Dzikir tak Sekedar Mikir - Buntet Pesantren Dzikir tak Sekedar Mikir - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Saturday, July 19, 2008

    Dzikir tak Sekedar Mikir

    Renungan Jum'at

    Oleh: Drs. H. Najmuddin, M.Ag.


     


    Ada banyak jalan dan upaya meminta naungan hidayah Allah swt; salah satunya dengan berdzikir. Sebagaimana biasanya, kita yang sering membaca tahlil, tasbih dan bacaan lainnya adalah juga masuk dalam kategori berdzikir kepada Allah. Dzikir artinya ingat. Di dalam qur'an perintah untuk berdzikir sangat banyak kurang lebih ada 50 ayat haditsnya juga banyak. Dengan demikian maka dzikir ini teramat penting dalam membangun nilai kemanusiaan seseorang agar kuat mental spiritualnya.


     




    Ada
    banyak macam dzikir bila dibuka ayat-ayat qur'an dan hadits. Dzikir
    yang biasa kita baca adalah dzikir dengan lidah. Ada bentuk-bentuk
    dzikir antara lain: dzikir dengan fikir, perasaan, keyakinan dan
    perbuatan.




     



    Dzikir
    dengan melalui lidah sumber keterangan dari hadtis dan qurannya banyak.
    Antara lain yang selalu kita dengar sebelum kita baca tasbih…




     



    عن
    أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمتان
    خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيبتان إلى الرحمن سبحان الله
    وبحمده سبحان الله العظيم (كتب سنن ترمذى
    3389)



     



    Ini landasan kita bedzikir dengan lidah.. dan banyak lagi landasan laaa ilaaha illaAllahaa… afdoludzikri laa ilaaha ilAllaaah.



     


    Kemduian dzikir dengan fikir misalnya mengacu pada ayat berikut:


     



    الَّذِينَ
    يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ
    وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا
    خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ(آل عمران:
    191)




     


     



    Artinya:
    "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
    atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
    langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
    menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
    dari siksa neraka."




     



    Kita
    merengungi siksaaan Allah yang keliatan maupun yang tidak nampak; yang
    besar maupun kecil (makrokosmos atau mikrokosmos) semua menunjukkan
    ke-Mahabesar-an Allah… bahkan wafii anfusikum.. bahkan di dalam
    diri kita pun bisa menyaksikan Maha Besar Allah. Jika kita bisa
    merenungi yang ada, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa Allah itu
    Maha Kuasa maka rengungan kita itu termasuk dzikir.




     



    Kemudian dzikir dengan perasaan: kita merasa dekat sekali dengan Allah; merasa disayang Allah merasa mendapat karunia dari Alllah itu juga  namanya dzikir



     



    Dan dzikir dengan berbagai macamnya, baik dengan lidah, pikir, perasaan keyakinan atau dengan perbuatan membpunyai fungsi dua:



    1.      Ampunan Allah


    2.      Rahmat Allah


     


    Dzikir dan Dosa



    Dengan
    dzikir ada ampunan Allah. Dengan lidah, ucapan kita yang berisi dosa
    semua dihapus dengan dzikir lidah. Intinya menghapus dosa yang
    diucapkan dengan lisan. Kemudian dzikir fikir kita menghaapus
    pikiran-pikiran yang negatif sehingga berubaah karena muncul pikiran
    posisif.  Dizkir pesaaan inipun bisa menghilangkan perasaan yang
    negatif sehingga persaanpun jadi posisitif. Misalnya ketika terkena
    musibah banjir, maka perasaannya tidak menyalaahkan Allah teapi
    menyalahkan diri sendiri… ayatnya…




     


     



    مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ




    Maa ashoba min musibatin…



     



    Di situ ada kata Famin nafsik musibah
    apapun yang menimpa diri kita akan menyalahkan diri sendiri. Kita tidak
    akan berburuk sangka. Persaaan yang buruk ada pada kita, akan dihapus
    dengan dizikir kepada Allah.




