Belajar dari Jepang - Buntet Pesantren Belajar dari Jepang - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Sunday, July 6, 2008

    Belajar dari Jepang


    Oleh: Jajang Jahroni
    Bagaimana kita belajar dari Orang Jepang, banyak sekali orang membicarakannya. namun di bawah ini adalah pengalaman Jajang Jahroni, seorang alumni Buntet Pesantren dari Asrama Kyai Nasir yang kini tengah menyelesaikan kuliah di Boston University USA. Saat ke Jepang, dia sempat mengabadikan alam Jepang. Ini dia beberapa gambar ditampilkan seperti ditulis dalam Blognya .


    bersih Gambar
    di bawah adalah salah satu sudut kota Osaka. Bersih ya? Orang Jepang
    suka bersih-bersih. Lihat saja air sungai itu. Lebih bersih dari sungai
    Ciliwung. (Tentu saja). Meski perbandingan ini masuk akal, karena sama2
    sungai, tapi tidak terbandingkan sebenarnya, karena perbedaan yang
    begitu jauh antara keduanya.











    SDGambar ini  adalah
    murid-murid SD yang tengah belajar musik. Begitu sederhana sederhana
    sebenarnya pendidikan di Jepang. Anak2 diajar musik, seni, dan
    kaligrafi tradisional Jepang. Hasilnya luar biasa. Orang Jepang tidak
    pernah meninggalkan identitasnya.



    Kita kadang2 latah. Tidak
    punya pendirian. Pendidikan menjadi ajang bongkar- pasang.  Akibatnya
    yang menjadi korban adalah anak murid. Guru menjadi bingung, karena
    kurikulum seringkali berubah.







    Kita bisa belajar banyak dari
    Jepang, tidak hanya bagaimana mengelola alam dan menyelenggarakan
    pendidikan. Kita juga bisa belajar hal-hal lainnya. Bagi bangsa Asia
    pada umumnya, termasuk Indonesia, bangsa Jepang adalah salah satu bukti
    bahwa menjadi modern tidak berarti meninggalkan identitas.

    Kita seringkali mencampuradukkan pengertian "to be modern" dan "to be western".

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belajar dari Jepang Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top