Majlis Quran Undang 30 Alumni Buntet - Buntet Pesantren Majlis Quran Undang 30 Alumni Buntet - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, July 10, 2008

    Majlis Quran Undang 30 Alumni Buntet


    Oleh: Redaksi


    baccan quran
    PADA MINGGU lalu, bertempat di kantor Central Banking Crisis (CBC) di
    Tebet Jakarta Selatan sejumlah 30 orang asatidz (guru-guru agama) yang
    berasal dari keluarga Buntet Pesantren Cirebon berkumpul memenuhi
    undangan H. Deni Danuri dalam pengajian di majlis yang didirikan
    bersama KH. Anas Arsyad Majlis Alquran. Apa tujuan dari perkumpulan ini?




    Salah satu tujuan dari
    perkumpulan kemarin itu adalah berdoa agar bisa sabar dan segera diberi
    kekuatan sehingga bisa segera bangkit dalam suasana bangsa dan negara
    yang banyak ditimpa cobaan.

    H. Deni bersama KH. Anas Arsyad mempunyai majlis yang bernama Majlis Al
    Quran, tempatnya di kantor CBC sendiri. Aktivitas majjlis ini setiap
    sebulan sekali bersama para guru-guru agama asli wong Buntet Pesantren
    melakukan doa bersama melalui qiroatul quran, dzikir, shalawat, manakib
    dan marhabanan. Antusias para warga Buntet dalam majlis tersebut begitu
    kentara saat melafalkan bacaan, dzikir maupun marhabanan.

     H. Deni Danuri adalah direktur Central Bangking Crisis, sebuah
    perusahaan konsultan perbankan. Beliau juga aktif pengarang buku-buku
    perbankan  dan pembicara di event-event nasional. Yang menarik dari
    pria yang baru berusia 40-an tahun ini, begitu perhatian dan mau
    terlibat dalam dunia santri. Beliau mengaku sebagai murid dari KH. Anas
    dan KH. Abdullah Abbas. Pada moment haul kemarin, beliau menyembapatkan
    diri untuk berziarah secara dekat dengan almarhumin Kyai Buntet. 

    Bukan saja kaya secara materi, pria berkumis ini juga memiliki rasa
    penghormatan yang besar terhadap keluarga santri khususnya dari Buntet
    Pesantren.  Dalam catatan redaksi misalnya, beliau pernah menyumbang
    seperangkat peralatan marching band yang mewah seharga puluhan juta
    untuk MANU Buntet Pesantren yang kini tengah dipakai untuk latihan.

    Majlis quran yang didirikan bukan saja di kantornya, akan tetapi di
    rumahnya sendiri di Pamulang juga terdapat majlis alquran yang
    dikhususkan untuk pendidikan al quran bagi warga desa sekitarnya.
    Karena cintanya pada Buntet Pesantren ini, beliau mengambil gurunya
    juga berasal dari wong Buntet Pesantren. Misalnya Drs. Ahmad Baehaqi,
    yang juga sebagai pegawai KUA Tangerang dan Ust. Jufri Jalaluddin juga
    kawan-kawan lainnya. 

    KH. Anas Arsyad sebagai keluarga kyai dari BUntet dan tinggal di
    Jakarta ini, bersama H. Deni Danuri dikenal sebagai sosok yang cukup
    bebrayan kepada warga Buntet. Beliau juga memiiliki Sikap menghormati
    para tamu yang datang di majjlisnya tidak main-main. Salah satu
    contohnya adalah setiap mengadakan acara di majlisnya itu, selalu
    disediakan makanan yang berkelas bahkan H. Deni selalu mengganti
    transportasi para guru itu berisar antara 200 ribu hingga 500 ribu per
    orang setiap mengadakan acara.

    marhabanan
    Dalam kegiatan kemarin, seperti juga pada pengajian bulan lalu, para
    ustadz membaca quran selama 1,5 jam setelah shalat maghrib berjamaah.
    mereka membaca quran masing-masing dua juz. Bayangkan untuk membaca dua
    juz ini, para alumni Buntet ini ada yang hanya 1/4 jam sudah hatam,
    sementara yang lain bisa mencapai 1/5 jam. "Kecepatan bacaan itu bisa
    dipertanggungjawabkan makhrojnya" kata Ust. Mahmud Syaltut yang biasa
    membaca cepat. Ustadz satu ini, memang sehari-hari tidak lepas dari
    kebet-kebet quran satu hingga dua juz, dimanapun berada, hatta di bus
    kota sekalipun.

    Setelah membaca quran dua juz sebanyak 30 orang itu dilanjutkan dengan
    pembacaan syair-syair barzanji. Kehebetan suara dan daya hafal
    masing-masing guru agama ini tidak hilang, padahal marhabanan itu
    biasanya hanya dikumandangkan di pesantren. Namun pada kemarin itu
    suasana itu mirip seperti di pondok. H. Ifroyim, H. Ahmad Jaelani dan
    Ahmad Syahid bersuara kompak dengan diteriaki Allah, Allah setiap
    berkumandang syair.

    Para guru agama yang berasal dari Buntet Pesantren itu tinggal di
    Jakarta dan sekitarnya. Mereka berprofesi kebanyakan sebagai guru
    agama. Ada yang di sekolah formal ada pula yang informal. Mengajar jika
    ada panggilan. Mereka datang ke Jakarta rata-rata awalnya kuliah
    kemudian ada yang tetap di Jakarta mengajar ada juga yang menjadi
    pegawai negeri sipil dan pegawai honorer di sekolah-sekolah.

    Majlis Quran
    Boleh jadi, jarang ditemui orang seperti H. Deni Danuri. Di balik
    ketampanan wajahnya terdapat semangat untuk terus menghidupi alquran di
    majlisnya baik di kantor maupun di rumah. Bukan itu saja, H. Deni
    bukanlah orang yang sembarangan mengambil jamaahnya, belaiau hanya mau
    jika majlisnya itu diisi oleh keluarga dari BUntet Pesantren Cirebon.
    Mungkin karena al quran di tangan para santri berbeda dengan quran yang
    dilantunkan orang non pesantren.

    Kita berdoa semoga upaya yang dilakukan H. Deni juga KH. Anas Arsyad
    menadapat rido Allah swt, diberikan balasan atas kebaikannya, juga
    dipanjangkan umurnya untuk beribadah kepada Allah swt dan tentu saja,
    perusahaan yang dipimpinya terus memberikan efek manfaat bagi
    kebanyakan orang, baik karyawan maupun masyarakat perbankan Indonesia.
    Semoga (Kurt)

    Lihat album majlis quran ....


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Majlis Quran Undang 30 Alumni Buntet Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top