Satu Lagi Pejabat Negara divonis Penjara - Buntet Pesantren Satu Lagi Pejabat Negara divonis Penjara - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Wednesday, June 11, 2008

    Satu Lagi Pejabat Negara divonis Penjara


    RusdihardjoSatu lagi pejabat negara divonis penjara terkait tindakan korupsi. Adalah Rusdihardjo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia hari ini Rabu, 11/6 dijatuhi hukuman penjara 2 tahun atas tuduhan tindak pidana korupsi.



    Seperti diberitakan di berbagai media, Kompas misalnya, Rusdihardjo  bersama mantan Kepala Bidang Imigrasi KBRI untuk
    Malaysia juga ikut divonis selama  4 tahun penjara. Keduanya dinilai sah dan meyakinkan
    telah memenuhi unsur-unsur yang didakwakan dalam dakwaan subsider Pasal
    3 jo Pasal 55 ayat (1) 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.






    Adapun kutipan dakwaan kepada kedua orang ini, Rusdi dan
    Arihken itu didakwa telah melakukan dugaan korupsi biaya pengurusan dokumen
    keimigrasian. Tulis Kompas.






    "Menyatakan terdakwa 1 dan terdakwa 2 terbukti secara sah
    dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan
    berlanjut. Oleh karena itu menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1
    (Rusdihardjo) 2 tahun penjara, denda 100 juta subsider 6 bulan penjara.
    Terdakwa 2 (Arihken Tarigan) dijatuhkan pidana 4 tahun penjara, denda
    200 juta rupiah subsider 3 bulan penjara," demikian kutipan dakwaan
    tersebut.






    Selain dijatuhi vonis penjara, keduanya juga diwajibkan
    membayar uang pengganti. Rusdihardjo diwajibkan membayar uang pengganti
    sebesar 313.700 ringgit Malaysia, atau setara dengan Rp 815.620.000.
    Arihken diharuskan membayar 2.675.328,8 ringgit Malaysia (ekuivalen
    dengan Rp 6,955 miliar).






    Hal-hal yang memberatkan, menurut hakim,
    adalah seharusnya mereka menjaga citra bangsa di negara lain. Hal-hal
    yang meringankan adalah telah memperjuangkan nasib TKI di Malaysia.
    Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Rusdi 2,5 tahun, sementara
    Arihken 3 tahun penjara. Atas putusan ini, Rusdihardjo menyatakan
    pikir-pikir, dan  Arihken langsung mengajukan banding.









    Menangis



    Dalam berita selanjutnya, dikabarkan Rusdihardjo menangis setelah mengetahui kalau dirinya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.






    Dengan suara bergetar, ia mengatakan, "Saya sudah pensiun, sudah
    tenang, sudah enak-enak, diminta pergi ke sana (Malaysia) untuk
    menolong rakyat kita. Banyak yang mengatakan tidak usah, persoalan di
    sana sangat berat. Tapi karena kecintaan saya pada rakyat, saya
    berangkat," katanya usai sidang vonis yang berlangsung di Pengadilan
    Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/6).






    "Dalam kasus ini, secara jujur saya kecewa.
    Namun, saya tetap mengharapkan agar junior-junior saya, apakah
    kepolisian, angkatan lain, entah Pegawai Negeri, entah di Deplu untuk
    tidak patah semangat dalam melindungi rakyat," ujarnya.






    Ia juga
    menuturkan, banyak fakta-fakta di persidangan yang tidak dijadikan
    pertimbangan oleh majelis hakim. Atas putusan hakim, Rusdi menyatakan
    pikir-pikir. (Zal)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Satu Lagi Pejabat Negara divonis Penjara Rating: 5 Reviewed By: Mubarok Hasanuddin
    Scroll to Top