Sungaipun Ikutan Butek Lan Cetek - Buntet Pesantren Sungaipun Ikutan Butek Lan Cetek - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Tuesday, July 15, 2008

    Sungaipun Ikutan Butek Lan Cetek



    dangkalOleh: Komunitas Banyu Bening


    KEBUTEKAN (keruh) dan ke-cetek-an (dangkal) dalam berpikir di masyrakat membuat kisruh alam ide manusia. Kenyataan ini merupakan kendala dalam menikmati tetesan beningnya karunia ilahi seperti akal pikiran. Namun jangan heran, kini sungai-sungaipun sebagai sumber penghidupan di darat ikuta-ikutan butek seolah tidak mau kalah dengan alam fikir manusia. Gelagat punapa niki kuh?







    Tahukan
    kawan, alam juga memberikan tanda, setelah minyak juga keruh, dan membuat kisruh penduduk bumi, kini
    sungai-sungai di Cirebon punbukan saja butek, tapi dangkal. Inikah wajah
    bumi lahir dan batin Indonesia. ?

    Seperti diberitakan di sini (Cirebon) bahwa banyak sungai di Kabupaten
    Cirebon muaranya mengalami pendangkalan. Jumlahnya bukan satu dua tapi
    sudah puluhan. Memang sih tidak ada kaitan antara sungai dengan alam
    pikir manusia. Tapi bagi kami, fikir manusia adalah daya alam itu
    sendiri. Alam dikelola oleh manusia, jika bening dan dalam pola pikir
    manusia, akan berdampak pada sekitarnya. Demikian juga sungai dangkal
    menda akan hal itu.





    Ada dua puluh dua puluh muara sungai yang berada
    di sepanjang
    pantai utara Kabupaten Cirebon mengalami pendangkalan sehingga
    menganggu pendaratan perahu nelayan. Demikain hasil pantauan kami di
    Cirebon. Bayangkan Muara yang mengalami pendangkalan antara lain muara
    Gebang, Mundu, Bondet, Kedaton, Gunungjati, Kumpulkuista.





    Tentu saja, para nelayan menjadi korban
    dari
    semua itu. Agaknya bencana di darat juga warning di laut sudah
    berkali-kali berbunyi, namun seakan bunyi "alarm" itu meski nyata
    memekakkan telinga,sawaun alaihim aan dzartahum am lan tungdzirhum laa
    yu'minun, kata quran. Sama saja diperingati atau tidak tetap tak mau
    percaya.






    Sama saja, bagi yang memiliki dangkal fikir,
    memperkeruh aliran sungai dan merusak meski diperingati berkali-kali
    tetap saja terus menggerus alam ini dan mengeksploitasi sesuka sendiri.






    Gemulung Tonggoh, wilayah yang
    menjadi aliran sungai di Buntet Pesantren dikeruk habis hingga membuat
    danau danau kecil. Kerusakan alam itu membuat sungai-sungai menjadi
    kering airnya. Aneh sekali sungai di kampung menjadi keruh dan dangkal.
    Ini berarti sama saja orang-orang pandai banyak yang abai terhadap
    pemeliharaan alam fikirnya, sebagaimana alam yang perlu dijaga diembat
    seenaknya sendiri.






    Lihatlah pendangkalan itu membuat nelayan terpaksa mengalihkan bongkar ikan di Tempat
    Pelelangan Ikan (TPI) di Cirebon dan memilih ke TPI lain seperti di
    Indramayu, Subang maupun Tegal dan Pekalongan di Jawa Tengah. Tragis memang, tapi siapa yang peduli? wallahu a'lam






    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sungaipun Ikutan Butek Lan Cetek Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top