• Latest News

    Saturday, July 12, 2008

    Kawat Cor Tumbuh dari Perut Guru TPA


    Oleh: Redaksi
    Kawat di perutSUNGGUH di luar jangkauan akal manusia. Tak bisa dibayangkan bagaimana penderitaan Ibu Noorsyaidah yang merasakan sakit tak terhingga. Sebab di dalam perutnya keluar kawat 10 s/d 20 sentimeter. Banyak yang menyangka kalau ia disantet, Namun ibu berusia 40 tahun ini mengaku tidak punya musuh atau menyakiti siapapun.



    Derita
    tiada habisnya selama 17 tahun ia jalani sambil menahan rasa sakit tak
    terperikan. Cobaan dari Allah swt. itu justru ia terima dengan lapang
    dada,  sabar dan tawakkal.

    Kita saja jika ketusuk duri, sakitnya minta
    ampun padahal duri itu menancap di jari yang tidak seberapa panjangnya.
    Namun Ibu yang tinggal di Samarinda Ilir itu tetap menjalani hidup
    sebagai aktivis sosial yaitu mengajar al quran meki kawat yang seperti oyod (akar) itu menyembul dari dalam perut dan bagian badan lainnya.

    foto dari kompas Kita bisa melihat di foto-foto ini tidak habis pikir. Konon menurut Ibu
    Noor ini, dokter dan orang-orang yang dianggap pintar menangani
    penyakitnya itu tidak mengerti bagaimana upaya penyembuhannya. Sebab
    kawat yang ada di dalam perut itu terus saja tumbuh seperti hidup.
    Kalau pun ia disantet paranormal yang pernah menangainya saja tidak
    sanggup mengobatinya bahakan merasa bibung. Selama 17 tahun kawat itu
    tumbuh terus dan bertahan dhiup di dalam badannya. Subhanallah!



    Seperti yang kita lihat di televisi kemarin itu, Noorsyaidah (40) yang
    berperawakan subur itu tak sedikitpun mencemaskan penyakitnya. Namun
    bagi orang yang melihatnya justru merasa prihatin hingga Menkes Fadilah
    Supari ikut merasakan kepedihannya. Bahkan wanita yang tinggal di Jl
    Merdeka III, Samarinda Ilir itu menjadi perhatian pejabat pemerintah
    setempat hingga publik dunia karena beritanya sudah tersebar ke
    mana-mana.

    Ketabahan Ibu Noor ini seperti di tulis wartawan Tribune Kalimantan, ia
    tetap menahan sakitnya itu dengan tabah. Ia berjalan membungkuk agar
    kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah
    yang dikenakannya.

    Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di
    pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak,
    kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan
    dirasakannya.

    "Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim)
    saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus
    terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya
    sangat sakit sekali," ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan
    memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.  

    Guru
    aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit
    yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab
    kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian
    dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di
    Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.

    kawat masuk perut
    "Tapi, kalau
    dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan
    hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang
    ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak
    ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali," katanya.

    IBu Noor sudah menjalani operasia puluhan kali namun tetap saja kawat
    itu muncul lagi. Bukan saja operasi, menurut penuturannya, segala
    upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang
    pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh.

    "Semua
    orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya,
    tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti
    orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit
    saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya," ujarnya.

    Saat ini,
    untuk menghilangkan perasaan sakit atau stres akibat penyakit yang
    dialaminya itu tak kunjung sembuh, Noor mengaku lebih banyak
    menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial, misalnya mengajar. "Tapi,
    kalau malam sudah datang, ya terpaksa harus terpikir, kenapa saya
    mengalami nasib seperti ini. Mudah-mudahan saja suatu saat ada
    hikmahnya buat saya, amin," katanya penuh harap.

    Santet
    Benarkah ibu Noor di santet, menurut berita di Kompas Cyber
    Media fenomena santet sendiri banyak orang meragukannya. Karena nalar
    tidak bisa bicara ketika sekumpulan
    paku, mur, baut, dan kawat tiba-tiba ada di dalam tubuh seseorang.
    Karenanya, santet memang bukan konsumsi nalar.



    Tapi kalau bukan santet peristiwa ini ada pada Ibu Noorsyaidah,
    Kalimanta ini. "Kalau saya bilang itu santet pasti para profesor itu
    tidak percaya," ujar Permadi, anggota DPR yang juga seorang paranormal
    seperti dikutip Kompas.com




    Santet,
    menurut Permadi, mudah masuk ke tubuh orang yang sedang labil.
    Pengobatan medis tidak bisa menyembuhkannya. Itu pula yang dialami
    Noorsyaidah. Ia coba menempuh pengobatan medis, tapi tak membuahkan
    hasil. Pengobatan alternatif kebatinan pun dilakoninya, tapi gagal juga
    menghentikan keluarnya kawat-kawat itu. "Perlu orang yang jago santet
    luar biasa untuk melawannya," kata Permadi.  

    Meski santet
    terdengar menyeramkan, tuturnya, santet tidak dapat menyerang semua
    orang. Ada orang-orang tertentu yang kebal terhadap santet. "Selama
    tidak percaya dengan klenik, pasti tak akan kena santet," ujarnya.



     



    Bagaimanapun cobaan itu telah dideitanya selama 17 tahun. Kita
    berharap semoga apa yang dilakukan oleh tim dokter dan para ahli
    penyakit non medis mampu melawan penyakit yang diderita guru TPA ini.
    Dan sebutan manusia kawat tidak lagi disandangnya. (M. Mustahdi)



     



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kawat Cor Tumbuh dari Perut Guru TPA Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top