• Latest News

    Friday, July 11, 2008

    Dr. Aidh Al-Qarni Diharap Semarakkan ICIS III


    Jakarta
    (MCH). Ulama muda Arab Saudi kini dikenal dengan tulisan-tulisan
    populernya diharapkan bisa ikut menyemarakkan ICIS (International
    Conference on Islami Scholars) yang diselenggarakan Pengurus Besar
    Nahdlatul Ulama 30 Juli hingga 1 Agustus mendatang.



     



    Al-Qarni yang dikenal di Indonesia dengan bukunya yang berjudul `La
    Tahzan` itu akan berbicara mengenai pengembangan spiritual untuk
    perdamaian dan kemanusiaan pada hari pertama konferensi yang
    direncanakan akan diselenggarakan di hotel Borobudur Jakarta.

    Penulis kelahiran 1379 H (1960 M) ini memiliki nama lengkap Dr. `Aidh
    Abdullah bin `Aidh al-Qarni. Nama al-Qarni diambil dari dari daerah
    asalnya di wilayah selatan Arab Saudi.

    Ia menamatkan program sarjana (Lc), magister (M.A.) dan doktor di
    Universitas Islam Imam Muhammad bin Su`ud, Riyadh, Arab Saudi. Ia hafal
    Al-Quran dan kitab Bulughul Maram, serta telah mengajarkan 5.000-an
    hadis dan 10.000-an bait syair. Sekitar 1.000-an judul kaset yang
    berisi ceramah agama, kuliah, serta kumpulan puisi dan syair karyanya
    telah dipublikasikan.

    Keberaniannya menyuarakan kebenaran juga sempat membuatnya merasakan
    jeruji besi pemerintah Al-Saud. Kesalahannya saat itu, ia dan
    kawan-kawan ulama mudanya berani berteriak lantang menentang kehadiran
    pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud.

    Karya-karya Al-Qarni antara lain `Islam Rahmatan Lil `Alamin`
    (Cakrawala), `Sumber Inspirasi Orang Saleh`(Maghfirah Pustaka), `40
    Hadis Qudsi dan Zikir`(Aqwam), `Membangun Rumah dengan Taqwa`
    (Maghfirah Pustaka), `Cahaya Pencerahan`(Qishti), `Cahaya Zaman`(Gema
    Insani), `Jangan Takut Hadapi Hidup`(Cakrawala), `Demi Masa, Beginilah
    Waktu Mengajari Kita` (Cakrawala), `Nikmatnya Hidangan
    Al-Quran`(Maghfirah Pustaka), dan `Manusia Langit Manusia Bumi`(Aqwam).

    Sementara buku yang sangat laris yang diterbitkan sejumlah penerbit dan
    dicetak berulang kali adalah `La Tahzan, Jangan Bersedih` (Qishti
    Press), `Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia` (Maghfirah),
    `Menjadi Wanita Paling Bahagia` (Qishti Press), `Ramadhankan
    Hidupmu`(Maghfirah Pustaka), `Tersenyumlah`(Gema Insani), `Jangan Putus
    Asa`(Robbani Press), dan `Jangan Berputus Asa` (Darul Haq).

    Karya lain yang juga terbilang sukses di Indonesia adalah `Jagalah
    Allah, Allah Menjagamu` (Darul Haq), `Majelis Orang-Orang Saleh`(Gema
    Insani), `Cambuk Hati`(Irsyad Baitus Salam), `Bagaimana Mengakhiri
    Hari-harimu`(Sahara Publisher), `Berbahagialah`(Pustaka Al-Kautsar)
    dan(Gema Insani), `Power of Love` (Zikrul Hakim), `Al-Azahamah,
    Keagungan`(Pustaka Azzam), `Menakjubkan!`(Aqwam), `Jadilah Pemuda
    Kahfi`(Aqwam), `Mutiara Warisan Nabi SAW`(Sahara Publisher), dan
    `Gerbang Kematian` (Pustaka Al-Kautsar).

    Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi yang
    mencoba melakukan pendekatan dengan `aliran` lain. Tulisannya setiap
    pekan di harian Asharqul Awsath selalu ditunggu pembaca dan menaikkan
    tiras koran yang semula diterbitkan di London itu. (Musthafa Helmy)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dr. Aidh Al-Qarni Diharap Semarakkan ICIS III Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top