• Latest News

    Tuesday, July 15, 2008

    Pekanbaru Makin Menggeliat


    Oleh: Muhammad Darda Prahara

    PekanbaruTINGGAL di Pekanbaru memang suasana baru bagi penulis. Tapi setidaknya cerita ini ingin diungkap karena ada hal menarik dari Pekanbaru. Sebuah kota yang cepat sekali pertumbuhannya di Indonesia. Ia  berada di Provinsi Riau. Kota yang memiliki julukan kota bertuah ini tuahnya benar-benar menggeliat laksana raksasa yang tengah tidur.




    Dari kurun waktu berjalan, Pekanbaru sebenarnya sudah tampil
    dominan dari segi pertumbuhannya. Yang menarik seperti yang saya
    saksisakan saat ini, ditinjau dari berbagai aspek, Kota Pekanbaru meski
    masih lekat budaya melayunya kini mampu berubah dalam pertumbuhan
    ekonominya.


    Karenanya, kini Kota pekanbaru yang jumlah penduduk yang
    bermigrasi ke Riau Pekanbaru pada sensus 2000 tercatat 206.514 jiwa.
    Ini menunjukkan bahwa dinamika perekonomian di sana menjadi daya tarik
    masyarakat di luar Riau untuk datang ke sana.


    Kian menggliatnya sektor ekanomi di sana, bak seekor ular yang
    sedang memangsa korbannya. Kita bisa melihat dari sektor ekonominya
    saja Pekanbaru sudah boleh disejajarkan dengan kota-kota besar yang
    ada di Indonesia. Warga kota Pekanbaru memang campuran. Paling
    menonjol adalah orang Sumatra Barat. Bahkan hingga bahasa yang
    digunakan sehari-hari menggunakan bahasa minangkabau. Unsur kedua
    adalah pendatang dari sumatera utara, karena kota Pekanbaru diapit oleh
    dua provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara sementara sisanya adalah
    orang jawa seperti penulis dan keturunan tionghoa.


    Inilah yang menjadi daya tarik eknomi. Kita juga bisa melihat para
    investor yang datang baik dari luar negeri dan lokal sedang memulai menginveskan
    modalnya di kota bertuah ini. Tak heran jika kilang minyak dari
    Amerika seperti caltex sampai sekarang masih berkibar di kota Pekanbaru
    yang sekarang berganti nama menjadi Cevron caltex yang sahamnya dikelola
    juga oleh orang Indonesia.


    Kemudian dari segi perhotelan kota Pekanbaru sudah benar-benar
    menggliat  dan menjualng di mana-mana. Lihat saja dalam kurun satu
    tahun akan ada hotel berbintang lima, Aston Labersa dan The Peak
    Apertemen.

    Salah satu geliat hotel itu dilihat dari tingkat huniannya. Sebagai contoh, Satu hotel bintang empat yang ada di Pekanbaru mendapat jumlah tingkat hunian hotel mencapai 70% dalam dua tahun terkhir.


    Walaupun sudah ada hotel berbintang lima seperti Hotel Aryaduta
    rupanya, seiring dengan membajirnya wisatawan ke Pekanbaru, tidak heran
    jika kebutuhan hotel pariwisata akan terus bertambah. Percepatakan
    kebutuhan hotel itu sendiri kemudian merambah ke berbagai kelas. Selain
    hotel berbintang lima, hotel-hotel kelas di bawahnya juga kini
    bermunculan. Misalnya di sana sudah terlihat hotel-hotel  berbintang
    empat pun ikut berkibar misalnya hotel Grand Elite Pekanbaru yang
    berkedudukan di jalan Riau.  Ada pula Grand Jatra, Hotel Sahid dan
    lain-lain.


    Pariwisata dan kebutuhan penginapan berkelas ini rupanya terus
    berlari dan berlomba untuk bersama-sama memanjakan para tamunya yang
    datang ke Pekanbaru. Kebanyakan para tamu yang datang adalah para ekspatriat
    baik lokal maupun asing. Para pebisnis ini sangat menikmati alam
    kesejukan dan keramahan kota Pekanbaru yang dihuni banyak etnis melayu
    ini. Tidak jarang,  orang-orang melayu dari luar negeri seperti
    Singapura dan Malaysia, sangat betah datang kemari dan terlibat bisnis
    dengan berbagai kolega.


    Ada yang menarik dari warga Kota Pekanbaru ini. Karena di
    Pekanbaru sendiri minim dengan obyek wisatanya, namun semangat berlibur
    warga Pekanbaru, maka tidaklah heran kalau sudah wekeend warga kota
    pekanbaru menghabiskan waktunya pergi ke tempat-tempat perbelanjaaan
    seperti  mall.



     Ada juga beberapa tempat yang sering dikunjungi juga bisa diakses di internet. Ini menunjukkan geliat
    teknologi di Pekanbaru cukup kuat. Tempat-tempat ini sering dikunjungi
    di Pekanbaru diantaranya: • Pasar Wisata
    Bakar Tongkang
    Masjid Agung An-Nur Alam Mayang
    Kasang Kulim Zoo Danau Buatan
    Masjid Raya 
    Mesjid Agung Annur 
    Monumen Lokomotif
    Museum Sang Nila 
    Pasar Bawah 
    Arena Purna MTQ
    Balai Adat Riau
    dan lain-lain.


    pekanbaruKesan dan pengalaman penulis saat datang ke Pekanbaru pada tahun
    2005 tidak sepadat sekarang. Namun  jangan heran kini dimana-mana di
    tempat umum seperti kita kalau berjalan-jalan di sekitar jam kantor
    kita dibuat pusing oleh kemacetan lalu lintas.

    Rupanya, bukti ini
    menunjukkan pemerintah kewalahan menangani laju dan geliat kota
    Pekanbaru yang semakin cepat akrab dengan modernisasi di segala bidang.
    sayangnya, budaya rebutan dan saling mendahuli oleh para pengemudi,
    masih terasa di sini. Memang begitulah masalah sosial kemasyarakatan
    tidak di Jakarta sebagai ibukota Negara, atau di kota-kota dunia, maka
    di sini pun sama saja.


    Ternyata seperti juga orang menggeliat karena bangun tidur,
    geliatan kita juga tanpa sadar menyenggol orang lain. Karenanya, geliat
    Pekanbaru sebagai wujud dari modernisasi Indoensia mestinya harus
    disikapi serius oleh pemerintah daerah karena Pekanbaru juga merupakan
    kebanggaan Indonesia. Indonesia maju tidak mesti dari kota-kota pusat
    tetapi kota di Provinsi pun juga bisa. Salah satunya Pekanbaru ini.


    M. Darda Prahara, pura KH. Salim Effendi, kini menjadi profesional muda yang berasal dari Buntet Pesantren Cirebon.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pekanbaru Makin Menggeliat Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top