• Latest News

    Wednesday, July 16, 2008

    Antara Syukur Aktif dan Pasif

    ternak itikOleh: Muhammad Mustahdi


    Bahwa kendala mampu melahirkan kendali guna menyiasati sebuah roda kehidupan ekonomi amat jarang terjadi. Bahkan yang  sering kita dapati adalah kendala justru melahirkan foto kopi kendala berikutnya. Hanya diam lalu sadar diri. Karenanya, peran syukur dalam ajaran agama harus terus digelorakan.



    Begitulah gambaran yang bisa kita baca dari
    semangat dan gairah yang digelorakan para peternak itik di Kabupaten 
    Cirebon. Dengan anggaran APBD  untuk bidang ternak unggas yang terbatas
    anehnya, prestasi kalangan peternak itik di Kab. Cirebon itu terus
    melejit. Tercatat, sejak tahun 2003 kelompok ternak itik di Kabupaten
    Cirebon n ini mengukir prestasi di tingkat nasional, dan pada tahun
    2008 ini telompok Karya Sejahtera dari Gebang Kidul masuk nominasi di
    tingkat nasional.



    Rupanya kendala itu disikapi lain oleh para peternak Itik di Cirebon justru memberi semangat untuk lebih fight dan
    memenangkan persaingan dan prestasi. Sikap gotong royong dan swadaya
    untuk tetap eksis sebagai peternak Itik patut dicontoh oleh kalangan
    lain. Sentra industri kita memang tengah didera oleh berbagai kendala.
    Kasus terakhir dampak naiknya BBM hingga krisis energi.



    Pengakuan akan prestasi dan semangat untuk tetap
    berproduksi dari kelompok ternak yang cukup tahan mental ini diakui
    oleh Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Cirebon, Ir. Deden Erih melalui
    Kasie Ternak Unggas dan nerka Ternak Ir. Hamrowi seperti dirilis Radar
    Cirebon, Senin (14/7).



    “Untuk program pengembangan ternah unggas
    khususnya itik, memang dananya terbatas. Sehingga belum bisa maksimal
    melaksanakan program. Lebih dominan swadaya dari kelompok peternak,”
    Ungkapnya dengan yakin.



    duluan mana telur apa itik? Bahkan Hamrowi menambahkan prestasi yang tercatat
    hingga ke tingkat nasional antara lain pada tahun 2003 diwakilkan
    kelompok peternak itik dari Karanganyar Panguragan, tahun 2004
    diwakilkan kelompok dari Gebang, tahun 2005 diwakilkan kelompok dari
    Losari, tahun 2006 dari Kecamatan Cirebon Utara, tahun 2007 dari
    Pegagan Kidul dan tahun ini diharapkan kelompok Karya Sejahtera bakal
    menduduki peringkat tiga besar di tingkat nasional.


    Syukur

    Boleh jadi, apa yang telah dilakukan oleh kelompok
    peternakan itik Cirebon ini karena mengikuti anjuran agama (Al quran)
    bahwa semakin banyak bersyukur justru semakin diberi jalan untuk bisa
    aktif kembali. Sebaliknya, semakin tidak mensyukuri dalam kondisi
    apapun, maka kendala yang dihadapi semakins sukar. Lain Syakartum la
    aziidannakum walain kafartum, inna adzaabii lasyadiid.



    Ungkapan quran ini sebenarnya sebagai pemicu bahwa
    jika nikmat itu disyukuri, maka kenikmatan itu akan bertambah bukannya
    berkurang. Maka tepat sekali para peternak Cirebon ini dalam kondisi
    yang sangat minim subsidi namun mereka bisa bergairah berjuang
    menantang berbagai kendala pemasaran, penyakit dan lain-lain.

    Karenanya, Rasulullah saw sangat memuji kelakuan umatya yang muslim.
    "ajaban liamril mu'minina...." demikian uangkapan Nabi saw yang dalam
    terjemah bebasnya, Rasulullah saw sangat memuji kelakuan umat Muslim
    dimana saat memperoleh kenikmatan ia mensyukuri kenikmatan itu sehingga
    meskipun ia kaya raya dan makmur tetap menjadi manusia muslim yang
    baik.

    Sebaliknya, menurut sabda Rasulullah saw orang yang ditimpa musibah dan
    bersabar atas cobaanya itu maka iapun menjadi kebaikan buatnya.
    Sehingga pada akhir hadits itu diungkapkan bahwa semua perbuatan orang
    msulim itu kebaikan semuanya. Karenanya, Rasulullah saw sangat
    memperikan appresiasi pada hamba seperti itu.

    Dari gambaran contoh bagaimana peternak Cirebon bisa menjadi peternak
    terbaik tingkat nansional meskipun dinas peternakan tidak banyak
    memberikan bantuan, memberikan sebuah kenyataan bahwa masih banyak
    masyarakat yang sadar prestasi dan karya meski dalam kondisi yang
    terjepit.

    Hemat penulis syukur aktif dengan gambaran menyiasati segala
    keterbatasan dengan berusaha terus untuk tetap fight atau syukur pasif
    dengan terus bersabar dan menerima keadaan merupakan dua kutub yang
    terus menopang kebaikan sanga hamba. Karenanya, masyarakat CIreobn yang
    religius semoga terus menekuni dunia apapun termasuk bisnis dengan
    tetap sadar akan karunia dan nikmat Ilahi yang harus terus disyukuri.
    Wallahu a'lam


    Moh. Mustahdi, S.Ip, putra KH. Abdullah Abbas (alm) pegawai pada kantor Departemen Pertanian RI di Jakarta.



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Antara Syukur Aktif dan Pasif Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top