Selain Do'a, Cerdaskan Anak dengan Bermain, Musik, dan Bahasa - Buntet Pesantren Selain Do'a, Cerdaskan Anak dengan Bermain, Musik, dan Bahasa - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Sunday, June 29, 2008

    Selain Do'a, Cerdaskan Anak dengan Bermain, Musik, dan Bahasa




    anak cerdasOleh: Redaksi
    Mendoakan
    anak dari orang tua terlebih sang bunda menurut ajaran agama sangat berperan. Selain itu upaya lain seperti medis bisa
    juga dilakukan untuk kecerdasan anak. Anak cerdas, selain mengikuti wahyu juga bisa mengikuti ilmu pengetahuan. Karenanya, bagaimana cara ilmu pengetahuan
    memberikan stimulasi dini untuk merangsang kecerdasan anak?





    Stimulasi dini
    merupakan
    salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan tumbuh-kembang anak.
    Beberapa komponen stimulasi yang berpengaruh besar pada perkembangan
    otak anak, antara lain bermain, menikmati musik, dan mempelajari
    bahasa.




    Sebuah diskusi menarik telah dilangsungkan minggu lalu, mengenai pembentukan kecerdasan
    anak yang diselenggarakan PT Mead Johnson Indonesia, Minggu (15/6), di
    Jakarta seperti ditulis oleh Media Sehat.








    "Hasil penelitian membuktikan otak anak-anak pada usia emas yakni
    1-3 tahun mampu menyerap pengetahuan dengan mudah. Bila spons adalah
    otak anak, stimulasi lingkungan adalah air yang bisa diserap dengan
    cepat," ujar psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,
    Rose Mini, dalam acara tersebut.










    Syaraf Anak



    Otak anak terdiri dari sel-sel dan serabut syaraf. Stimulasi dari
    lingkungan yang didapat sejak si anak lahir berfungsi membentuk
    hubungan-hubungan antarsel saraf sekaligus mengembangkan sinyal-sinyal
    otak.








    Untuk bayi, misalnya, stimulasi dapat diberikan melalui belaian,
    obrolan, memperlihatkan dan menyentuh benda-benda bergerak dan
    berwarna-warni. Untuk anak usia satu tahun ke atas stimulasi dapat
    diberikan melalui aneka permainan.










    Cara lain untuk menstimulasi anak adalah melalui musik. Sudah sejak
    lama diketahui bahwa musik klasik dapat mencerdaskan anak. Bagaimana
    dengan musik jenis lain?










    "Sejauh ini penelitian yang ada baru sebatas musik klasik. Namun
    bila ditelaah, jenis musik klasik yang membantu perkembangan otak anak
    adalah yang iramanya menenangkan dan nadanya sederhana.
    Mungkin, musik
    lain yang memiliki nada sederhana dan memberi efek menenangkan juga
    mampu menstimulasi otak anak dengan baik," jelas musikus Purwacaraka.










    Ragam manfaat dapat diperoleh anak dari musik. Antara lain, musik
    membuat anak tidur nyenyak, mendorong produksi hormon pertumbuhan,
    menenangkan tubuh, otot dan saraf, serta meningkatkan kecerdasan
    intelektual dan emosional.










    Selain itu, belajar bahasa juga menjadi salah satu cara menstimulasi
    otak
    anak. Menurut hasil penelitian, bayi dapat menyerap 13 juta kata
    yang diucapkan orang tuanya.
    Namun bila orang tua enggan mengajak bayi
    mereka berbicara, jumlahnya turun menjadi 62% atau hanya 8 juta
    kosakata. Karena itulah meski bayi belum bisa bicara, penting bagi
    orang tua untuk mengajak bayinya mengobrol.










    Rose Mini menambahkan, anak yang kemampuan bahasanya kurang
    cenderung mengungkapkan emosinya melalui perbuatan. Akibatnya, anak
    sering dicap nakal karena berbuat kasar. Padahal, itu terjadi karena
    orang tua tidak melatih kemampuan bahasanya sehingga anak frustrasi
    saat tidak bisa mengungkapkan maksud hatinya melalui kata-kata.






    Bayi Membaca



    Seorang anak balita berumur 2,5 tahun sudah pinter
    membaca. Meski baru berumur 2,5 tahun namun bicaranya seperti anak usia
    5 tahun. Ternyata sang bayi ini sebelumnya sudah dikenalkan dengan
    kartu membaca saat masih bayi. Sebuah rangsangan dini yang memberikan efek positif pada anak dimasa "golden age".






    "Saya menggunakan kartu membaca untuk bayi, dan saya
    kenalkan pada anak saya waktu kecil." ujar Nuning Mumaraisal Haq  kepada
    redaksi.




    Darby nama anak itu, kelihatan sehat sekali.
    Komunikasinya sangat lancar baik kepada orang baru maupun kepada
    anggota keluarganya. "Mas Darby, ini ada om...., ayo salam" kata
    mamanya. Saat itu juga Darby kecil ini langsung meresponnya dan
    buru-buru  menyalami redaksi tanpa rasa grogi.


    "Darby kata umi, sudah bisa baca ya?" kata saya.
    "Baca apa?" dia malah balik bertanya.

    "Baca buku?" jawabku
    "Buku apa?" balik lagi bertanya seakan menantang pembicaraan.

    Begitulah pengalaman saya saat menemui anak kecil berumur 2,5 tahun
    sudah bisa membaca. Dan seperti pengakuan ibunya, cucu KH. Fuad Hasyim
    ini sudah bisa melafalkan huruf kecuali yang sengau seperti "NY" dan
    "NG" belum bisa.

    Ternyata, benar pendapat para ahli seperti diskusi di atas, bahwa anak
    itu penting sekali dirangsang dengan stimulasi awal. Karenanya, anak yang baik
    tentu distimulasi dengan baik akan membawa dampak permanen pada usia
    dewasanya. Belajar bahasa, musik dan bermain. Namun tentu saja do'a harus serta merta menyertainya.

    Memang benar Nabi Muhammad saw mengajari umatnya agar baik terhadap
    anak kecil. Beliau pernah merebut seorang anak kecil yang tengah
    dimarahi oleh ibunya. Lalu manusia agung ini menasihati kalau si anak
    dipengaruhi dengan kekerasan, maka pengaruhnya akan berdampak hingga
    usia dewasa.



    Jadi, cerdas bukan saja bakat, tetapi memang harus
    dilatih, dan diberi stimulasi (rangsangan) sejak awal. Sayang sekali
    jika calon generasai bangsa yang manis itu jika kurang perhatian masalah ini. Kita membutuhkan anak-anak cerdas demi masa depan mereka. Bangsa ini
    pun membutuhkan generasi cerdas: emosi, akal dan hati. Dan itu semua bisa dimulai dari diri
    kita sendiri sebagai orang tua kebanggaan sang anak.
    Wallahu a'lam. (Kurt)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Selain Do'a, Cerdaskan Anak dengan Bermain, Musik, dan Bahasa Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top