     


    Fungsi kedua agar melimpahnya Raahmat Allah



    Fadzkuruunii adzkurukum,
    ingatlah kamu semua padaku, maka Aku akan mengingatmu. Kalau Allah
    ingat padakita maka akan melimpahlah rakhmat Allah. rahmat Allah jika
    melimpah pada kita, maka akan menjadikan kita terbentengi oelh ggodaan
    syeten dan kita bisa mengendalikan nafsu sehingga menjadi mutmainnah.
    Pada dasarnya nfsu itu baik karena ia karunia Allah kepada setiap
    manusia.




     



    Nah
    yang mencelakakaan kita adalah hawanya. Kalau kita mendpatkan limpahan
    rahmat Allah maka hawa nafsunya tidak mencelakakan kita. Sebenarnya
    terjerumusnya manusia karena hawa nafsu dan syetan. Maka syetan
    terbendung oleh rakhmat. Makanya kalau bukan karena rakhmat Allah hidup
    kita akan dikuasai oleh syetan.




     



    Jadi
    rakhmatlah yang menyebabkan kita tidak terjerumus dalam kesesatan.
    Sedangkan perbuatan dzikir seperti malam ini merupakan rakhmat sehingg
    tidak terbawa oleh bujukan syetan. Misalnya bujukan syeten itu, malam
    minggu dipergunakan untuk mengerjakan perbuatan sia-sia. Namun dengan
    berkumpul seperti malam ini, kita bisa membaca quran, berdzikir, saling
    menasehati  dll. Sebab itulah hawa nafsu bisa berkembang karena bantuan
    syten. Maka sangat pantas dan layak bahkan semestinya, agar  kita
    membutuhkan rakhmat Allah, salah satunya  melalui dzikir itu.




     


    Dikir bisa meneentramkan kita



    Manusia sekarnag yang banyak kegelisahan karena mussibah sebenarnya antisipasinya dengan dziikir. alaa bidzikrillah tatmainull kulub, dzikir akan menentramkan hati. Karenanya ada banyak jenis dan fungsi dzikir itu sendiri:



     


    Dzikir keyakinan



    Seperti ketarangan sebelumnya bahwa hati itu bagian luar nya adalah sodrun masuk ke dalam lagi namanya qolbun, masuk lagi ketingkat ketika, disebut fuad dan seterusnya, hingga  lapisan terakhir bernama lubbun. Seperti ulul albab. Pada tingkatnya ini, mereka yang sudah masuk ulul albab, dzikirnya adalah dzikir tauhid.



     



    Jadi
    Tingkatan dzikir itu tingakatan yang paling tinggi di antara dzikir
    yang ada. Mereka para ulul albab ini tidak mengagumi apapaun selain
    Allah. Menuju tingkat terkahir ini tingkat terakhir itu berat. Maka
    kadang godaanya adalah kagum kepada manusia seperti orang mulia, wali.
    Padahl pada orang yang tingkat yang terakhir ini tidak terkagum-kagum
    hanya kepada Allahlah kekagumannya.




     



    Sedangkan
    sifatnya sudah kepada keyakinan. Itu sebabnya kita mungkin masih jauh
    ke sana. Karena itu mulailah dengan dzikir lisan dan seterusnya. Kepada
    perasaanpun masih susah karena larinya kepada tawakkal. Hal ini memang
    tidak mudah mencapai, karena melaui proses. Misalnya mendefinisikan,
    seperti apakah orang tawakal? Ini pun susah dibayangkan. Sebab jika
    sudah lari kepada keyakinan dicapai dari pengalaman.




     



    Demikian pun fikir itupun tingkatan tinggi. Sebab tafakaruu fikholkillah
    ia akan melahirkan fikir menjadi tafakur. Sebab tafakur saja ibadahnya
    luar biasa. Tafakkaru saa'atan khooirun min ibadatin alfi sanatin.
    Berfikir sesaat, laksana ibadah seribu tahun. Wallahu A'lam






    Dari ceramah pertemuan warga Buntet di Jakarta, Rumah H. Abdul Wachid, LC, Duren Sawit, Jakarta Timur, bulan lalu.


     
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dzikir tak Sekedar Mikir Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top