Aset Diperoleh Meskipun tanpa Usaha - Buntet Pesantren Aset Diperoleh Meskipun tanpa Usaha - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Saturday, June 28, 2008

    Aset Diperoleh Meskipun tanpa Usaha

    hikmahOleh: SantriBuntet

    Artinya: "
    Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk
    (menjadi) rahmat bagi semesta alam."











    A



    set
    adalah kekayaan yang diidam­kan setiap orang. Sebab aset ibarat tabungan yang ber­manfaat
    di masa datang.  Aset lahir berupa harta
    keka­yaan,  aset batin berbentuk paha­la.
    Pada umumnya, orang yang bekerja pas­ti akan memper­oleh aset. Hal itu biasa.
    Atau orang bekerja secara maksimal misalnya rajin sholat, puasa shadaqah, rajin
    sekali dikerjakan tentu akan menda­patkan aset pahala, itu pun hal yang lumrah.
    Namun dalam soal yang satu ini, orang tanpa bekerja, tanpa berkata-kata hanya
    diam saja namun aset dari Allah akan diperoleh dengan sendirinya. Mungkinkah
    itu?








    Hal
    itu sangat mungkin terjadi dan bisa dibuk­tikan dalam kehidupan sehari-hari. Baik
    dalam kehidupan lahiriah maupun rohani. Kita ambil contoh-contoh seba­gai
    berikut:



    1. Anak Kecil Memiliki Aset


    Contoh
    nyata dan gamblang sehari-hari bisa ditemui pada seorang anak kecil yang hidup
    ber­sama orang tuanya. Anak kecil ini setiap hari terpenuhi kebu­tuhan­nya
    tanpa dikurangi sedikitpun. Kebutuhan yang diperoleh dari orang­tuanya ini
    disebut aset. Artinya aset kebutuhan anak kecil ini dengan mudah­nya terpe­nuhi
    tanpa dia harus bekerja keras, tanpa berkata-kata, bahkan tanpa me­min­ta. 


    Itulah
    yang dimaksud aset yang didapat tanpa harus bekerja. Betapa nikmatnya anak itu
    tanpa sadar dia memperoleh fasilitas yang diinginkan tanpa harus be­kerja. Itu
    adalah contoh nyata dalam ke­hidupan lahiriah. Gambaran aset yang bersifat
    rohani­ banyak sekali bisa di­da­pat dalam ucapan-ucapan Rasulullah saw. 



    2. Orang Sakit Memperoleh Aset


    Terhalang
    sakit/bepergian tidak menjadi penghalang mendapatkan aset dari Allah swt. Keuntungan
    ini diberikan kepada mereka yang selalu mengerja­kan amal sholeh secara rutin. Rasulullah
    saw bersabda:




    عن أبي موسى قال سمعت النبي صلى الله عليه وسلم غير
    مرة ولا مرتين يقول إذا كان العبد يعمل عملا صالحا فشغله عنه مرض أو سفر كتب له
    كصالح ما كان يعمل وهو صحيح مقيم. (سونن ابي داود 2687)






    2.1. 
    Abi Musa berkata: Aku mendengar Nabi saw berkata
    berkali-kali ya­itu: "Apabila seorang hamba me­nger­jakan sebuah amal sholeh
    kemudian terha­lang oleh sakit atau bepergian, maka tetap dicatat se­bagai
    orang yang me­nger­jakan amal sholeh tersebut." (Dikutip dari Kitab Sunan Abi
    Dawud hadis no. 2687)




    ما من مرض او وجع يصيب المؤمن الا كان



    كفارة لذنوبه حتى شوكة يشاقها او نطبه ينكها (متفق
    عليه




    2.2.
    Siti Aisyah ra berkata: Rasululalah saw
    bersabda: "Ba­rang siapa yang sakit yang menim­pa seorang muk­min me­lain­kan
    dia mendapatkan ampunan dosa-dosa­nya bahkan tertusuk duri sekali­pun, atau
    terke­na kesusahan yang menim­panya." (HR. Bukhari)


     


    حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ :
    أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا
    يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلَا نَصَبٍ وَلَا سَقَمٍ وَلَا حَزَنٍ حَتَّى
    الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلَّا كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ



     

    2.3.
    Artinya: Hadits Abi Sa'id ra. Bahwa­san­nya ia
    telah mendengar Ra­sulullah saw bersabda: "Setiap mu­si­bah yang ditimpa
    kepada seorang mukmin beru­pa sakit yang berke­panjangan, sakit yang biasa, ter­timpa
    kesedihan, bahkan mem­ba­wa kepada kebingungan, maka hal ini merupakan
    penghapus dari kesalahan-kesalahannya.
    (HR. Bukhari Muslim)


    Dari ketiga
    hadits di atas sangat nyata sekali kebenaran dari ungkapan rasul. Menurut Rasulullah
    saw Allah akan menjamin aset pahala setiap hamba muk­­­min yang berbuat amal
    kebaikan kemudian terhalang oleh sakit, tertusuk duri, kesedihan dll sehingga
    tidak sem­pat berbuat, namun aset pahal
    a tetap
    didapatkannya. 


