• Latest News

    Wednesday, July 16, 2008

    Qadha & Qadar, Apaan Tuh?


    boyocreative.jpg
    Oleh: Barok

    MAHA besar Allah dzat yang hanya untukNya sholat, ibadah, hidup dan mati
    dipersembahkan. Sholawat serta salam ungkapan rindu semoga senantiasa
    terlimpahkan kehadirat Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan seluruh
    sahabatnya.



     



    Dalam setiap
    penciptaan segala sesuatu di alam semesta bisa dipastikan dilandasi
    oleh suatu rencana (sekenario) tujuan diciptakannya ‘sesuatu’ tersebut.
    Seorang Arsitek merencanakan bentuk bangunan dengan menggambar senti
    demi senti, seorang sutradara merancang adegan demi adegan untuk
    menciptakan sebuah film. Begitu juga Allah, Allah merencanakan
    penciptaan semua makhlukNya termasuk didalamnya manusia dan jin.





     



    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Adz Dzaariyaat : 56)










    Dalam islam (kata
    guru saya…hehehe) ‘sekenario’ yang telah ‘disusun’ oleh Allah dibagi
    menjadi dua, yaitu qadha (ketentuan Allah terhadap segala perkara yang
    akan terjadi sejak zaman azali atau sebelum terjadinya sesuatu) dan
    qadar (ketentuan Allah terhadap segala perkara yang telah terjadi).






     



    Ribet ya? Begini
    deh….pernah nonton ayat-ayat cinta kan? Si Fahri sejak zaman azali
    (sebelum dilahirkan) sudah ditentukan oleh Allah tentang umur, rizki,
    jodoh dan sebagainya, ini dinamakan Qadha, setelah dewasa si Fahri
    menikah dengan Maria dan Aisyah, ini dinamakan Qadar. Understand?






    Nah…pertanyaannya,
    kalo semua perbuatan yang dilakukan manusia itu sudah ditentukan oleh
    Allah, berarti manusia terpaksa dong dalam melakukan semua
    perbuatannya? Tyuz…kenapa ada orang jahat dan orang baik?



    Ya engga begitu brow…tiap manusia mempunyai kehendak individu (Iradah Juziyyah) atau
    bahasa yang lebih gampangnya keinginan. yang bisa dikontrol dan
    digunakan menuju kebaikan atau keburukan. Selain itu, manusia juga
    memiliki akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk (pake
    dong….).






    Setiap
    manusia bisa mengetahui antara keadaan terpaksa (engga bisa ditolak)
    dan tidak terpaksa. Contohnya : seseorang berlari, maka dia berlari
    atas kehendak Allah dan kehendaknya sendiri
    (Iradah Juziyyah).
    Lain halnya dengan detakan jantung, manusia engga bisa mengatur sesuai
    kehendaknya, karena jantung berdetak atas kehendak Allah saja.






    Kesimpulannya, Allah
    telah menentukan segala sesuatu bagi makhlukNya, tapi kita harus terus
    berikhtiar (berusaha) semampu kita untuk mencari ridoNya dan setelah
    itu, baru deh bertawakkal (pasrah) terhadap ketentuan Allah.






    “(Siksaan)
    yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak
    akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu
    kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri,
    dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al
    Anfaal : 53)



     






    Mohon maaf apabila terdapat kesalahan



    BoyoCreative








    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Qadha & Qadar, Apaan Tuh? Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top