Kembali kepada Kebersihan Hati - Buntet Pesantren Kembali kepada Kebersihan Hati - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Saturday, July 5, 2008

    Kembali kepada Kebersihan Hati


    Habib LutfiHati manusia sumber dari masalah dan kearifan. Sayangnya, masalah hati ini banyak yang terabaikan padahal fenomena yang lahir dari hati yang bersih akan melahirkan individu yang bersih pula.



    Hati memang sulit dilihat yang tergambar adalah apa yang terucap dan
    teraplikasi dalam perbuatan. Padahal manusia yang lupa kepada Allah
    menimbulkan kerusakan dari yang kecil hingga yang besar.

    “Bagaimana hati kita bersih dari syirik, baik syirik kecil, lebih-lebih
    syirik besar, letaknya tidak di bibir atau dimata, tetapi di hati.
    Sumber dari perbuatan yang kurang baik dan terpuji dari sisi allah
    adalah kealpaan, lupa kepada yang maha kuasa sehingga timbulnya riya,
    hasud, dengki, dan sebagainya. Ini karena kita lupa,” ungkap Habib
    Lutfi bin Yahya rais aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah al Mu’tabarah An
    Nahdliyyah (Jatman) di arena munas Jatman di Asrama Haji Pondok Gede
    Jakarta baru-baru ini seperti dikutip NU online.

    Dengan belajar ilmu tasawuf, kata Habib yang memiliki saudara di
    Cirebon ini, layaknya kita ini seperti ikan yang hidup di laut, tetapi
    kita tetap tidak asin, tetap memiliki prinsip dan kepribadian,”
    terangnya.

    Karenanya, menurut Habib yang dari Pekalongan ini, Jika dekat dengan
    Allah, secara substansi, manusia dengan sendirinya akan kaya. “Kita
    dekat dengan pemberi kekayaan, bukan pada kekayaannya, sehingga kita
    tidak memiliki kekuatiran. Kekuatiran kita adalah pada kondisi iman
    kita. Kalau kita tidak kuwatir tak akan menjaga, apa yang diberikan
    Allah,” katanya.

    Ditanya mengenai makna zuhud, Habib Lutfi menjelaskan zuhud adalah
    membersihkan hati dari keterkaitan kepada yang selain Allah, bukan
    meninggalkan sesuatu yang sifatnya duniawi.

    “Kita ingin bisa berhaji, bukan dihajikan, kita ingin berzakat, bukan
    dizakati, ya kan. Zauhud itu membersihkan hati dari keterkaitan pada
    selain Allah,” tuturnya. (kurt)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kembali kepada Kebersihan Hati Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top