    Betapa
    jelas dan hebat! Tan­pa mengata­kan sesuatu, tanpa mengerjakan sesuatu bahkan
    tanpa mengorban­kan apa-apa. Hanya karena ha­langan seperti tertusuk duri atau
    kesusahan maka tidak diku­rangi sedikitpun aset ke­baikan­nya.


     

    3. Kehilangan
    Barang Jadi Aset



    حَدِيثُ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ
    رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ
    غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ
    بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
    * 


    Dari
    Anas ra berkata: Rasululullah saw bersabda: "Setiap orang muslim yang
    bercocok tanam kemudian hasil ta­naman­nya dimakan oleh binatang atau diambil
    manusia, maka tercatat seba­gai shodaqoh."
    (HR
    Bukhari-Muslim) 



    Hadits
    di atas menegaskan bahwa orang yang bercocok tanam namun tidak sempat menikmati
    hasilnya tetap men­da­pat­kan aset pahala dari Allah karena tanaman yang
    diusahakkanya itu dima­kan binatang atau dicuri orang. 




    Demikian
    pula orang yang memiliki sesuatu namun tiba-tiba hilang karena misalnya diambil
    orang tanpa permisi, atau dimakan kucing, tikus, dll tetap akan menjadi sha­daqah.
    Artinya aset shadaqah tetap menjadi miliknya. Subhanallah! Betapa hebatnya
    Allah memberikan aset kepada hamba-Nya yang mau berbuat baik.  Sebuah aset yang didapat tanpa bekerja tanpa
    ber­kata-kata namun dapat dinik­mati dan dimiliki dengan mudahnya.


     

    4. Rasul Memuji Perbuatan Orang
    Mukmin



    بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ
    صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ مَعَ أَصْحَابِهِ إِذْ ضَحِكَ فَقَالَ
    أَلَا تَسْأَلُونِي مِمَّ أَضْحَكُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمِمَّ تَضْحَكُ
    قَالَ عَجِبْتُ لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ إِنْ أَصَابَهُ
    مَا يُحِبُّ حَمِدَ اللَّهَ وَكَانَ لَهُ خَيْرٌ وَإِنْ أَصَابَهُ مَا يَكْرَهُ
    فَصَبَرَ كَانَ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ كُلُّ أَحَدٍ أَمْرُهُ كُلُّهُ لَهُ خَيْرٌ
    إِلَّا الْمُؤْمِنُ
    (رواه أحمد)



    Suatu
    ketika Rasulullah saw duduk ber­sa­ma para sahabatnya tiba-tiba terta­wa. Beliau
    bertanya: "Ada yang mau tau  mengapa saya tertawa?" Lalu para sahabat bertanya:
    "Kenapa Rasu­lullah tertawa?" "Aku kagum de­ngan orang beriman; semua
    perbuatannya dijadi­kan kebaikan
    : Jika mereka menda­pat­kan
    kebaikan (kenikmatan) mereka memuji Allah
    ; Jika
    tekena musi­bah yang tidak disukainya, mereka bersabar, maka jadi kebaik­an
    buatnya. Sehingga semua  masalah yang
    menim­pa orang-orang mukmin semua­nya menjadi kebaikan."


    (Kitab
    Sunan Ahmad hadits no. 22804)

     

    Hadits
    senada yang isinya pujian Nabi saw kepada orang-orang mukmin ini banyak ditemui
    di berbagai kitab. Kese­muanya menegaskan bahwa semua perbuatan muslim itu
    berpahala. Hal inilah yang membuat  Rasul
    saw heran dan takjub. 



    Allah
    SWT berfirman:

    Wamaa arsalnaaka illa
    rohmatan lili ‘alaamin.



    وما ارسلناك إلا رحمة
    للعالمي
    ن



    Artinya:
    "Tidaklah aku utus (Nabi Muhammad saw) semata-mata menjadi rakhmat bagi segenap
    alam." (Al Anbiyaa: 107)



    Beruntunglah
    kita sebagai umat nabi Muhammad saw. Karena Nabi saw men­jamin setiap perbuatan
    orang beriman dengan pahala yang berlipat ganda baik dengan perbuatan maupun
    tanpa berbuat sama sekali. Aset Allah yang diberikan kepada orang beriman ini merupakan
    rakhmat Allah yang harus terus-menerus dicari dan didambakan. Dengan demikian maka
    kebenaran ajaran ini berkat Rasulullah saw. Kare­nanya, hukumnya wajib
    Mencintai Rasulullah saw. 
    Wallahu A'lam (MK)



    -----------------------------
    Disampaikan dalam khutbah Jum'at, 27 Juni 2008 di Masjid Jami' Al Hidayah Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. Penulis adalah alumni MANU.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Aset Diperoleh Meskipun tanpa Usaha Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top