    diana
    Kalau keluarga Pricess Diana sendiri, baik anaknya, adik dan kakaknya, serta saudara2 lainnya, sudah menerima bahwa kematian Princess Diana itu semata-mata karena kecelakaan, yang disebkan karena sopirnya habis minum alcohol kebanyakan. Yang seperti di keluarkan oleh hasil penyelidikan polisi Paris. Hanya Muhammad Al Fayed lah yang tidak menerima hasil penemuan polisi Paris itu. Itu mungkin disebabkan karena, Al Fayed tidak mau menyalahkan baik sendiri atau pegawainya atas kecelakaan itu. Sebab, dalam hasil penyelidikan, Al Fayed lah yang mengganti sopir pembawa princess Diana dan anak Al Fayed, Dodi, dengan sopir lain, yang ternyata mabuk, pada malam itu.



     



    Saya, sebetulnya tidak yakin, kalau Muhammad Al Fayed itu benar-benar islam. Mengapa?, sebab, mengapa Muhammad Al Fayed membiarkan, anaknya Dodi Al Fayed, berkumpul kebo dengan Princess Diana. Malah, se-olah2 bangga, bahwa Princess Diana itu, katanya sedang hamil dengan cucunya. Tapi setelah otopsi, ternyata Princess Diana itu tidak hamil. Juga, Muhammad Al Fayed, membiarkan, malah se-olah2 mengizinkan anaknya, Dodi Al Fayed, berkumpul kebo dengan model dari Amerika Serikat, sebelum dia tertarik oleh Princess Diana.



     



    Sebetulnya, yang Princess Diana cintai itu, bukanlah Dodi Al Fayed, tetapi Dr Hasnat Khan, doctor ahli jantung dari Pakistan. Princess Diana sendiri pernah ke Pakistan menemui family Dr Hasnat Khan, bersama Jamaima Khan, yang waktu itu masih istri Imran Khan, bekas kapten criket Pakistan dan sekarang plitikus di Pakistan. Keluarga Dr Hasnat Khan, tidak setuju kalau dia kawin dengan Princess Diana, karena itu Princess Diana, mendekati Dodi Al Fayed, yang waktu itu kumpul kebo dengan pacarnya, model dari Amerika.



     



    Seperti mungkin adik-adik telah mendengar dari koran-koran Indonesia, seminggu yang lalu, Nelson Mandela mengadakan ulang tahunnya yang ke 90 di London. Puncaknya, diadakan di Hyde Park, dengan mengadakan concert, yang diikuti oleh penyanyi2 pop dari Inggris dan Amerika serta ada juga penyanyi dari Afrikaa Selatan. Bintang film dan penyanyi dari Amerika, Will Smith, menjadi pembawa acara malam itu, yang juga di tayangkan oleh TV di Linggris. Pada hari sebelumnya, Nelson Mandela diundang Ratu Elizabeth II di kediamannya Buckingham Palace, yang berada di tengah2 kota London.



     



    zimbabwe
    Berita lain dari London, yang tiap hari di ributkan, adalah berita Zimbabwe yang dulu disebut Rodesia, negara yang tadinya seperti Afrika Selatan, dikuasai oleh orang putih. Sekarang namanya ganti Zimbabwe, presidennya orang hitam Robert Mugabi. Zimbabwe, tadinya adalah salah satu negara di Afrika yang kaya, tetapi sekarang, banyak rakyatnya yang kekurangan makan, menjadi negara yang melarat di Afrika. Harga barang dan makanan, tiap minggu naik, sedang orang2 yang berkuasa (yang tidak bisa jadi pemerintah), tidak mau mengundurkan diri. Malah, Robert Mugabi, menganiyaya rakyatnya yang tidak memilih dia, menteror siapa saja yang berani mencalonkan diri melawan Robert Mugabi. Sampai akhirnya, orang yang tadinya calon presiden, malah dalam pilihan pertama dia menang, memutuskan untuk mencabut dirinya sebagai calon presiden, karena banyak rakyatnya yang mati dan cedera karena di aniyaya oleh Robert Mugabi dan penganut2nya. Meskipun musuhnya sudah mundur, pemilihan terus berlangsung, menyebabkan banyak negara2 baik di Afrika sendiri, yang jelas negara2 uni Eropah, tidak mengakui Robert Mugabi, presiden Zimbabwe.



     



    Di London sekarang mempunyai Mayor baru, dia dari Partai Conservative, partainya Margaret Thatcher, namanya Boris Johnson, yang sebelumnya dia anggaota parlemen, Jadi dia mengalahkan dan menggantikan Ken Livingstone, dari patai Buruh, setelah menjadi Mayor dua pilihan atau 10 tahun.



     



    Sekian dulu berita dari London, insya Allah lain kali saya akan kirim berita lagi dari London. Alhamdulillah, keluarga saya baik-baik saja.



     



    Wassalamualaikum war, wab.



     



    Ghozy Mudjahid



     



    London, 08/07/2008



     



     



     



     

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Wong Buntet Pesantren Ning London Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top